Viral Video Diduga Pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih Tuai Sorotan, Merangkak Hingga Berkubang di Selokan Kotor

Ket. Kolase foto diduga pelatihan manajer Kopdes Merah Putih

Doc: X/@TheKerupuk

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sebuah video yang memperlihatkan puluhan perempuan mengenakan seragam loreng dan berjilbab menjalani pelatihan di dalam saluran air menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Rekaman tersebut disebut-sebut merupakan bagian dari pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Video itu ramai dibagikan oleh berbagai akun media sosial, salah satunya akun X @TheKerupuk, dan langsung memancing beragam tanggapan dari warganet.

Dalam tayangan tersebut, para peserta tampak merayap dan berbaring di saluran air berlumpur sambil membawa helm. Mereka mengikuti instruksi layaknya latihan fisik bergaya militer.

Suasana pelatihan yang tidak biasa tersebut menarik perhatian publik. 

Banyak pengguna media sosial mempertanyakan hubungan antara materi latihan fisik ekstrem dengan tugas seorang manajer koperasi desa yang pada dasarnya berkaitan dengan pengelolaan administrasi, keuangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejumlah warganet menilai pelatihan tersebut terkesan berlebihan.

Menurut mereka, kompetensi yang dibutuhkan seorang manajer koperasi lebih menitikberatkan pada kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, pengelolaan usaha, hingga literasi keuangan dibandingkan kemampuan fisik yang identik dengan pendidikan semi-militer.

Komentar bernada kritis pun bermunculan di media sosial. Ada yang mempertanyakan efektivitas metode pelatihan tersebut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi.

Beberapa lainnya menilai pendekatan seperti itu justru berpotensi mengalihkan fokus dari penguatan kapasitas manajerial yang lebih relevan.

Namun, tidak sedikit pula warganet yang mencoba melihat sisi positif dari pelatihan tersebut.

Mereka beranggapan bahwa latihan fisik dapat menjadi sarana membangun disiplin, kerja sama tim, daya tahan mental, serta kemampuan menghadapi tekanan.

Nilai-nilai tersebut dinilai tetap bermanfaat bagi siapa pun yang nantinya akan memimpin organisasi atau lembaga.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci mengenai lokasi pelatihan, kurikulum yang diterapkan, maupun tujuan spesifik dari sesi latihan yang terekam dalam video tersebut.

Karena itu, klaim bahwa para peserta merupakan calon manajer Kopdes Merah Putih masih sebatas informasi yang beredar di media sosial dan belum dapat dipastikan secara independen.

Meski demikian, viralnya video tersebut kembali memunculkan diskusi mengenai model pelatihan aparatur atau pengelola lembaga yang didanai negara.

Banyak pihak berharap setiap bentuk pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan kompetensi jabatan sehingga materi yang diberikan benar-benar relevan dengan tugas yang akan dijalankan.

Perdebatan di media sosial pun terus berkembang. Sebagian masyarakat menganggap pembentukan karakter melalui latihan fisik merupakan hal yang wajar, sementara lainnya menilai metode tersebut kurang tepat apabila diterapkan kepada calon manajer koperasi.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, video yang beredar berhasil memancing perhatian publik dan membuka ruang diskusi mengenai pentingnya efektivitas serta relevansi metode pelatihan bagi pengelola koperasi di Indonesia.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN