Melalui Program SERASI, UI Bekali Orang Tua Dampingi Puberitas Remaja Penyandang Cerebral Palsy

Doc: Dok. Istimewa

DEPOK, KUCANTIK.COM — Universitas Indonesia (UI) melalui Program Studi Fisioterapi Sekolah Vokasi UI kembali menggelar program pengabdian kepada masyarakat (pengmas) bertajuk “SERASI (Sehat Bestari Remaja Putri): Pemberdayaan Orang Tua melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Penyandang Cerebral Palsy.”

Berkolaborasi dengan Rumah Cerebral Palsy Depok, program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan teknis para orang tua dalam mendampingi remaja putri penyandang Cerebral Palsy (CP) saat memasuki masa pubertas dan menjaga kesehatan reproduksinya secara berkelanjutan.

Isu kesehatan reproduksi bagi remaja penyandang disabilitas hingga kini masih menghadapi tantangan kompleks. Banyak orang tua merasa kesulitan dalam memberikan pemahaman mengenai perubahan fisik, memfasilitasi kesiapan menstruasi pertama, hingga menerapkan tata cara perawatan kebersihan diri yang sesuai dengan keterbatasan motorik anak. Menjawab tantangan nyata tersebut, Sekolah Vokasi UI menghadirkan pendekatan edukasi berbasis praktik langsung yang komprehensif, terstruktur, dan mudah diaplikasikan di lingkungan keluarga.

Rangkaian pengmas ini diawali dengan webinar edukatif, kemudian dilanjutkan dengan puncak kegiatan interaktif di Kampus UI Depok. Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas remaja putri penyandang CP beserta orang tua dan pendamping mendapatkan pelatihan langsung. Pelatihan ini mencakup panduan menghadapi menstruasi pertama, pemilihan produk sanitasi yang sesuai dengan kebutuhan fisik anak, teknik penanganan awal nyeri haid menggunakan terapi kompres hangat, hingga edukasi pengaturan posisi tubuh yang ergonomis untuk kenyamanan anak. 

Ketua Tim Pengmas, Faizah Abdullah, SSt., S.Ft., M.Biomed., menegaskan bahwa semua remaja putri tanpa terkecuali memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi dan pendampingan kesehatan reproduksi yang tepat.

“Remaja putri penyandang CP mengalami proses perkembangan pubertas yang sama seperti remaja lainnya, bahkan dalam beberapa kasus tanda-tanda pubertas dapat muncul lebih dini. Karena itu, kesiapan orang tua adalah kunci. Melalui SERASI, kami tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga membangun kepercayaan diri orang tua agar mampu memberikan pendampingan yang aman, nyaman, serta mampu menjaga kemandirian anak di rumah,” ungkap Faizah.

Keterlibatan aktif mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Indonesia (HIMAFIS UI) di bawah supervisi dosen ahli turut memperkuat pendampingan intensif bagi setiap peserta. Selain aspek fisik dan medis, para orang tua juga dibekali teknik komunikasi terbuka untuk membimbing anak mengenali perubahan tubuh serta mengekspresikan rasa tidak nyaman secara positif.

Manfaat nyata dari pendekatan holistik ini dirasakan langsung oleh para peserta. Bunda Fatimah, salah seorang orang tua peserta, mengaku kini memiliki kesiapan mental dan keterampilan praktis dalam mendampingi putrinya.

“Alhamdulillah, kegiatan SERASI memberikan bekal yang sangat konkret. Saya jadi paham cara menyikapi tanda pubertas yang mulai muncul pada anak saya, mulai dari penanganan nyeri haid, penyesuaian posisi duduk yang nyaman untuk anak CP, hingga pencegahan infeksi area kewanitaan. Ini membuat saya jauh lebih siap dan tenang,” tuturnya.

Inisiatif ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 tentang “Kehidupan Sehat dan Sejahtera” melalui peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi; SDG 4 perihal “Pendidikan Berkualitas” yang inklusif dan aplikatif; SDG 10 tentang “Berkurangnya Kesenjangan” dengan memastikan akses informasi kesehatan dapat diraih dengan mudah dan merata oleh remaja difabel; serta SDG 17 soal “Kemitraan untuk Mencapai Tujuan” yang termanifestasikan lewat kolaborasi lintas sektor dalam pengmas ini.

Lebih dari sekadar pemenuhan kewajiban akademis, keberlanjutan program SERASI mengukuhkan posisi UI sebagai flagship university yang memelopori kepedulian sosial berbasis keilmuan. Kehadiran UI di tengah masyarakat terbukti mampu menghadirkan solusi atas persoalan riil, membawa dampak sosial yang nyata bagi penguatan kapasitas keluarga, serta mendorong tatanan masyarakat Indonesia yang semakin inklusif, adil, dan bermartabat.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN