Disindir Cewek Fatherless Pasti Matre, Rachel Vennya Beri Balasan Menohok
Ket. Rachel Vennya beri balasan menohok soal cewek fatherless disebut matre
Doc: Instagram dan Threads @rachelvennya
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Rachel Vennya kembali menjadi perbincangan publik setelah memberikan tanggapan terhadap sebuah utas di media sosial yang membahas perempuan dengan latar belakang fatherless.
Dalam unggahan tersebut, seorang netizen menyampaikan pendapatnya agar laki-laki tidak memilih pasangan yang tumbuh tanpa sosok ayah karena dianggap cenderung merepotkan dan memiliki sifat materialistis.
"From man to man: Jangan cari pasangan yang fatherless, asli nyusahin dan matre," bunyi unggahan tersebut.
Pernyataan tersebut kemudian memancing berbagai respons dari pengguna media sosial, termasuk Rachel Vennya yang diketahui ikut memberikan balasan.
Rachel yang sejak lama terbuka mengenai kehidupannya langsung membantah anggapan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pengalaman tumbuh tanpa sosok ayah tidak lantas membuat seseorang menjadi pribadi yang bergantung pada orang lain atau hanya mengejar materi.
"Kok aku nggak matre ya? Mungkin malah karena udah ngisi father figure sendiri. Jadi apa-apa sendiri dan nggak mau nyusahin orang lain," balas Rachel.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian banyak warganet. Menurut Rachel, kondisi yang ia alami sejak kecil justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang mandiri.
Ia terbiasa menyelesaikan berbagai persoalan sendiri dan tidak ingin membebani orang lain dalam menjalani kehidupan.
Tak berhenti sampai di situ, Rachel juga menjelaskan bahwa standar kebahagiaannya dalam sebuah hubungan tidak selalu berkaitan dengan hal-hal mahal. Ia bahkan mengaku lebih mudah tersentuh oleh perhatian sederhana dari pasangan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Rachel mengungkapkan bahwa dirinya bisa merasa sangat bahagia hanya karena mendapatkan perlakuan romantis yang sebenarnya merupakan bentuk perhatian paling dasar dari seorang laki-laki.
Hal tersebut menunjukkan bahwa baginya, kasih sayang dan ketulusan jauh lebih berarti dibandingkan materi.
Pandangan Rachel itu pun menuai beragam komentar. Banyak warganet yang setuju bahwa tidak adil menggeneralisasi seluruh perempuan fatherless dengan stereotip tertentu.
Mereka menilai karakter seseorang lebih dipengaruhi oleh pengalaman hidup, lingkungan, serta cara individu menyikapi keadaan, bukan semata-mata karena tumbuh tanpa figur ayah.
Di sisi lain, ada pula yang menilai unggahan awal tersebut terlalu menyederhanakan persoalan psikologis yang sebenarnya kompleks.
Kondisi fatherless memang dapat memberikan dampak yang berbeda pada setiap individu.
Ada yang mengalami kesulitan membangun hubungan, tetapi tidak sedikit pula yang justru berkembang menjadi sosok yang mandiri dan tangguh.
Respons Rachel Vennya menjadi salah satu contoh bahwa pengalaman hidup seseorang tidak bisa dijadikan dasar untuk memberikan cap negatif kepada kelompok tertentu.
Ia memilih menjawab dengan pengalaman pribadinya, bahwa keterbatasan yang dialami sejak kecil justru membuatnya terbiasa berjuang sendiri, tidak bergantung pada orang lain, dan tidak memiliki sifat materialistis seperti yang dituduhkan dalam unggahan tersebut.
Perdebatan ini pun kembali mengingatkan publik bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda.
Karena itu, menilai karakter seseorang hanya berdasarkan latar belakang keluarganya bukanlah cara yang bijak.
Pengalaman Rachel menunjukkan bahwa seseorang yang tumbuh tanpa sosok ayah tetap bisa menjadi pribadi yang mandiri, menghargai perhatian kecil, dan tidak selalu sesuai dengan stigma yang kerap dilekatkan pada istilah fatherless.*
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Disindir Cewek Fatherless Pasti Matre, Rachel Vennya Beri Balasan Menohok .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!