Tolak Aborsi Bayi dengan Kelainan Jantung, Ibu Pengganti Terseret Sengketa Hukum dengan Orang Tua Biologis
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kisah dramatis seorang ibu pengganti di Amerika Serikat menjadi sorotan setelah ia menolak permintaan untuk mengakhiri kehamilan dan memilih mempertahankan bayi yang dikandungnya meski didiagnosis mengalami kelainan jantung serius.
Wanita bernama McKenna West, yang berprofesi sebagai perawat, bahkan meninggalkan kediamannya di Alaska dan bertolak ke Texas ketika kehamilannya memasuki tahap akhir. Ia kemudian melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Gabriel pada Rabu, 12 Agustus 2026 waktu setempat.
Kisah tersebut bermula ketika McKenna sepakat menjadi ibu pengganti untuk pasangan asal California. Kehamilan yang awalnya berjalan seperti biasa berubah menjadi persoalan besar setelah pemeriksaan ultrasonografi pada usia kehamilan 20 minggu pada April 2026.
Hasil pemeriksaan menunjukkan janin mengalami hypoplastic left heart syndrome atau HLHS, sebuah kelainan jantung bawaan serius yang menyebabkan bagian kiri jantung tidak berkembang secara sempurna.
Kondisi tersebut membuat bayi membutuhkan penanganan medis intensif sejak lahir. Bayi dengan HLHS umumnya memerlukan operasi dan serangkaian perawatan medis untuk membantu jantung menjalankan fungsinya.
Kondisi jangka panjang setiap pasien pun dapat berbeda, bergantung pada anatomi jantung, perawatan yang diterima, serta respons tubuh terhadap terapi.
McKenna Mengaku Diminta Menggugurkan Kandungan
Perselisihan kemudian muncul setelah diagnosis tersebut. McKenna mengklaim orang tua biologis Gabriel meminta dirinya melakukan aborsi setelah mengetahui kondisi jantung sang bayi.
Ia juga menuduh pasangan tersebut tidak menginginkan tindakan medis yang berpotensi mempertahankan kehidupan bayi setelah dilahirkan.
Namun, McKenna mengambil keputusan berbeda. Ia menolak mengakhiri kehamilan dan memilih mempertahankan bayi tersebut.
Rekomendasi juga buat kamu:
Keputusan tersebut kemudian membawanya meninggalkan Alaska dan menuju Texas, negara bagian yang memiliki aturan aborsi sangat ketat.
Di sisi lain, persoalan hukum mulai muncul karena terdapat perjanjian surrogacy antara McKenna dan orang tua biologis Gabriel.
Menurut laporan yang dikutip Female First, perjanjian tersebut dilaporkan memiliki klausul yang memungkinkan penghentian kehamilan apabila janin diketahui mengalami kelainan tertentu.
McKenna kemudian berargumen berdasarkan hukum Texas, dirinya seharusnya mendapatkan pengakuan sebagai ibu sah bayi tersebut.
Jaksa Agung Texas Turun Tangan
Perseteruan tersebut akhirnya menarik perhatian Jaksa Agung Texas Ken Paxton. Ia kemudian turun tangan dan memperoleh perintah pengadilan yang mengharuskan Gabriel mendapatkan perawatan medis untuk mempertahankan kehidupannya setelah lahir.
Perintah pengadilan yang dikeluarkan pada awal pekan tersebut juga menetapkan bahwa Gabriel tidak boleh dipindahkan dari rumah sakit ataupun dibawa keluar dari Texas sampai terdapat keputusan hukum lebih lanjut.
Kini, bayi tersebut berada dalam perawatan tim dokter spesialis anak. Gabriel menjalani tindakan medis untuk menstabilkan kondisinya sebelum menjalani operasi yang dibutuhkan akibat HLHS.
Sementara itu, orang tua biologis Gabriel akhirnya mengonfirmasi kelahiran putra mereka melalui pengacara. Namun, mereka membantah tuduhan McKenna yang menyebut mereka memaksanya melakukan aborsi ataupun menolak perawatan medis bagi anak mereka.
Pengacara mereka, Lee Budner, mengatakan bayi tersebut lahir dan kini mendapatkan perawatan dari tim medis.
Orang tua biologis Gabriel juga menyatakan mereka sudah berkonsultasi dengan tenaga medis sepanjang kehamilan. Mereka bahkan menuduh McKenna mengubah tragedi yang dialami keluarga mereka menjadi sebuah panggung politik.
McKenna Belum Bisa Bertemu Gabriel
Drama tersebut belum berakhir setelah Gabriel lahir. Berdasarkan perintah pembatasan sementara dari pengadilan, McKenna untuk sementara waktu belum diperbolehkan bertemu dengan bayi yang telah dikandung dan dilahirkannya.
Kisah ini pun memunculkan pertanyaan besar mengenai batas hak ibu pengganti, hak orang tua biologis, perjanjian surrogacy, serta keputusan medis terhadap bayi yang belum lahir.
Di satu sisi, orang tua biologis memiliki pandangan dan keputusan medis sendiri terkait anak mereka. Namun di sisi lain, McKenna mengaku merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mempertahankan kehidupan bayi yang dikandungnya setelah mengetahui Gabriel memiliki peluang untuk mendapatkan perawatan.
Untuk saat ini, perhatian utama tertuju pada kondisi Gabriel yang masih menjalani perawatan intensif. Sementara persoalan antara McKenna dan orang tua biologisnya masih bergulir melalui jalur hukum.
Kasus tersebut menjadi semakin kompleks karena bukan hanya menyangkut persoalan medis, tetapi juga pertarungan mengenai hak hukum dan keputusan terhadap seorang bayi yang baru saja lahir.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Tolak Aborsi Bayi dengan Kelainan Jantung, Ibu Pengganti Terseret Sengketa Hukum dengan Orang Tua Biologis .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!