Paspor AS Melemah ke Posisi 10 di Indeks Henley, Negara di Asia Ini Rebut Peringkat 1
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dominasi paspor Amerika Serikat dalam mobilitas global kini mulai meredup. Berdasarkan laporan terbaru Henley Passport Index 2025, AS harus puas berada di peringkat ke-10, posisi terendah dalam sejarah dua dekade pemeringkatan paspor terkuat di dunia.
Padahal pada tahun 2014, paspor Negeri Paman Sam pernah bertengger di puncak klasemen sebagai yang paling kuat. Namun kini, secara teknis sebanyak 33 negara telah melampaui posisi AS dalam hal kebebasan akses internasional tanpa visa.
Paspor AS Tergelincir Kebijakan Trump Jadi Sorotan
Menurut laporan yang dirilis Henley & Partners, pemeringkatan ini mengukur jumlah negara dan wilayah yang dapat diakses tanpa visa oleh warga dari 199 negara, menggunakan data resmi dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).
Kebijakan visa baru Amerika Serikat menjadi salah satu penyebab penurunan peringkat. Pemerintah AS berencana menerapkan biaya integritas visa minimal 250 dolar AS untuk pemohon visa non-imigran, sebuah langkah yang dinilai justru menghambat pariwisata.
"Konsolidasi yang terjadi di peringkat atas menunjukkan bahwa akses bebas visa harus diraih dan dipelihara melalui diplomasi aktif," jelas Christian H. Kaelin, Ketua Henley & Partners.
Ia menambahkan bahwa negara-negara dengan kebijakan luar negeri yang proaktif dalam perjanjian visa cenderung mencatat lonjakan peringkat, sementara negara yang pasif akan tertinggal.
Dominasi Asia dan Eropa: Singapura Tetap Terkuat
Memasuki paruh kedua 2025, Singapura masih memegang gelar paspor terkuat dunia, dengan akses bebas visa ke 193 destinasi. Meski begitu, proses naturalisasi di negara kota ini sangat ketat, dengan syarat seperti tinggal permanen selama dua tahun, kontribusi ekonomi, dan kewajiban militer untuk pria.
Jepang dan Korea Selatan menyusul di posisi kedua (190 tujuan), diikuti oleh tujuh negara Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Spanyol di posisi ketiga (189 tujuan).
Rekomendasi juga buat kamu:
Inggris berada di posisi keenam (186), sementara Uni Emirat Arab membuat lonjakan mengesankan ke posisi kedelapan (184), naik drastis dari peringkat ke-42 hanya dalam satu dekade.
China juga menunjukkan peningkatan pesat, naik dari posisi ke-94 (2015) ke peringkat 60 tahun ini, meskipun masih belum mendapat akses bebas visa ke kawasan Schengen.
Di sisi lain, Afghanistan tetap berada di posisi terbawah dengan hanya 25 akses bebas visa. Suriah (27) dan Irak (30) menyusul sebagai negara dengan paspor terlemah. Ini mencerminkan kesenjangan mobilitas global hingga 168 destinasi antara pemegang paspor terkuat dan terlemah di dunia.
Daftar 10 Besar Paspor Terkuat Dunia 2025 (Henley & Partners)
-
Singapura – 193 destinasi
-
Jepang, Korea Selatan – 190
-
Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Spanyol – 189
-
Austria, Belgia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, Swedia – 188
-
Yunani, Selandia Baru, Swiss – 187
-
Inggris Raya – 186
-
Australia, Ceko, Hongaria, Malta, Polandia – 185
-
Kanada, Estonia, Uni Emirat Arab – 184
-
Kroasia, Latvia, Slovakia, Slovenia – 183
-
Islandia, Lituania, Amerika Serikat – 182
Dengan peringkat yang kian melorot, paspor Amerika Serikat menghadapi tantangan baru di tengah ketatnya diplomasi global dan makin tingginya standar mobilitas lintas negara. Waktu akan membuktikan apakah kebijakan AS dapat kembali mengangkat status paspornya di masa depan.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Paspor AS Melemah ke Posisi 10 di Indeks Henley, Negara di Asia Ini Rebut Peringkat 1 .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!