JAKARTA, KUCANTIK.COM - Seorang wanita asal Swiss, Cristina Gheiceanu, berhasil menurunkan berat badan sebanyak 10 kilogram berkat bantuan kecerdasan buatan.
Bukan dari ahli gizi ataupun program diet komersial, Cristina justru menyusun seluruh pola makannya dengan bantuan ChatGPT, asisten AI buatan OpenAI yang kini semakin populer di kalangan pengguna teknologi.
Dilansir dari Dimsum Daily, Selasa (12/7), Cristina yang memiliki lebih dari 400.000 pengikut di Instagram, membagikan kisah uniknya tentang perjalanan diet yang berawal dari keisengan menggunakan fitur pesan suara ChatGPT.
Hasilnya tak disangka-sangka: bobot tubuhnya turun secara signifikan dalam waktu singkat, dan gaya hidupnya kini berubah lebih sehat dan terstruktur.
Gunakan ChatGPT Setiap Pagi: “Lebih Cepat dan Mudah dari Hari ke Hari”
Cristina mengaku setiap pagi ia mengirimkan pesan suara ke ChatGPT untuk menanyakan hal-hal praktis seputar diet hariannya, seperti menu makanan, jumlah kalori, hingga saran olahraga.
“Aku hanya mengirim pesan suara kepada ChatGPT setiap pagi untuk menemukan apa yang harus aku makan, berapa banyak kalori yang dikonsumsi pada hari tersebut dan semua olahraga yang diperlukan,” ujarnya.
Menariknya, menu yang disarankan oleh ChatGPT terus berubah setiap hari sesuai dengan kebutuhan kalorinya. Cristina juga mempelajari kandungan nutrisi dari makanan seperti yogurt, roti, dan buah-buahan, semuanya dibantu perhitungan oleh AI tersebut. Seiring waktu, ia merasa prosesnya makin cepat karena struktur pertanyaannya tetap, hanya isi dan target yang berbeda.
Kreatif di Dapur: Resep dari AI, Rasa Tetap Sesuai Selera
Meskipun dibantu AI, Cristina tidak sekadar mengikuti menu secara mentah. Ia mengolahnya sesuai selera dan tetap menjaga cita rasa masakan. Misalnya, ketika membuat pancake untuk sarapan, ia menambahkan yogurt, madu, dan bahan sehat lainnya seperti yang direkomendasikan oleh ChatGPT, tetapi dengan sentuhan pribadi.
Rekomendasi juga buat kamu:
Kemampuan Cristina dalam menyajikan menu sehat terlihat dari unggahan di akun Instagram-nya @cristinagheiceanu, di mana ia membagikan menu-menu sehat yang terlihat menggugah selera namun tetap rendah kalori.
Ia menyebut bahwa ChatGPT membantu bukan hanya dalam penghitungan kalori, tetapi juga dalam membentuk pola makan yang disiplin namun fleksibel.
Manfaat untuk Seluruh Keluarga dan Gaya Hidup Baru
Kini, setelah berhasil mencapai target berat badan ideal, Cristina mengungkapkan bahwa fokusnya adalah menjaga kestabilan berat badan.
Ia masih menggunakan ChatGPT untuk menghitung kandungan kalori dalam makanan yang dimasaknya, terutama untuk memastikan kebutuhan nutrisi keluarganya juga tercukupi.
“Saya selalu memasak untuk keluarga, dan ChatGPT membuat saya lebih mudah memastikan semua nutrisi tepat,” kata Cristina. Dengan sistem yang sederhana dan berbasis teknologi, ia merasa lebih tenang dalam mengatur pola makan tanpa harus berkonsultasi langsung ke ahli gizi setiap waktu.
Tren Global: ChatGPT Juga Dimanfaatkan di Skotlandia
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Swiss. Di belahan dunia lain, seperti di Glasgow, Skotlandia, seorang pegiat gaya hidup sehat bernama Eilidh Wells juga menggunakan ChatGPT untuk menyusun menu makan 1.200 kalori per hari. Ia menyesuaikan rencana makan hariannya agar tetap terjaga gizi dan berat badan.
Kisah Cristina dan Eilidh menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam bidang gaya hidup sehat mulai menjadi tren global. Meski bukan pengganti peran ahli gizi sepenuhnya, teknologi ini memberikan solusi praktis dan personal yang bisa diakses siapa saja, kapan saja.
Pengalaman Cristina membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi seperti ChatGPT dapat menjadi alat bantu efektif untuk merancang pola makan sehat yang realistis dan mudah diikuti.
Dengan kombinasi kedisiplinan pribadi, kreativitas memasak, dan informasi nutrisi dari AI, diet pun menjadi lebih fleksibel dan menyenangkan.
Meski demikian, penting untuk tetap memperhatikan kebutuhan individual, konsultasi medis jika diperlukan, serta tidak menggantikan seluruh pengambilan keputusan pada teknologi tanpa pertimbangan yang matang.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Cuma Modal ChatGPT, Wanita Ini Turun 10 Kg Tanpa ke Ahli Gizi .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!