Anak Amanda Manopo Didiagnosis Alergi Susu dan Ikan, Apa yang Menyebabkannya?
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Artis Amanda Manopo mengungkapkan bahwa putranya, Baby Zac, memiliki alergi terhadap susu sapi dan harus berhati-hati terhadap konsumsi ikan. Kondisi tersebut membuat Amanda lebih selektif dalam memilih makanan karena saat ini masih menyusui sang buah hati.
Kasus yang dialami Baby Zac sebenarnya bukan kondisi yang langka. Alergi makanan, khususnya alergi susu sapi, termasuk salah satu jenis alergi yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak-anak.
Menurut para ahli, kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali protein dalam makanan sebagai zat berbahaya sehingga memicu reaksi alergi. Lalu, mengapa kondisi ini bisa terjadi?
Mengapa Bayi Bisa Alergi Susu sejak Lahir?
Menurut penjelasan Mayo Clinic, alergi susu sapi bukan disebabkan oleh kandungan laktosa, melainkan karena respons sistem imun terhadap protein susu seperti kasein dan whey.
Saat protein tersebut masuk ke tubuh, sistem imun akan memproduksi antibodi yang memicu pelepasan zat kimia seperti histamin sehingga muncul berbagai gejala alergi.
Pada bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif, protein susu sapi yang dikonsumsi ibu juga dapat berpindah dalam jumlah kecil melalui ASI dan memicu reaksi pada bayi yang sensitif terhadap protein tersebut.
Karena itu, beberapa ibu menyusui perlu menghindari produk berbahan susu berdasarkan rekomendasi dokter.
Faktor Risiko yang Membuat Bayi Lebih Rentan
Meski penyebab pasti alergi makanan belum sepenuhnya dipahami, para ahli telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang anak mengalami alergi makanan, termasuk alergi susu sapi dan ikan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Beberapa faktor risiko tersebut antara lain:
-
Riwayat alergi dalam keluarga.
-
Memiliki eksim atau dermatitis atopik.
-
Memiliki alergi makanan lain.
-
Usia bayi dan balita yang sistem pencernaannya masih berkembang.
-
Riwayat penyakit alergi seperti asma atau rhinitis alergi dalam keluarga.
Anak yang memiliki kulit sensitif atau eksim juga diketahui lebih berisiko mengalami alergi makanan dibandingkan anak tanpa gangguan kulit atopik.
Gejala yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Gejala alergi susu maupun alergi ikan pada bayi dapat berbeda-beda pada setiap anak. Sebagian bayi hanya mengalami reaksi ringan, tetapi ada pula yang mengalami gejala yang lebih berat.
Tanda-tanda umum yang perlu diwaspadai meliputi:
-
Ruam merah pada kulit.
-
Gatal-gatal atau biduran.
-
Wajah atau bibir membengkak.
-
Muntah.
-
Diare.
-
Sakit perut atau kolik.
-
Mengi dan sesak napas.
-
Kulit mudah kemerahan setelah terpapar alergen.
Dalam kasus yang jarang terjadi tetapi berbahaya, alergi makanan dapat memicu anafilaksis. Kondisi ini merupakan reaksi alergi berat yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan penurunan tekanan darah sehingga memerlukan pertolongan medis darurat.
Apakah Alergi Ikan Bisa Terjadi pada Bayi?
Jawabannya adalah bisa. Ikan termasuk salah satu makanan yang paling sering memicu alergi makanan. Reaksi alergi muncul ketika sistem imun menganggap protein tertentu yang terdapat dalam ikan sebagai ancaman bagi tubuh.
Pada sebagian anak, alergi ikan dapat bertahan hingga usia dewasa. Kondisi ini berbeda dengan alergi susu sapi yang dalam banyak kasus dapat membaik seiring bertambahnya usia anak.
Karena itu, apabila seorang bayi menunjukkan gejala alergi setelah terpapar ikan, baik secara langsung maupun melalui ASI, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter spesialis alergi-imunologi guna memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Bisakah Alergi Susu Sembuh?
Kabar baiknya, sebagian besar anak dengan alergi susu sapi akan mengalami toleransi seiring pertumbuhan. Mayo Clinic menyebut banyak anak dapat “mengatasi” alergi susu ketika sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh mereka semakin matang.
Meski demikian, proses tersebut berbeda pada setiap anak sehingga tetap memerlukan pemantauan dan evaluasi dari dokter secara berkala.
Oleh karena itu, langkah terpenting yang perlu dilakukan orang tua adalah mengenali gejala alergi sejak dini, menghindari makanan yang menjadi pemicu reaksi alergi, serta memastikan kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi melalui pengawasan tenaga medis yang kompeten.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Anak Amanda Manopo Didiagnosis Alergi Susu dan Ikan, Apa yang Menyebabkannya? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!