Sering Lelah hingga Haid Berantakan? Kenali Gejala Penyakit Tiroid pada Wanita
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyakit tiroid pada wanita sering kali tidak langsung disadari.
Pasalnya, sejumlah gejalanya terlihat seperti keluhan yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mudah lelah, perubahan suasana hati, hingga perubahan berat badan. Padahal, gangguan pada kelenjar tiroid dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh dan sebaiknya tidak diabaikan.
Kelenjar tiroid merupakan organ kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang berada di bagian depan leher. Meski ukurannya relatif kecil, kelenjar ini memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, serta energi yang digunakan tubuh. Ketika fungsi tiroid terganggu, sejumlah sistem tubuh dapat ikut terdampak.
Gangguan tiroid pada wanita lebih sering ditemukan dibandingkan pada pria. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut adalah perubahan hormon yang dialami wanita, terutama ketika menjalani kehamilan, setelah melahirkan, maupun menjelang menopause.
Secara umum, gangguan tiroid dapat berupa hipotiroidisme, yaitu ketika tubuh kekurangan hormon tiroid, atau hipertiroidisme, ketika produksi hormon tiroid terlalu banyak. Perbedaan kondisi tersebut membuat gejala yang muncul pada setiap orang bisa berbeda.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah perubahan berat badan yang cukup drastis meskipun pola makan dan aktivitas sehari-hari tidak mengalami perubahan berarti. Gangguan tiroid juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Pada wanita, haid bisa menjadi tidak teratur, keluar lebih banyak dari biasanya, atau bahkan berhenti.
Perubahan kondisi emosional juga dapat muncul. Seseorang mungkin menjadi lebih mudah cemas, murung, atau gampang marah tanpa alasan yang jelas. Tubuh pun bisa terasa lemas dan cepat lelah, sementara konsentrasi menjadi lebih sulit. Gangguan tidur juga termasuk keluhan yang dapat menyertai penyakit tiroid, baik berupa sulit tidur maupun rasa kantuk berlebihan pada siang hari.
Dari sisi fisik, gangguan tiroid dapat ditandai dengan rambut yang lebih mudah rontok, kulit menjadi kering, serta kuku yang lebih rapuh. Sebagian orang juga dapat merasakan jantung berdebar atau justru detak jantung yang lebih lambat. Pembesaran kelenjar tiroid atau gondok juga bisa terlihat sebagai benjolan di bagian depan leher.
Selain mengenali gejalanya, penting pula mengetahui faktor yang dapat meningkatkan risiko. Riwayat keluarga menjadi salah satunya. Jika terdapat anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit tiroid, seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa karena faktor genetik turut berperan.
Perubahan hormon juga perlu mendapat perhatian. Kehamilan, masa setelah melahirkan, dan menopause merupakan periode ketika perubahan hormon dapat memengaruhi fungsi kelenjar tiroid. Karena itu, perubahan fisik maupun emosional yang tidak biasa pada periode tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai hal yang normal.
Rekomendasi juga buat kamu:
Faktor lainnya adalah penyakit autoimun. Riwayat kondisi seperti lupus atau diabetes tipe 1 dapat meningkatkan risiko gangguan tiroid. Pada penyakit autoimun tertentu, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang jaringan kelenjar tiroid sehingga produksi hormon ikut terganggu.
Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi fungsi tiroid. Alodokter menyebut lithium dan amiodarone sebagai contoh obat yang dapat memengaruhi produksi hormon tiroid. Selain itu, asupan yodium yang berlebihan dari obat atau produk tertentu juga dapat mengganggu keseimbangan hormon tiroid pada sebagian orang.
Riwayat paparan radiasi pada area kepala atau leher, khususnya sebagai bagian dari pengobatan kanker, turut menjadi faktor risiko. Radiasi dapat memengaruhi sel-sel tiroid dan mengganggu kemampuannya dalam memproduksi hormon.
Untuk memastikan apakah keluhan yang dialami berkaitan dengan gangguan tiroid, pemeriksaan medis diperlukan. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah tes darah untuk melihat kadar TSH, T3, dan T4. Pemeriksaan tersebut membantu dokter menilai fungsi kelenjar tiroid.
Menjaga pola makan bergizi, mencukupi waktu istirahat, serta mengelola stres juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara keseluruhan. Asupan yodium dalam jumlah yang cukup, misalnya dari garam beryodium atau ikan laut, turut mendukung fungsi kelenjar tiroid.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Sering Lelah hingga Haid Berantakan? Kenali Gejala Penyakit Tiroid pada Wanita .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!