Tampil di Acara Dewasa, Brand Skincare Anak Moell Tuai Protes: Benarkah Jadi Sponsor Marapthon?

Ket. Marapthon.

Doc: Instagram @weareaaaclan

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Apa yang menyebabkan brand skincare anak Moell dikritik netizen dalam acara Marapthon baru-baru ini?

Jagat media sosial tengah diramaikan oleh diskusi hangat mengenai kemunculan produk perawatan bayi tersebut dalam siaran langsung yang dinilai tidak selaras dengan citra segmen anak-anak.

Kekecewaan publik bermula saat keterlibatan putra Erika Carlina, Andrew, dalam promosi produk dianggap berada dalam lingkungan yang kurang edukatif bagi audiens di bawah umur.

Simak kronologi lengkap kontroversi ini serta klarifikasi resmi Uung Victoria Finky selaku pemilik Moell terkait status kerja sama dan evaluasi besar bagi visi branding mereka di tengah desakan kritik warganet.

Awal Mula Kontroversi di Media Sosial

Keriuhan bermula saat potongan tayangan Marapthon beredar luas, memperlihatkan keterlibatan Erika Carlina bersama putranya, Andrew, dalam mempromosikan produk tersebut di tengah suasana acara.

Warganet menyayangkan keputusan penempatan iklan (product placement) tersebut. Banyak yang menilai bahwa produk perawatan bayi dan anak yang seharusnya mengusung citra edukatif dan bersih, justru tampil dalam lingkungan yang dianggap tidak sesuai untuk segmen usia anak-anak.

Klarifikasi Pemilik Brand: Bukan Sponsor Acara

Merespons kritik yang semakin masif, pemilik Moell, Uung Victoria Finky, memberikan klarifikasi resmi melalui akun Threads pribadinya. Ia menegaskan bahwa secara organisasional, Moell tidak berperan sebagai sponsor resmi acara Marapthon.

Uung menjelaskan bahwa keterlibatan tersebut merupakan bagian dari kontrak kerja sama dengan Andrew, yang awalnya ditujukan untuk mendukung program sosial Moell di Kangean, Madura, bulan depan.

"Ibu-ibu makasih banyak yang sudah tag aku, aku baca satu per satu masukan dari kalian dan aku minta maaf kalau banyak hal yang luput dari kacamata kita," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Evaluasi dan Pengakuan "Blindspot" Operasional

Dalam penjelasannya, pihak manajemen mengaku telah menetapkan aturan ketat sebelum acara dimulai, termasuk memastikan lingkungan steril dan bebas asap rokok. Namun, ia mengakui adanya ketidaksesuaian pelaksanaan di lapangan dengan rencana awal.

Kritik dari publik diterima sebagai evaluasi besar bagi tim Moell. Uung menyebutkan bahwa masukan netizen membantu brand menemukan blindspot atau hal-hal yang terlewat dalam pengawasan visi branding mereka.

Pihak brand menyatakan rasa terima kasih atas kritik konstruktif tersebut dan berkomitmen untuk lebih selektif dalam menjaga tanggung jawab moral sebagai brand anak di masa mendatang.

Krisis komunikasi yang menimpa Moell menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pelaku industri kreatif mengenai pentingnya keselarasan antara visi produk dan konteks penempatannya di media digital.

Meskipun pihak manajemen telah memberikan klarifikasi dan mengakui adanya blindspot dalam pelaksanaan di lapangan, tanggung jawab moral terhadap perlindungan citra anak tetap menjadi sorotan utama konsumen. 

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN