Tragedi Affan Kurniawan: 5 Tuntutan Garda Indonesia Demi Keadilan untuk Driver Ojol
JAKARTA, KUCANTIK.COM – Duka mendalam tengah menyelimuti komunitas ojek online (ojol) Tanah Air. Affan Kurniawan, seorang driver muda berusia 21 tahun, tewas secara tragis setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob dalam kerusuhan yang terjadi baru-baru ini. Kepergian Affan bukan hanya menyisakan luka bagi keluarganya, tapi juga menjadi pukulan keras bagi seluruh pengemudi ojol di Indonesia.
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyampaikan bahwa Affan bukanlah bagian dari massa demonstrasi. Ia hanyalah seorang mitra pengemudi Gojek yang terjebak di tengah konflik. Atas tragedi ini, Garda Indonesia pun mengajukan lima tuntutan utama yang diharapkan bisa menjadi langkah konkret menuju keadilan dan perlindungan nyata bagi pengemudi ojol.
Berikut Lima Tuntutan Garda Indonesia:
-
Pembentukan Tim Gabungan Independen
Garda Indonesia mendesak pembentukan tim pencari fakta independen untuk mengusut tuntas insiden yang menyebabkan kematian Affan. Mereka menekankan bahwa tindakan represif tak bisa dibenarkan dalam bentuk apapun, apalagi sampai merenggut nyawa warga sipil. -
Transparansi dari Kepolisian
Tuntutan kedua adalah keterbukaan penuh dari pihak Kepolisian RI terkait kronologi kejadian. Garda menilai bahwa publik berhak mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi. -
Hukuman untuk Pelaku
Siapa pun yang bertanggung jawab atas pelindasan terhadap Affan, baik karena kelalaian maupun tindakan sengaja, harus dihukum setimpal. Proses hukum yang transparan dianggap penting demi mencegah tragedi serupa terulang. -
Seruan Solidaritas Nasional
Garda juga mengajak seluruh pengemudi ojol serta masyarakat sipil untuk bersatu mengawal kasus ini. Solidaritas dianggap sebagai kekuatan moral dalam menuntut keadilan. -
Jaminan Keselamatan Pengemudi Ojol
Tuntutan terakhir menyasar pemerintah. Garda mendesak negara hadir memberi jaminan keselamatan bagi para pengemudi ojol yang setiap hari menghadapi risiko tinggi di jalanan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa para mitra ojol bukan sekadar penyedia jasa transportasi, melainkan tulang punggung keluarga yang layak mendapat perlindungan hukum dan sosial.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tragis tersebut dan menjanjikan langkah-langkah penanganan lebih lanjut.
Namun bagi Garda Indonesia dan ribuan pengemudi lainnya, kata maaf belum cukup. Mereka menunggu bukti nyata, bahwa nyawa Affan Kurniawan tidak sia-sia.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Tragedi Affan Kurniawan: 5 Tuntutan Garda Indonesia Demi Keadilan untuk Driver Ojol .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!