Trump Diperkirakan bakal Mendesak Xi Jinping Beli Lebih Banyak Minyak dan Gas AS

Doc: istimewa

SINGAPURA, KUCANTIK.COM - Banyak analis menduga bahwa dalam pertemuan puncak yang direncanakan di Beijing pada pertengahan Mei ini, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bakal mendesak Presiden Tiongkok, Xi Jinping membeli lebih banyak minyak dan gas Amerika,

Kendati demikian, para analis memperkirakan Trump akan menghadapi perlawanan keras dari Beijing, karena Tiongkok memprioritaskan kemerdekaan energi dan memandang AS sebagai mitra dagang yang tidak dapat diandalkan.

Sekilas, krisis pasokan bahan bakar global yang dipicu oleh perang di Iran menghadirkan peluang untuk kesepakatan energi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Sebab, sekitar setengah dari impor minyak mentah Tiongkok dan hampir sepertiga dari impor gas alam cair (LNG) berasal dari Timur Tengah.

Impor tersebut terganggu oleh blokade Iran dan AS terhadap Selat Hormuz.

Belum lagi kerusakan kilang-kilang besar di Teluk seperti Kota Industri Ras Laffan di Qatar, yang menyumbang seperlima dari pasokan LNG dunia.

AS sendiri merupakan produsen minyak dan gas terbesar di dunia, sehingga menjadi pilihan menarik bagi pembeli Tiongkok yang mencari alternatif.

Bagi Trump, menjual lebih banyak minyak dan gas ke Tiongkok akan sesuai dengan tujuannya untuk mengurangi defisit perdagangan Amerika dengan Tiongkok dan mengalihkan perhatian Beijing dari musuh-musuh AS seperti Russia.

Hal itu juga sejalan dengan agenda energi pemimpin AS, yang berpusat pada produksi dan ekspor bahan bakar fosil sebagai sarana untuk mendapatkan keunggulan strategis.

Beberapa analis memperkirakan bahwa Tiongkok mungkin setuju untuk membeli energi AS dalam jangka pendek, ketidakpercayaan yang terus membara antara kedua negara adidaya tersebut menghalangi terobosan besar dalam hubungan energi yang ditandai oleh persaingan strategis.

“Masalah energi mungkin akan muncul dalam diskusi tentang Iran, dan Trump kemungkinan akan meminta Xi untuk membantu membuka Selat Hormuz dan menahan diri dari membeli minyak Iran,” kata Erica Downs, seorang peneliti senior di Pusat Kebijakan Energi Global di Universitas Columbia.

“Trump mungkin akan meminta Xi untuk membeli minyak AS sebagai gantinya, yang akan semakin memperkuat kepentingan Trump untuk mendapatkan komitmen dari Tiongkok untuk membeli lebih banyak barangbarang mahal seperti energi, proyek pertanian, dan pesawat Boeing.”

“Dalam jangka panjang, konflik di Timur Tengah kemungkinan akan memperkuat tekad Tiongkok untuk meningkatkan kemandirian energinya melalui penggunaan sumber daya domestik yang lebih besar, terutama energi non-fosil.”

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN