Chanel Bikin Kejutan! Akuisisi Rumah Kemeja Tertua di Prancis, Nasib Brand Charvet Terungkap

Ket. Logo brand Chanel dan Charvet .

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia mode mewah kembali dikejutkan dengan langkah strategis Chanel. Rumah mode asal Prancis tersebut mengumumkan sudah mengakuisisi Charvet, label legendaris yang selama hampir dua abad dikenal sebagai pembuat kemeja tertua di Prancis. Keputusan ini langsung menarik perhatian para pecinta fashion karena melibatkan salah satu nama paling bersejarah dalam industri busana mewah dunia.

Namun, akuisisi ini bukan sekadar transaksi bisnis bernilai besar. Di balik keputusan tersebut, Chanel membawa misi yang jauh lebih penting, yakni menjaga keberlangsungan warisan craftsmanship Prancis sekaligus memastikan keahlian para artisan tetap hidup di tengah perubahan industri fashion global yang semakin cepat.

Meski kini berada di bawah naungan Chanel, Charvet dipastikan tetap mempertahankan identitas dan independensi kreatifnya. Artinya, rumah mode yang berdiri sejak 1838 itu akan tetap menjalankan filosofi serta standar kualitas yang selama ini membuat namanya begitu dihormati di dunia fashion.

20260706172029_FotoJet---2026-07-06T171510.860.jpg

Dok. Chanel

Presiden Fashion Activities Chanel sekaligus Presiden Chanel SAS, Bruno Pavlovsky, menjelaskan kerja sama ini didasarkan pada kesamaan visi antara kedua rumah mode. Menurutnya, CHANEL dan Charvet sama-sama menempatkan savoir-faire atau keahlian artisan sebagai fondasi utama dalam menciptakan produk berkualitas tinggi.

Ia menegaskan bahwa keterampilan para pengrajin bukan hanya menghasilkan karya dengan tingkat presisi luar biasa, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang layak dijaga untuk generasi mendatang. Karena itulah, Chanel selama bertahun-tahun terus berinvestasi dalam pelestarian berbagai keahlian tradisional yang menjadi identitas industri mode Prancis.

Menariknya, hubungan Chanel dengan Charvet ternyata bukan sesuatu yang baru. Ada ikatan sejarah yang membuat kolaborasi ini terasa semakin bermakna.

Boy Capel, sosok yang dikenal memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sekaligus perjalanan karier Gabrielle Chanel, diketahui merupakan pelanggan setia Charvet. Fakta tersebut menjadi simbol kedekatan historis antara kedua rumah mode yang kini akhirnya dipersatukan dalam satu visi besar.

Menurut Pavlovsky, hubungan tersebut memperkuat tekad Chanel untuk terus merawat tradisi craftsmanship Prancis tanpa menghilangkan karakter khas yang telah dibangun Charvet selama hampir 200 tahun.

Yang lebih menarik lagi, proses menuju akuisisi ini ternyata berawal dari sebuah kolaborasi kreatif.

Direktur Artistik Chanel, Matthieu Blazy, bekerja sama dengan Charvet dalam koleksi Ready to Wear Spring Summer 2026, yang menjadi koleksi pertamanya untuk Chanel. Dari proses kreatif tersebut lahir hubungan profesional yang semakin erat hingga akhirnya berkembang menjadi kerja sama jangka panjang melalui akuisisi resmi.

Kolaborasi itu dinilai membuktikan bahwa nilai, kualitas, serta filosofi kedua rumah mode memiliki banyak kesamaan sehingga dapat saling melengkapi tanpa mengorbankan identitas masing-masing.

Managing Director Charvet, Jean Claude Colban, menyambut positif babak baru tersebut. Bersama sang saudari, Anne-Marie Colban, ia meyakini bahwa bergabungnya Charvet dengan Chanel justru akan memperkuat posisi perusahaan dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan selama hampir dua abad.

Menurut Colban, komunikasi yang terbuka dan rasa saling menghormati menjadi fondasi utama yang membuat kerja sama ini berkembang secara alami. Kedua perusahaan sama-sama memiliki standar tinggi terhadap kualitas, perhatian terhadap detail terkecil, serta komitmen kuat dalam mempertahankan keahlian artisan.

Asal Usul Charvet

Didirikan pada 1838, Charvet dikenal sebagai rumah pembuat kemeja tertua di Prancis sekaligus salah satu pelopor layanan busana pria bespoke. Selain kemeja premium, rumah mode ini juga memproduksi dasi, aksesori mewah, hingga berbagai perlengkapan fashion eksklusif yang dibuat dengan standar craftsmanship tinggi.

Selama hampir dua abad, Charvet dipercaya banyak tokoh besar dunia. Nama-nama seperti Charles Baudelaire, Marcel Proust, Winston Churchill, Jean Cocteau, hingga Gabrielle Chanel pernah menjadi pelanggan rumah mode legendaris tersebut. Hingga kini, Charvet masih mempertahankan satu-satunya atelier yang berlokasi di Saint Gaultier, wilayah Indre, Prancis.

Sementara itu, Chanel terus memperkuat posisinya sebagai salah satu rumah mode paling berpengaruh di dunia. Selain menghadirkan koleksi ready to wear, haute couture, tas kulit, aksesori, parfum, makeup, skincare, perhiasan, hingga jam tangan mewah, perusahaan juga dikenal aktif mengakuisisi berbagai pemasok spesialis yang tergabung dalam jaringan Métiers d'art.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Chanel untuk menjaga kualitas produk sekaligus melindungi keahlian tradisional yang menjadi fondasi industri fashion mewah Prancis.

Hingga akhir 2025, Chanel tercatat mempekerjakan sekitar 38.000 karyawan di berbagai negara serta terus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia, riset, inovasi, dan keberlanjutan.

Dengan bergabungnya Charvet ke dalam keluarga besar Chanel, dunia fashion melihat sebuah sinyal kuat bahwa masa depan industri mode mewah tidak hanya ditentukan oleh tren baru, tetapi juga oleh keberanian menjaga warisan. Akuisisi ini menjadi bukti bahwa di tengah persaingan global, nilai craftsmanship, sejarah, dan keahlian artisan tetap menjadi aset paling berharga yang layak dipertahankan untuk generasi berikutnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN