Sering Menangis Baik untuk Kesehatan? Dokter Qorry Amanda Jelaskan Kaitannya dengan Autoimun dan Kanker

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernyataan seorang dokter bernama Qorry Amanda di media sosial menarik perhatian publik setelah ia menanggapi sebuah unggahan yang menyebut perempuan sebaiknya sering menangis agar tidak terkena kanker dan penyakit autoimun.

Dalam komentarnya, Qorry menyatakan bahwa ada benarnya hubungan antara emosi yang terpendam dengan kesehatan tubuh, khususnya yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.

Menurut Qorry, banyak orang terbiasa memendam emosi demi menjaga citra diri sebagai pribadi yang kuat atau baik di hadapan orang lain. Mereka memilih diam ketika marah, sedih, atau terluka.

Bahkan dalam banyak kasus, seseorang berusaha terus memahami orang lain sambil menekan perasaan sendiri. Pola seperti ini, kata Qorry, dapat menciptakan tekanan psikologis yang tidak disadari.

Berbuhungan dengan Sistem Kekebalan Tubuh

Ia menjelaskan bahwa dari sudut pandang psikoneuroimunologi, ilmu yang mempelajari hubungan antara pikiran, sistem saraf, dan sistem kekebalan tubuh, emosi yang tidak tersalurkan dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Apa yang dirasakan seseorang sering kali terus dipikirkan, dan pikiran tersebut dapat memicu respons biologis dalam tubuh.

Menangis sendiri sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh untuk melepaskan stres dan emosi yang terpendam. Ketika seseorang menangis, tubuh melepaskan hormon stres dan memberikan ruang bagi perasaan yang selama ini tertahan untuk keluar. Secara emosional, proses ini dapat memberikan rasa lega dan membantu mengurangi tekanan psikologis.

Namun Qorry juga menekankan bahwa menangis bukanlah “obat” yang secara langsung mencegah kanker atau penyakit autoimun. Ia menjelaskan bahwa kesehatan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetika, pola hidup, lingkungan, hingga kondisi psikologis. Menangis hanyalah salah satu bentuk ekspresi emosi yang dapat membantu menjaga keseimbangan mental.

Dalam konteks penyakit autoimun, stres emosional yang berat dan berlangsung lama memang diketahui dapat memicu flare atau kekambuhan gejala pada beberapa pasien.

Peradangan yang menjadi ciri utama penyakit autoimun dapat memburuk ketika seseorang mengalami tekanan psikologis yang tidak tersalurkan. Oleh karena itu, kemampuan mengelola emosi menjadi hal penting dalam menjaga kesehatan sistem imun.

Bahaya Memendam Emosi

Memendam emosi juga memiliki dampak lain. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menekan perasaan, terutama kemarahan dapat meningkatkan kadar hormon stres dalam tubuh. Kondisi ini berpotensi memicu peradangan kronis serta mengganggu fungsi kekebalan tubuh.

Hal serupa juga berkaitan dengan kanker. Stres kronis memang bukan penyebab langsung kanker, tetapi kondisi stres yang berkepanjangan dapat melemahkan sistem imun. Ketika sistem kekebalan tubuh menurun, kemampuan tubuh untuk mengenali dan melawan sel abnormal, termasuk sel kanker, juga dapat berkurang.

Karena itu, Qorry mengingatkan pentingnya memberikan ruang bagi diri sendiri untuk mengekspresikan emosi secara sehat. Menangis, berbicara dengan orang terpercaya, atau mencari bantuan profesional dapat menjadi cara untuk mencegah penumpukan stres.

Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan bukan sekadar soal menangis, melainkan tentang pentingnya kejujuran terhadap perasaan sendiri. Tubuh dan pikiran manusia saling terhubung, sehingga merawat kesehatan emosional juga merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan fisik.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN