5 Makanan Penyebab Kanker yang Sering Dikonsumsi, Batasi Mulai Sekarang!

Ket. Illustrasi makanan fast food.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Banyak orang fokus menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga atau mengonsumsi suplemen. Namun, tanpa disadari, kebiasaan makan sehari-hari justru bisa menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk kanker.

Cantiks, Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini merenggut hampir 10 juta nyawa setiap tahunnya. Meski faktor genetik memiliki peran penting, para ahli menegaskan gaya hidup dan pola makan juga berkontribusi besar terhadap munculnya berbagai jenis kanker.

Sayangnya, sejumlah makanan yang sering dikonsumsi masyarakat ternyata mengandung senyawa yang berpotensi meningkatkan risiko pertumbuhan sel kanker jika dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka panjang.

Bukan berarti makanan-makanan ini harus dihindari sepenuhnya, tetapi membatasi konsumsinya dapat menjadi langkah bijak untuk menjaga kesehatan tubuh. Berikut lima jenis makanan yang perlu diwaspadai.

1. Gorengan, Favorit Banyak Orang yang Menyimpan Risiko Tersembunyi

Sulit rasanya menolak kelezatan gorengan yang renyah dan gurih. Mulai dari bakwan, tempe goreng, hingga pisang goreng menjadi camilan favorit banyak orang.

Namun di balik rasanya yang menggoda, makanan yang digoreng pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa bernama akrilamida. Senyawa ini terbentuk ketika bahan makanan yang mengandung pati dipanaskan dalam suhu tinggi.

Sejumlah penelitian menunjukkan akrilamida dapat merusak sel dan DNA tubuh. Selain itu, konsumsi gorengan secara berlebihan juga berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas dan diabetes tipe 2, dua kondisi yang dapat memicu peradangan kronis dan meningkatkan risiko kanker.

2. Daging Merah yang Dikonsumsi Berlebihan

Daging merah seperti sapi, kambing, domba, dan babi memang menjadi sumber protein yang baik. Namun, cara pengolahan dan jumlah konsumsi perlu diperhatikan.

Ketika daging merah dimasak dengan suhu sangat tinggi, seperti dibakar atau dipanggang hingga gosong, dapat terbentuk senyawa heterocyclic amines (HCA). Senyawa ini diketahui berpotensi meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar, kanker lambung, kanker pankreas, dan kanker payudara.

Karena itu, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi daging merah dalam jumlah moderat dan menghindari proses memasak yang terlalu ekstrem.

3. Daging Olahan yang Praktis tetapi Perlu Diwaspadai

Sosis, kornet, salami, nugget, hingga daging asap memang praktis dan banyak digemari. Namun, berbagai produk ini termasuk kategori daging olahan yang sering mengandung bahan pengawet seperti nitrit.

Dalam kondisi tertentu, nitrit dapat membentuk senyawa N-nitroso yang bersifat karsinogenik. Selain itu, proses pengasapan juga dapat menghasilkan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), senyawa yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Mengonsumsi daging olahan sesekali mungkin tidak menjadi masalah, tetapi konsumsi rutin dalam jumlah besar sebaiknya dihindari.

4. Makanan yang Terlalu Matang atau Gosong

Banyak orang menyukai bagian makanan yang sedikit gosong karena dianggap lebih lezat. Padahal, makanan yang dimasak terlalu matang dapat menghasilkan berbagai senyawa berbahaya.

Saat makanan dipanaskan dalam suhu sangat tinggi hingga hangus, dapat terbentuk senyawa seperti PAHs dan HCA yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Untuk mengurangi risiko tersebut, metode memasak yang lebih sehat seperti merebus, mengukus, atau menumis dengan suhu sedang bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

5. Makanan Ultra Proses yang Kian Populer

Di era modern, makanan ultra proses semakin mudah ditemukan. Jenis makanan ini telah mengalami banyak proses industri dan biasanya mengandung tambahan gula, garam, lemak, pewarna, perasa, hingga pengawet dalam jumlah tinggi.

Contohnya meliputi minuman bersoda, makanan instan, pizza beku, roti kemasan, permen, es krim, dan sereal manis.

Berbagai penelitian menunjukkan konsumsi makanan ultra proses secara berlebihan dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, kanker payudara, serta berbagai penyakit metabolik lainnya.

Bukan Dilarang, Tapi Perlu Dibatasi

Penting untuk dipahami kelima jenis makanan di atas tidak otomatis menyebabkan kanker jika dikonsumsi sesekali. Risiko biasanya meningkat ketika makanan tersebut dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang dan disertai pola hidup yang tidak sehat.

Karena itu, kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan. Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta makanan segar yang kaya nutrisi. Lengkapi juga dengan olahraga rutin, tidur cukup, dan menghindari kebiasaan merokok.

Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker, sekaligus menjaga kualitas hidup tetap optimal hingga usia lanjut.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN