- Home
-
- Entertainment
-
- Geger AI Buatan Anthropi...
Geger AI Buatan Anthropic Dikabarkan 'Retas' Badan Intelijen AS, Ini Fakta Sebenarnya
Jum'at, 26 Jun 2026, 13:40 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh kabar bahwa sebuah kecerdasan buatan (AI) canggih bernama Mythos berhasil membobol sistem rahasia milik Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA). Namun, pihak terkait segera meluruskan bahwa kabar tersebut kurang tepat dan cenderung dibesar-besarkan.
Kabar ini awalnya muncul dari laporan majalah The Economist. Laporan itu mengutip ucapan Kepala NSA, Jenderal Joshua Rudd, yang menyebut bahwa model AI buatan perusahaan Anthropic tersebut mampu menembus hampir semua sistem rahasia mereka hanya dalam hitungan jam, bukan minggu.
Kutipan itu langsung viral dan memicu narasi seram bahwa AI telah menjadi "hacker" otonom yang menakutkan. Menanggapi kehebohan tersebut, penulis asli laporan tersebut langsung memberikan klarifikasi ke publik untuk meluruskan kesalahpahaman.
Bukan Peretasan, Melainkan Uji Coba Resmi
Faktanya, peristiwa tersebut bukanlah pembobolan ilegal atau serangan siber dari luar. Kejadian itu merupakan bagian dari uji coba keamanan internal resmi yang terjadwal.
Dalam dunia teknologi, uji coba ini dikenal dengan istilah red-team test, yaitu sebuah simulasi di mana tim internal sengaja menguji kekuatan sistem mereka sendiri dengan cara "menyerangnya" menggunakan teknologi baru.
Pihak Anthropic juga menegaskan bahwa AI mereka tidak benar-benar meretas secara mandiri. AI tersebut hanya menemukan celah kecil (jailbreak) yang memang biasa ditemukan pada model AI lain. Kejadian sebenarnya adalah ketika AI diminta memeriksa barisan kode komputer, AI tersebut menemukan beberapa eror kecil (bug) yang sebenarnya sudah diketahui oleh pihak NSA sejak lama.
Pemerintah AS Langsung Ambil Langkah Tegas
Meski hanya simulasi, hasil uji coba ini membuat pemerintah Amerika Serikat waspada. Sehari setelah tes tersebut, pemerintah AS langsung mengeluarkan aturan ketat yang melarang warga negara asing, termasuk karyawan asing yang bekerja di Anthropic untuk mengakses model AI canggih ini demi keamanan nasional.
Langkah ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya pemerintah AS membatasi ekspor langsung pada perangkat lunak AI, bukan pada perangkat keras atau mesin komputer seperti biasanya.
Saat ini, pihak Anthropic sedang bekerja sama erat dengan pemerintah AS dan Gedung Putih untuk menyusun panduan keselamatan baru. Mereka berharap sistem AI ini bisa segera digunakan kembali dengan aman tanpa risiko disalahgunakan oleh pihak asing.
- AI Buatan Anthropic
- Badan Intelijen AS
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.