Aldi Taher Ngamuk, Tag Baskara Hindia usai Cuitan soal Unggahan Kontroversi: “Lu yang Katro dan Tolol!”

Doc: Instagram/@alditaher.official

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktor sekaligus penyanyi Aldi Taher kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan kritik keras kepada Baskara Putra, vokalis Hindia sekaligus personel .Feast.

Reaksi Aldi muncul menyusul polemik yang berawal dari unggahan lama Baskara yang dianggap menanggapi sebuah momen di konser .Feast dan Hindia.

Perdebatan bermula ketika sebuah unggahan di media sosial memperlihatkan seorang penonton konser membawa tulisan yang berbunyi, “Jadi apapun asal jangan jadi boti.”

Kalimat tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menganggap tulisan itu mengandung sindiran terhadap kelompok tertentu sehingga dinilai kontroversial.

Baskara kemudian ikut mengomentari unggahan tersebut melalui akun X miliknya.

20260702144437_Screenshot_11.jpg

Dalam cuitannya, ia menulis, “Tolol. Kameramen juga ngapain nyorot ginian, katro.” Pernyataan tersebut ramai diperbincangkan karena dinilai menyalahkan pihak kameramen yang mengambil gambar penonton tersebut.

Komentar Baskara langsung memancing reaksi dari Aldi Taher. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Aldi menuliskan pesan panjang yang berisi tantangan sekaligus kritik terhadap pelantun lagu-lagu Hindia tersebut.

“Lu yg katro dan tolol, gw di sisi kameramen, boleh jd apa aja asal jangan jadi boti (true), BISMILLAH LAWAN, harus minta maaf lo woi ke kameramen, pengen tau se-metal apa nyali lo???? Mana vocalist lo @ffeastt @teamhindia @lombasihiryes IG pribadi gak bisa di-tag, tanggung jawab sama cuitan lo? Inget ruang publik bukan buat main-main! Jangan sok artis lu, kameramen juga artis jangan semena-mena mulut lo ya. Bismillah debat intelek lu ama gw, kalo gak berani lo harus minta maaf ke kameramen, fcuk,” tulis Aldi.

Perdebatan juga meluas ke isu mengenai makna tulisan “Jadi apapun asal jangan jadi boti.”

Sebagian pihak menganggap kalimat tersebut bernada diskriminatif terhadap komunitas LGBTQ+, sementara yang lain berpendapat bahwa tulisan itu hanyalah bentuk ekspresi pribadi dari penonton konser.

Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi yang memastikan maksud sebenarnya dari pembuat tulisan tersebut.

Di tengah ramainya diskusi, Aldi Taher menegaskan bahwa yang menjadi fokus kritiknya adalah ucapan Baskara kepada kameramen.

Menurut Aldi, seorang pekerja di balik layar juga layak mendapatkan penghormatan dan tidak semestinya menjadi sasaran tudingan di ruang publik.

Sampai artikel ini ditulis, Baskara Putra belum memberikan tanggapan terbaru atas tantangan maupun permintaan maaf yang disampaikan Aldi Taher.

Polemik ini pun masih menjadi bahan perbincangan di media sosial, dengan berbagai pendapat bermunculan mengenai batas kebebasan berekspresi, tanggung jawab figur publik dalam menyampaikan opini, serta bagaimana sebuah unggahan dapat memicu perdebatan yang lebih luas.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN