Banyak yang Keliru, Benarkah Dosa Istri Menjadi Tanggung Jawab Suami?
Rabu, 04 Nov 2026, 15:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Dalam ajaran Islam, setiap manusia memiliki tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. Begitu pula dalam kehidupan rumah tangga, dosa seorang istri tidak serta-merta menjadi tanggungan suaminya.
Meski demikian, suami memiliki tanggung jawab besar sebagai pemimpin keluarga. Ia berkewajiban mendidik, membimbing, serta mengarahkan istri dan anak-anaknya agar tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.
Hal tersebut dijelaskan oleh Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Maarif atau yang dikenal sebagai Buya Yahya.
Menurutnya, setiap orang akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya masing-masing. Namun, seorang suami juga dapat dimintai pertanggungjawaban apabila lalai menjalankan amanahnya dalam membimbing keluarga.
Dosa Istri Tidak Otomatis Ditanggung Suami
Prinsip bahwa setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW mengenai kepemimpinan dan amanah.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap orang merupakan pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Seorang kepala keluarga bertanggung jawab terhadap anggota keluarganya, sementara istri juga memiliki tanggung jawab terhadap rumah tangga dan anak-anaknya.
Hadis tersebut menunjukkan bahwa setiap individu memiliki amanah masing-masing yang harus dijalankan.
Buya Yahya menjelaskan, tanggung jawab suami sebagai kepala keluarga bukan berarti seluruh dosa istri otomatis dibebankan kepadanya. Setiap manusia tetap menanggung dosa dari perbuatannya sendiri.
"Jadi, orang nanggung dosanya sendiri-sendiri, enggak ada dosa istri ditanggung suami, enak amat," ujar Buya Yahya dalam tayangan di kanal YouTube Al Bahjah TV.
Meski begitu, suami tidak boleh mengabaikan kewajibannya dalam membimbing keluarga. Apabila seorang istri terjerumus dalam perbuatan buruk karena suami tidak pernah memberikan pendidikan dan bimbingan agama, kelalaian tersebut juga menjadi tanggung jawab suami.
"Yang ditanggung sang suami adalah di saat suami tidak pernah mendidik, tidak pernah membimbing, lalu istri menjadi tidak benar gara-gara suami tidak mendidik," jelasnya.
Tanggung jawab tersebut juga dijelaskan dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 34. Ayat ini menerangkan kedudukan laki-laki sebagai penanggung jawab dalam keluarga, antara lain karena kewajiban memberikan nafkah.
Kelalaian Orang Tua Juga Dipertanggungjawabkan
Buya Yahya menjelaskan bahwa prinsip pertanggungjawaban tersebut tidak hanya berlaku dalam hubungan suami dan istri, tetapi juga antara orang tua dan anak.
Pada dasarnya, setiap anak akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri di hadapan Allah SWT. Namun, orang tua juga dapat dimintai pertanggungjawaban apabila lalai memberikan pendidikan dan bimbingan hingga anak tumbuh dalam keburukan.
Menurut Buya Yahya, kelalaian orang tua dalam mendidik anak dapat menjadi tanggungan yang terus diperhitungkan, meskipun perbuatan buruk tersebut dilakukan oleh anaknya.
"Jika anak berdosa, banyak salah karena orang tuanya tidak mendidik, orang tua dapat kiriman terus di alam barzakh. Biarpun bukan amalnya dia, tapi ini anaknya yang beramal jelek," pungkas Buya Yahya.
Karena itu, suami maupun orang tua hendaknya menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Setiap orang memang bertanggung jawab atas dosanya sendiri, tetapi kelalaian dalam membimbing dan mendidik keluarga juga dapat dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
- Tanggung Jawab Suami
- Dosa Istri jadi Tanggung Jawab Suami
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.