Kolaborasi Stella McCartney x H&M Rilis Fashion Ramah Lingkungan, Tapi Banjir Kritikan

Jum'at, 17 Apr 2026, 20:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia fashion kembali diguncang dengan kolaborasi terbaru antara Stella McCartney dan H&M. Mengusung konsep sustainable fashion, koleksi ini langsung menyita perhatian, bukan hanya karena desainnya, tetapi juga karena kontroversi yang mengikutinya.

Ini bukan kali pertama McCartney bekerja sama dengan brand high street tersebut. Setelah sukses besar lebih dari 20 tahun lalu, kolaborasi kedua ini hadir dengan misi yang lebih ambisius, membawa fashion ramah lingkungan ke pasar yang lebih luas. Sebagai desainer yang dikenal konsisten menolak penggunaan bahan hewani seperti kulit dan bulu, McCartney kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui koleksi ini.

20260417160748_koleksi-stella-mccartney-spring-summer-2022-1.jpeg

Ket. Foto: Kolaborasi Stella McCartney dan H&M. — Sumber: Istimewa

Dok. Istimewa

Stella McCartney.

Salah satu item yang mencuri perhatian adalah kaus bertuliskan Rock Royalty, yang terinspirasi dari penampilannya di Met Gala 1999 sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada sang ayah, Paul McCartney. Selain itu, koleksi ini juga menampilkan berbagai potongan tailoring modern, mulai dari blazer pinstripe oversized hingga celana berbahan wol yang diproduksi dengan standar keberlanjutan yang lebih ketat.

Namun di balik desain yang stylish, terdapat misi besar yang ingin disampaikan. McCartney secara terbuka mengkritik industri fashion yang menurutnya terlalu elitis. Ia ingin menghadirkan desain berkualitas tinggi yang bisa diakses oleh lebih banyak orang, terutama generasi muda yang selama ini hanya bisa mengagumi tanpa mampu membeli.

Menariknya, koleksi ini juga menghadirkan versi terbaru dari tas ikonik Falabella, yang dikenal sebagai vegan it bag. Kini, tas tersebut dibuat menggunakan polyamide daur ulang sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Setiap item dalam koleksi ini bahkan dilengkapi label edukatif yang menjelaskan material yang digunakan, seperti manik-manik dari 80% kaca daur ulang hingga jaket dengan efek python berbahan plastik dari limbah nabati dan pertanian.

20260417160826_stella-mccartney-ready-to-wear-springsummer-2026-1762576612679.jpeg

Dok. Istimewa

Stella McCartney dan H&M.

Meski membawa pesan positif, kolaborasi ini tidak lepas dari kritik tajam. Banyak pihak mempertanyakan langkah McCartney menggandeng brand sebesar H&M yang kerap diasosiasikan dengan fast fashion. Tuduhan greenwashing pun mencuat, terutama setelah laporan sebelumnya menyebut klaim lingkungan perusahaan tersebut tidak sepenuhnya akurat.

McCartney sendiri tidak menutup mata terhadap kritik tersebut. Ia mengakui sempat ragu, namun akhirnya melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk menciptakan perubahan dari dalam. Baginya, berdialog dengan pemain besar industri, meskipun kontroversial, langkah strategis untuk mendorong transformasi yang lebih luas.

Di sisi lain, pihak H&M menyebut kehadiran McCartney sebagai katalis penting dalam mendorong penggunaan material yang lebih ramah lingkungan, seperti kapas organik dan bahan daur ulang. Meski demikian, bayang-bayang masalah lingkungan masih membayangi, termasuk laporan tentang pembuangan limbah tekstil di wilayah sensitif seperti Ghana.

Terlepas dari pro dan kontra, kolaborasi ini membuka diskusi penting tentang masa depan fashion. Apakah ini benar-benar langkah menuju industri yang lebih bertanggung jawab, atau sekadar strategi pemasaran yang dibungkus narasi hijau?

Bagi McCartney, perubahan besar memang tidak terjadi dalam semalam. Namun, setiap langkah kecil tetap berarti dalam upaya memperbaiki industri yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang kerusakan lingkungan terbesar di dunia.

  • sustainable fashion
  • Kolaborasi Stella McCartney dan H&M

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.