Deretan Tragedi Kereta Api Paling Mematikan di Indonesia, Bekasi Timur Jadi yang Terbaru

Ket. Tragedi Kereta Api Paling Mematikan di Indonesia

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.50 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan bahwa tujuh orang tewas akibat kejadian tersebut. Seluruh korban merupakan penumpang KRL. Sementara itu, sebanyak 240 penumpang kereta api Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat dan telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Sejauh ini, kami telah mengevakuasi 81 penumpang yang mengalami cedera, kemudian ada tujuh penumpang yang sudah dinyatakan meninggal,” ujar Anne Purba, Wakil Presiden Corcomm PT KAI, dalam program Breaking News Metro TV, Selasa, 28 April 2026.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan tabrakan kereta api di Indonesia. Selain itu, kejadian ini juga disebut sebagai kecelakaan pertama dalam sejarah yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL secara bersamaan.

Sejak jalur kereta api pertama kali dibangun di Indonesia pada tahun 1864, sejumlah kecelakaan besar telah terjadi. Berikut beberapa di antaranya:

1. Kecelakaan Kereta Padang Panjang/Lembah Anai 1944

Kecelakaan di kawasan Lembah Anai, Padang Panjang, Sumatera Barat, menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada masa pendudukan Jepang, saat jalur kereta digunakan sebagai sarana logistik penting.

Sekitar 200 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Banyaknya korban membuat warga setempat membangun kuburan massal serta Tugu Kecelakaan Kereta Api Padang Panjang sebagai pengingat.

Penyebab utama kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman yang membuat roda lokomotif terlepas dan kereta tidak terkendali hingga tergelincir.

2. Tabrakan Kereta Api Ratujaya 1968

Peristiwa ini terjadi pada 20 September 1968 di Ratujaya, Cipayung, Depok, melibatkan kereta api bernomor 406 dan 309 di jalur Manggarai–Bogor. Pada masa itu, sistem operasional kereta masih mengandalkan komunikasi manual antarpetugas.

Dua kereta listrik bertabrakan secara frontal, mengakibatkan 116 orang meninggal dunia, 84 orang luka berat, dan 52 orang luka ringan. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp7,8 juta.

3. Tragedi Bintaro I 1987

Kecelakaan ini terjadi pada Senin pagi, 19 Oktober 1987, di Pondok Betung, Bintaro. Dua kereta yang terlibat adalah KA 220 Ekonomi Patas rute Tanah Abang–Merak dan KA 225 Lokal Rangkasbitung–Jakarta Kota.

Tabrakan terjadi di tikungan jalur Bintaro dan menyebabkan lebih dari 139 orang tewas serta sedikitnya 254 orang lainnya mengalami luka-luka.

4. Tabrakan KRL Ratu Jaya Depok 1993

Peristiwa ini melibatkan dua KRL ekonomi yang melaju dari arah berlawanan di jalur yang sama. Tabrakan keras terjadi di Desa Ratu Jaya hingga menyebabkan bagian depan kereta saling bertumpuk.

Kecelakaan dipicu kesalahpahaman komunikasi antara petugas di Stasiun Depok Lama dan Stasiun Citayam. Akibatnya, dua rangkaian kereta bergerak bersamaan di satu jalur. Peristiwa ini menewaskan 20 orang dan melukai sekitar 100 lainnya.

5. Tabrakan KA Empu Jaya dan KA Gaya Baru Malam Selatan 2001

Kecelakaan terjadi pada 25 Desember 2001 di Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes, Jawa Tengah. KA Empu Jaya menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan yang sedang berhenti di stasiun.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh kesalahan manusia. Meski masinis KA Empu Jaya, Mohamad Toat, menyatakan sistem pengereman berfungsi normal, pemeriksaan kepolisian juga memastikan kondisi teknis kereta dalam keadaan baik. PT KAI kemudian menyatakan bahwa tanggung jawab berada pada masinis. Insiden ini menewaskan 31 orang dan melukai puluhan lainnya.

6. Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KA Senja Utama Semarang 2010

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu dini hari, 2 Oktober 2010, di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KA Senja Utama Semarang yang sedang berhenti menunggu sinyal.

Sebagian besar penumpang tengah tertidur saat kejadian berlangsung. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang kereta. Kementerian Perhubungan mencatat 34 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka serius.

7. Tabrakan KA Turangga dan Commuter Line Bandung Raya 2024

Kecelakaan ini terjadi pada Jumat, 5 Januari 2024, di Km 181+700 antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka, Kabupaten Bandung. Insiden melibatkan KA Turangga rute Surabaya Gubeng–Bandung dan KA 350 Commuter Line Bandung Raya.

Peristiwa tersebut mengakibatkan empat pegawai kereta api, termasuk masinis dan asistennya, meninggal dunia, serta melukai 37 penumpang. Laporan akhir Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut penyebab kecelakaan adalah gangguan pada sistem persinyalan yang tidak terdeteksi sebelum kejadian berlangsung.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN