Streamer IShowSpeed Jadi Korban Pelecehan Rasial di Piala Dunia 2026, FIFA Buka Investigasi

Doc: Instagram/@ussfeeds

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Streamer dan YouTuber ternama, IShowSpeed, menjadi sorotan dunia setelah mengalami dugaan pelecehan rasial saat menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Melansir dari akun X/@idextratime, insiden tersebut terekam dalam siaran langsung dan berbagai video yang kemudian beredar luas di media sosial, memicu kecaman dari warganet serta mendorong FIFA untuk melakukan investigasi resmi.

IShowSpeed, yang memiliki nama asli Darren Jason Watkins Jr., dikenal sebagai salah satu kreator konten dengan jutaan pengikut di berbagai platform digital.

Kehadirannya di sejumlah pertandingan Piala Dunia menjadi bagian dari aktivitas liputannya sekaligus untuk berinteraksi dengan para penggemar sepak bola dari berbagai negara.

Peristiwa pertama terjadi pada 3 Juli 2026 ketika Argentina menghadapi Tanjung Verde di Hard Rock Stadium, Miami. Saat itu, IShowSpeed berada di tribun penonton dan melakukan siaran langsung seperti biasanya.

Namun, suasana berubah ketika sekelompok orang yang mengenakan atribut Timnas Argentina diduga melontarkan ucapan bernada rasial ke arahnya.

Dalam video yang beredar, terdengar beberapa teriakan seperti "go home" dan "gonna cry at the zoo" yang diarahkan kepada sang streamer.

Cuplikan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan mengenai perilaku diskriminatif di lingkungan sepak bola internasional.

Beberapa hari berselang, tepatnya pada 7 Juli 2026, IShowSpeed kembali mengalami perlakuan serupa saat menyaksikan pertandingan Argentina melawan Mesir.

Dalam rekaman video lain, seorang pria yang mengenakan atribut Argentina terlihat melakukan gestur menyerupai monyet ke arah IShowSpeed.

Aksi tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan rasial yang tidak dapat ditoleransi. Video insiden kedua itu pun kembali viral dan memperkuat desakan agar pihak penyelenggara mengambil langkah tegas terhadap pelaku maupun pihak-pihak yang terlibat.

Ramainya pembahasan di media sosial membuat FIFA akhirnya membuka penyelidikan resmi terhadap dua insiden tersebut.

Organisasi sepak bola dunia itu dikabarkan tengah mengumpulkan berbagai bukti, termasuk rekaman video dari stadion, dokumentasi siaran langsung, serta laporan dari saksi yang berada di lokasi kejadian.

Investigasi ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen FIFA dalam memerangi segala bentuk diskriminasi di sepak bola.

Dalam beberapa tahun terakhir, FIFA memang terus mengampanyekan kebijakan tanpa toleransi terhadap tindakan rasisme, baik yang dilakukan pemain, ofisial, maupun suporter.

Kasus yang menimpa IShowSpeed kembali menjadi pengingat bahwa isu rasisme masih menjadi tantangan besar dalam dunia olahraga.

Kehadiran jutaan penonton dari berbagai latar belakang di ajang sebesar Piala Dunia seharusnya menjadi simbol persatuan, bukan justru melahirkan tindakan yang merendahkan individu berdasarkan ras atau warna kulit.

Publik kini menantikan hasil investigasi FIFA serta langkah konkret yang akan diambil apabila dugaan tersebut terbukti.

Banyak pihak berharap penanganan kasus ini dapat menjadi pesan tegas bahwa tindakan diskriminatif tidak memiliki tempat di sepak bola maupun dalam setiap ajang olahraga internasional.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN