Hati-Hati Mencoba Tester Kosmetik di Pusat Perbelanjaan, Risiko Infeksi Bisa Mengintai

Ket. Foto ilustrasi tester lipstik sebarkan virus Herpes

Doc: Instagram/@viral.sekali

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Mencoba tester kosmetik sebelum membeli sudah menjadi kebiasaan banyak orang saat berbelanja di pusat perbelanjaan atau toko kecantikan.

Mulai dari lipstik, foundation, hingga produk perawatan kulit, tester dianggap membantu konsumen menemukan warna dan produk yang paling sesuai.

Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan.

Salah satu kasus yang pernah menarik perhatian publik terjadi di California, Amerika Serikat. Melansir dari laman NBS News, seorang wanita diduga tertular herpes pada area bibir setelah menggunakan sampel lipstik tester yang digunakan secara bergantian oleh banyak pengunjung. 

Kasus ini menjadi perhatian penting bahwa produk kosmetik yang dipakai bersama dapat menjadi media penyebaran berbagai mikroorganisme, termasuk virus dan bakteri.

Virus Menular

Secara medis, virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1) merupakan penyebab umum herpes oral yang ditandai dengan munculnya lepuhan atau luka di sekitar bibir dan mulut.

Virus ini biasanya menular melalui kontak langsung dengan cairan atau luka yang terinfeksi. Namun dalam kondisi tertentu, HSV-1 juga dapat bertahan pada permukaan yang lembap untuk sementara waktu, termasuk pada produk kosmetik seperti lipstik atau alat aplikator yang terkontaminasi.

Ketika seseorang yang terinfeksi menggunakan tester dan meninggalkan partikel virus pada permukaan produk, risiko penularan kepada pengguna berikutnya dapat meningkat.

Penularan bisa terjadi saat produk tersebut langsung dioleskan ke bibir, kulit, atau area wajah yang memiliki luka kecil yang tidak terlihat.

Risiko Penularan Penyakit Lain

Bukan hanya herpes, penggunaan tester yang tidak higienis juga berpotensi menularkan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Bakteri yang menumpuk pada kuas makeup, spons, atau produk krim dapat menyebabkan iritasi kulit, jerawat, infeksi mata, hingga peradangan pada area wajah yang sensitif.

Risiko ini semakin tinggi jika produk tester sudah digunakan oleh banyak orang dalam jangka waktu lama tanpa pembersihan yang memadai.

Untuk mengurangi risiko tersebut, konsumen disarankan lebih berhati-hati saat mencoba produk kecantikan di toko.

Hindari mengoleskan tester secara langsung ke bibir, mata, atau wajah. Sebagai alternatif, cobalah warna lipstik atau produk lainnya di bagian punggung tangan terlebih dahulu.

Cara ini dapat membantu melihat warna dan tekstur produk tanpa meningkatkan risiko kontak langsung dengan area sensitif.

Selain itu, jangan ragu meminta bantuan staf toko untuk membersihkan atau mensterilkan produk sebelum digunakan.

Banyak toko kecantikan menyediakan alkohol atau alat sanitasi khusus untuk menjaga kebersihan tester. Jika tersedia aplikator sekali pakai, gunakan fasilitas tersebut untuk meminimalkan kemungkinan kontaminasi silang.

Menjaga kebersihan saat mencoba kosmetik bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan kulit.

Dengan lebih waspada dan menerapkan langkah-langkah higienis sederhana, konsumen dapat menikmati pengalaman berbelanja yang aman sekaligus mengurangi risiko penularan infeksi.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN