- Home
-
- Entertainment
-
- Skandal Miss Universe Te...
Skandal Miss Universe Terbongkar, Pelecehan Kontestan hingga Pemilik Terseret Kasus Hukum
Kamis, 05 Nov 2026, 13:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Ajang kecantikan Miss Universe selama ini identik dengan kemewahan, gaun spektakuler, mahkota berkilauan, dan persaingan para perempuan dari berbagai negara. Namun, di balik gemerlap panggung tersebut, ternyata tersimpan sejumlah kontroversi yang kini kembali menjadi sorotan publik.
Mulai dari dugaan kecurangan dalam proses penjurian, intimidasi, hingga kesaksian mengenai dugaan pelecehan terhadap mantan kontestan. Berbagai persoalan tersebut diungkap melalui sebuah dokumenter investigasi terbaru produksi TLC berjudul Crown of Deceit: Inside the Miss Universe Scandal.
Dokumenter yang dijadwalkan tayang pada 12 November 2026 ini terdiri dari tiga episode. Tayangan tersebut menghadirkan sejumlah mantan kontestan, mantan juri, hingga orang-orang yang pernah terlibat langsung dalam organisasi Miss Universe.
Melalui kesaksian mereka, dokumenter ini berusaha memperlihatkan sisi lain kompetisi kecantikan yang selama ini dikenal sebagai salah satu ajang paling bergengsi di dunia.
Dalam trailer yang telah dirilis, reporter People, Zoey Lyttle, memberikan gambaran mengenai persoalan yang disebut terjadi di balik organisasi tersebut. Ia menyinggung adanya keretakan di tengah citra Miss Universe yang selama ini terlihat sempurna.
"Di dalam organisasi yang penuh senyum, gemerlap, dan kilauan ini, perlahan mulai terlihat keretakan," ungkap Zoey dalam trailer.
Salah satu kontroversi yang kembali mencuri perhatian adalah tudingan mengenai proses pemilihan semifinalis Miss Universe 2025. Selain itu, sejumlah mantan kontestan juga menyampaikan pengalaman pribadi yang berkaitan dengan dugaan perlakuan tidak pantas selama mengikuti kompetisi.
Lantas, apa saja kontroversi yang dibongkar dalam dokumenter tersebut? Berikut rangkumannya.
1. Mantan Juri Tuding Ada Kecurangan dalam Penentuan Semifinalis Miss Universe 2025
Salah satu kesaksian yang menjadi sorotan datang dari Omar Harfouch, mantan juri Miss Universe 2025 yang memutuskan mengundurkan diri menjelang malam final di Thailand.
Dalam keterangannya, Omar menuding terdapat kelompok tidak resmi yang sudah menentukan 30 semifinalis sebelum kompetisi berlangsung.
Tuduhan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi proses penilaian dalam ajang kecantikan internasional tersebut.
Omar juga menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi yang menurutnya telah merugikan banyak pihak, termasuk para peserta yang datang mewakili negara masing-masing.
"Para perempuan itu dimanfaatkan. Bendera negara mereka juga dimanfaatkan. Kita semua dimanfaatkan," ujarnya dalam trailer dokumenter.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian karena menyangkut kredibilitas sistem penjurian Miss Universe.
Meski demikian, tudingan tersebut merupakan kesaksian Omar yang perlu dibedakan dari hasil pembuktian resmi mengenai dugaan kecurangan.
2. Taylor Hale Ungkap Dugaan Pelecehan Selama Terlibat dalam Ajang Kecantikan
Kontroversi berikutnya berkaitan dengan kesaksian Taylor Hale, mantan Miss Michigan USA.
Dalam trailer Crown of Deceit: Inside the Miss Universe Scandal, Taylor menceritakan pengalaman tidak menyenangkan yang menurut pengakuannya dialami selama terlibat dalam dunia kontes kecantikan.
Ia mengungkapkan adanya tindakan fisik yang membuat dirinya merasa tidak nyaman.
"Dia membelai rambut saya dan menempelkan tubuhnya ke tubuh saya," ungkap Taylor.
Kesaksian tersebut menambah serius kontroversi yang dibahas dalam dokumenter. Sebab, persoalan yang diangkat bukan lagi sekadar persaingan atau penilaian dalam kompetisi, melainkan menyangkut batasan pribadi dan dugaan pelecehan terhadap perempuan.
Pengakuan Taylor menjadi salah satu bagian yang memperlihatkan pengalaman berbeda dari para perempuan yang pernah berada di lingkungan kompetisi kecantikan.
3. Brittany Mason Pertanyakan Dugaan Grooming Saat Masih Berusia 17 Tahun
Selain Taylor Hale, mantan Miss Indiana USA, Brittany Mason, juga menyampaikan pengalaman yang membuat publik menaruh perhatian.
Brittany mengungkapkan bahwa dirinya pernah terlibat dalam dunia kontes kecantikan ketika masih berusia 17 tahun. Dalam dokumenter tersebut, ia mempertanyakan apakah pengalaman yang dialaminya saat itu termasuk grooming atau proses manipulasi yang dapat membuat seseorang berada dalam situasi rentan.
Kesaksiannya turut membuka pembahasan mengenai perlindungan terhadap peserta yang masih berusia di bawah umur dalam industri kontes kecantikan.
Brittany juga menceritakan tekanan besar yang dirasakannya untuk mendapatkan gelar Miss USA. Keinginan kuat untuk meraih posisi tersebut bahkan membuatnya mengaku pernah menjalani prosedur operasi demi menunjang penampilan.
"Saya sebenarnya bisa meninggal di meja operasi. Tetapi saya sangat menginginkan posisi Miss USA. Saya benar-benar percaya bahwa itu adalah satu-satunya kesempatan saya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik," tuturnya.
Pengakuan tersebut memperlihatkan besarnya tekanan yang menurut Brittany pernah ia rasakan demi mengejar gelar kecantikan.
Kisahnya juga memunculkan pertanyaan mengenai standar penampilan, tuntutan industri, dan dampak persaingan terhadap para kontestan.
4. Pemilik Miss Universe Raúl Rocha Terseret Penyelidikan di Meksiko
Kontroversi dalam dokumenter ini tidak hanya berkaitan dengan pengalaman para kontestan dan proses penjurian.
Pemilik Miss Universe, Raúl Rocha, juga menghadapi persoalan hukum di Meksiko. Ia dilaporkan menjadi subjek penyelidikan terkait dugaan perdagangan narkoba, senjata, dan bahan bakar.
Kasus tersebut semakin menambah sorotan terhadap pihak-pihak yang berada di balik pengelolaan organisasi Miss Universe.
Meski demikian, penyelidikan dan dugaan tindak pidana harus dibedakan dari putusan pengadilan. Status hukum seseorang perlu merujuk pada proses serta perkembangan resmi dari otoritas terkait.
Keterlibatan nama pemilik organisasi dalam persoalan hukum ini menjadi salah satu isu yang membuat kontroversi Miss Universe semakin mendapat perhatian.
5. Anne Jakrajutatip Dijatuhi Hukuman Dua Tahun Penjara di Thailand
Nama Anne Jakrajutatip juga kembali menjadi sorotan dalam rangkaian kontroversi Miss Universe.
Anne diketahui pernah menjadi salah satu figur penting dalam kepemilikan organisasi Miss Universe. Namun, ia juga menghadapi persoalan hukum di Thailand terkait kasus penipuan investasi obligasi perusahaan.
Dalam informasi yang disampaikan, Anne dijatuhi hukuman dua tahun penjara tanpa penangguhan dalam kasus tersebut.
Perkembangan hukum yang melibatkan Anne menambah panjang daftar persoalan yang membayangi organisasi kontes kecantikan tersebut.
Kasus ini juga menjadi perhatian karena menyangkut figur yang pernah memiliki peran besar dalam perjalanan bisnis Miss Universe.
Dokumenter Miss Universe Buka Sisi Lain Dunia Kontes Kecantikan
Hadirnya Crown of Deceit: Inside the Miss Universe Scandal memperlihatkan bahwa dunia kontes kecantikan tidak selalu berjalan semulus yang terlihat di atas panggung.
Di balik mahkota, gaun mewah, dan sorotan kamera, terdapat berbagai pengalaman serta persoalan yang kini disampaikan oleh sejumlah mantan orang dalam organisasi.
Mulai dari tudingan kecurangan penjurian, kesaksian dugaan pelecehan, tekanan terhadap kontestan, hingga persoalan hukum yang melibatkan sejumlah figur penting.
Dokumenter tiga episode produksi TLC ini dijadwalkan tayang pada 12 November 2026. Tayangan tersebut pun berpotensi memicu diskusi lebih luas mengenai transparansi kompetisi, perlindungan peserta, dan tanggung jawab organisasi terhadap perempuan yang terlibat di dalamnya.
Menarik untuk melihat bagaimana dokumenter tersebut menguraikan setiap kesaksian dan kontroversi yang selama ini menjadi perbincangan. Sebab, di balik kemegahan Miss Universe, publik kini ingin mengetahui lebih jauh bagaimana sebenarnya kondisi di balik layar ajang kecantikan internasional tersebut.
- Miss Universe
- Skandal Miss Universe
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.