Jangan Asal FOMO Ikutan HYROX! Ini Risiko Cedera dan Persiapan Fisik yang Wajib Diketahui

Ket. Olahraga HYROX.

Doc: Pinterest

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Belakangan ini, tren olahraga HYROX tengah digandrungi oleh masyarakat Indonesia, termasuk di kalangan selebritas. Namun, di balik popularitasnya yang sedang naik daun, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar ikut-ikutan (FOMO) tanpa adanya persiapan fisik yang matang.

Pasalnya, HYROX merupakan kompetisi kebugaran intensitas tinggi yang menuntut performa fisik menyeluruh, sehingga memiliki risiko cedera yang cukup besar bagi mereka yang tidak terlatih. Berikut adalah ulasan mengenai pentingnya kesiapan fisik sebelum terjun ke dunia HYROX.

Kombinasi Lari dan Latihan Kekuatan yang Menguras Fisik

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Andhika Respati, menjelaskan bahwa HYROX bukanlah ajang lari biasa. Olahraga ini memadukan aktivitas lari dengan serangkaian latihan kekuatan otot berintensitas tinggi.

Oleh sebab itu, setiap peserta wajib memiliki tingkat kebugaran yang mumpuni, baik dari aspek ketahanan jantung (aerobik) maupun ketahanan otot (anaerobik). Sifat gerakannya yang sangat melelahkan menuntut tubuh untuk siap menghadapi tekanan fisik yang berat.

Perbedaan Signifikan HYROX dengan Maraton

Lebih lanjut, Andhika memaparkan bahwa tuntutan fisik antara HYROX dan olahraga maraton sangatlah berbeda. Jika lari maraton lebih banyak bertumpu pada ketahanan jantung, paru-paru, serta kekuatan otot kaki, HYROX melangkah lebih jauh dengan mewajibkan pesertanya memiliki kekuatan tubuh bagian atas (upper body) yang kuat demi bisa menyelesaikan berbagai tantangan gerakan.

Bahkan, seorang pelari maraton yang sudah terbiasa menempuh jarak jauh pun diprediksi akan mengalami syok atau kaget saat mencoba HYROX jika mereka tidak melatih kekuatan otot tubuh bagian atas dan otot inti (core) mereka.

Ancaman Risiko Cedera yang Mengintai

Kurangnya persiapan yang memadai saat memaksakan diri mengikuti HYROX dapat memicu peningkatan risiko cedera yang serius. Menurut Andhika, potensi gangguan kesehatan tidak hanya mengintai sistem kardiovaskular (jantung dan paru-paru) karena dipacu bekerja keras, tetapi juga pada anggota gerak tubuh.

Area tubuh bagian atas seperti bahu, lengan, hingga persendian sangat rentan mengalami cedera jika dipaksa melakukan gerakan beban berat tanpa latihan yang konsisten sebelumnya.

Olahraga HYROX memang menawarkan tantangan kebugaran yang seru dan kompetitif, namun keselamatan tubuh tetap harus menjadi prioritas utama.

Sebelum memutuskan untuk mendaftar dan terjun ke lintasannya, pastikan Cantiks sudah membangun fondasi kekuatan otot serta ketahanan jantung melalui program latihan yang terstruktur, agar olahraga ini membawa manfaat kesehatan dan bukan justru mendatangkan cedera.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN