Stop Paksa Anak Makan! Bisa Bikin Trauma Seumur Hidup, Orang Tua Harus Tahu Tipsnya!

Ket. Ilustrasi anak susah makan

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Siapa yang tak pernah panik saat si kecil terus menolak makan? Sebagian orang tua mungkin langsung mengambil langkah cepat, menyuapi sambil membujuk, bahkan memaksa anak agar mau menelan sesuap demi sesuap. Tapi tahukah Cantiks, cara seperti ini bisa menyisakan luka psikologis yang tak terlihat untuk anak?

Menurut Prof Dr dr Damayanti, SpA(K), pakar nutrisi dan metabolik anak, paksaan saat makan bisa menjadi awal dari trauma makan jangka panjang, yang akhirnya justru menghambat tumbuh kembang anak.

“Kalau anak sudah tidak mau makan, ya sudah, stop. Waktu makan maksimal itu hanya 30 menit. Lewat dari itu, jangan dipaksa,” ujar Prof Damayanti.

Mengapa? Karena proses makan bukan hanya soal mengisi perut, tapi juga momen belajar bagi anak untuk mengenal rasa lapar dan kenyang. Ketika anak terus dipaksa, ia tidak hanya kehilangan selera makan, tapi juga rasa percaya diri dan kendali terhadap tubuhnya sendiri.

Trauma makan berbeda dengan GTM (Gerakan Tutup Mulut) yang biasa. Jika GTM hanya fase sementara karena anak kenyang atau bosan, trauma makan adalah hasil dari pengalaman negatif berulang, seperti dipaksa makan, dimarahi, atau dibandingkan. Anak yang mengalami trauma makan bisa menolak jenis makanan tertentu, bahkan takut terhadap momen makan itu sendiri.

Untuk itu, penerapan feeding rules atau aturan makan yang konsisten dan responsif menjadi kunci. Berikan anak waktu 30 menit untuk makan. Jika ia hanya makan sedikit, jangan langsung tergoda memberi camilan atau susu di luar jam makan.

Cukup beri pengertian dengan tenang, "Kita makan lagi nanti ya, saat waktunya tiba.”

Dengan pola makan yang disiplin namun tidak menekan, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tahu kapan tubuhnya butuh nutrisi. Sebaliknya, tekanan dan paksaan justru bisa memunculkan kebiasaan makan yang buruk hingga dewasa.

Ingat, waktu emas tumbuh kembang anak hanya terjadi sekali. Dan setiap momen yang kita lewati hari ini akan membentuk masa depan mereka esok hari. 

Kini, GTM bukan lagi drama, tapi bagian dari proses tumbuh yang sehat dan penuh cinta. Karena pilihan bijak para orang tua hari ini, menentukan masa depan si Kecil esok hari.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN