Pengakuan Jujur Marshanda Hidup dengan Bipolar, Aku Tidak Merasa Layak Bahagia

Ket. Marshanda mengaku sangat sedih dan menjadi manusia paling sial gegara sakit bipolar.

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktris sekaligus publik figur Marshanda kembali menyentuh hati publik lewat pengakuan jujurnya tentang perjuangan hidup berdampingan dengan gangguan bipolar yang ia alami selama 17 tahun. Lewat unggahan terbaru di Instagram, Marshanda tidak menampilkan sisi kuat dan inspiratif seperti biasanya, melainkan sosok manusia yang rapuh, lelah, dan merasa kehilangan harapan.

Dalam curhatan tersebut, Marshanda mengaku sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Ia merasa tidak berdaya, kecil, dan bahkan menyebut dirinya sebagai manusia paling sial di dunia. Perasaan tersebut membuatnya mempertanyakan kelayakan dirinya untuk merasakan kebahagiaan, seolah gangguan kesehatan mental yang ia miliki menjadikannya “tidak sebaik” orang lain.

Perasaan tersebut ia tuangkan secara jujur melalui pesan WhatsApp kepada ibu kandungnya. Dalam pesan yang disampaikan, Marshanda mengungkapkan rasa tidak mampu, tidak pantas, dan tidak cukup sebagai manusia. Ia mengakui bahwa untuk pertama kalinya sejak didiagnosis bipolar 17 tahun lalu, ia benar-benar membiarkan dirinya merasakan luka itu tanpa menyangkalnya.

Selama ini, Marshanda dikenal sebagai sosok yang vokal menyuarakan self love, healing, dan pemulihan mental. Ia aktif membuat konten, mengisi seminar, hingga membangun support group untuk banyak orang. Namun di balik semua itu, ia menyadari selama bertahun-tahun dirinya justru menolak fakta bahwa ia memiliki keterbatasan akibat kondisi bipolar yang diidapnya.

Keputusan Marshanda untuk membuka isi hati terdalamnya ke publik bukan tanpa alasan. Di balik kesedihan yang ia bagikan, ada pesan kuat yang ingin ia sampaikan: proses penyembuhan bukanlah perjalanan yang selalu indah dan penuh kekuatan. Ada fase seseorang boleh merasa sedih, terluka, dan berduka, bahkan atas sesuatu yang telah terjadi puluhan tahun lalu.

Marshanda menegaskan penyangkalan memang bisa membawa seseorang melangkah jauh dan terlihat kuat di mata dunia. Namun, ia tidak lagi ingin cahaya dalam dirinya bersinar dari tempat yang mati rasa. Ia memilih untuk berhenti berpura-pura baik-baik saja dan mulai menerima kenyataan hidupnya secara utuh.

Dengan penuh kesadaran, Marshanda menyatakan ia menerima diagnosis bipolar tersebut dan bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan emosional, spiritual, serta fisiknya. Penerimaan ini bukan bentuk menyerah, melainkan langkah berani untuk mencintai diri sendiri dengan jujur.

Meski tengah berjuang, Marshanda memastikan dirinya tetap ingin menjadi ibu yang baik, seniman yang berdampak, serta penyembuh dan guru transformasi bagi banyak orang. Ia ingin menjalani hidup sebagai contoh nyata bahwa menerima luka bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan sejati.

“Aku menjaga diriku seperti seorang pejuang,” ungkapnya.

Ia menerima seluruh bagian dirinya, baik yang kuat maupun yang rapuh, sebagai bagian dari proses penyembuhan. Pertama untuk dirinya sendiri, dan kelak untuk orang lain.

Curhatan Marshanda ini menjadi pengingat, di balik senyum dan pencapaian, setiap manusia bisa menyimpan luka yang tak terlihat. Dan tidak apa-apa untuk mengaku lelah.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN