Skandal Utang Orang Tua Aijing A2O LITE Memanas, Mantan Karyawan Diancam Ganti Rugi 3 Kali Lipat!

Rabu, 28 Okt 2026, 16:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus dugaan tunggakan gaji yang menyeret Zhang Jing, ibu Aijing dari grup A2O LITE, kembali menjadi sorotan. Setelah sempat menyampaikan permintaan maaf dan berjanji bertanggung jawab menyelesaikan persoalan gaji mantan karyawan, kini muncul dugaan baru yang memicu kemarahan.

Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang beredar di media sosial, sejumlah mantan karyawan diduga menghadapi tekanan hukum ketika berusaha menuntut hak mereka. Bahkan, muncul klaim bahwa mereka terancam dituntut membayar ganti rugi hingga tiga kali lipat dari nilai gaji jika mengungkap identitas Zhang Jing atau memublikasikan isi percakapan tersebut.

Jika klaim ini benar, persoalan yang semula berpusat pada tunggakan upah berpotensi berkembang menjadi polemik yang lebih serius. Namun, isi tangkapan layar dan tuduhan yang beredar tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta terverifikasi tanpa konfirmasi dari pihak-pihak terkait.

Janji Selesaikan Tunggakan Gaji Kini Dipertanyakan

20261028152600_HVszSS8aIAE-xol.jpg

Ket. Foto: Kasus tunggakan gaji orang tua Aijing A2O LITE terus memanas. — Sumber: Istimewa

Dok. Weibo

Sebelumnya, Zhang Jing disebut sempat merilis surat permintaan maaf dan menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab menyelesaikan masalah tunggakan gaji karyawan.

Pernyataan tersebut sempat memberikan harapan kepada para mantan pekerja yang menantikan pembayaran hak mereka. Akan tetapi, unggahan terbaru yang beredar justru memunculkan pertanyaan mengenai perkembangan penyelesaian kasus tersebut.

Dalam sejumlah tangkapan layar, seorang mantan karyawan mengungkapkan keputusasaannya karena kesulitan mendapatkan bantuan hukum. Ia juga menyebut bahwa putusan arbitrase terkait perselisihan ketenagakerjaan telah terbit, tetapi pembayaran gaji yang dituntut belum diterima.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan, terutama jika para pekerja memang telah menempuh prosedur penyelesaian sengketa untuk memperjuangkan hak mereka.

Meski demikian, isi putusan arbitrase, status pelaksanaannya, serta alasan pembayaran belum dilakukan masih perlu diverifikasi melalui dokumen resmi dan keterangan pihak terkait.

Mantan Karyawan Diduga Dipaksa Tanda Tangani Perjanjian

20261028152616_HVszSTMaAAAmvcS.jpg

Dok. Weibo

Hal lain yang menjadi sorotan adalah dugaan adanya persyaratan tambahan sebelum gaji yang tertunggak dicairkan.

Berdasarkan cerita yang beredar, sejumlah mantan karyawan mengaku diminta menandatangani perjanjian pelunasan dengan ketentuan yang mereka nilai merugikan. Mereka disebut khawatir isi perjanjian tersebut justru membatasi hak untuk mengungkap persoalan yang mereka alami.

Situasi ini membuat para pekerja berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka membutuhkan gaji yang belum dibayarkan. Di sisi lain, mereka menghadapi kekhawatiran bahwa menandatangani dokumen tersebut dapat menimbulkan konsekuensi lain.

Beberapa pihak yang mengaku sebagai korban bahkan disebut pesimistis bahwa uang mereka benar-benar akan dibayarkan setelah perjanjian ditandatangani.

Hingga kini, belum ada dokumen lengkap yang dapat memastikan isi perjanjian tersebut maupun apakah semua mantan karyawan menerima persyaratan yang sama.

Bocoran Chat Ungkap Dugaan Ancaman Ganti Rugi Tiga Kali Lipat

Kontroversi semakin memanas setelah beredar tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan perwakilan hukum keluarga Zhang Jing.

Dalam percakapan tersebut, pihak yang disebut sebagai pengacara diduga memperingatkan mantan karyawan mengenai kemungkinan tuntutan ganti rugi hingga tiga kali lipat dari nilai gaji mereka jika membocorkan identitas Zhang Jing atau menyebarkan isi percakapan ke publik.

Selain itu, sosok tersebut diklaim menantang para pekerja untuk melanjutkan persoalan melalui jalur arbitrase apabila tidak bersedia mengikuti persyaratan yang diajukan. Ancaman tuntutan perdata juga disebut muncul dalam percakapan tersebut.

Jika benar terjadi, dugaan ini berpotensi menambah tekanan terhadap mantan karyawan yang sedang memperjuangkan haknya. Terlebih, tidak semua pekerja memiliki kemampuan finansial untuk menyewa pengacara atau menghadapi proses hukum yang panjang.

Namun, keaslian percakapan, identitas pengirim, dan konteks lengkap pesan tersebut masih perlu dipastikan. Ancaman ganti rugi yang diklaim dalam tangkapan layar juga tidak otomatis berarti tuntutan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat.

Korban Mengaku Belum Menerima Pembayaran

Di tengah ramainya perbincangan, sejumlah komentar yang disebut berasal dari sesama mantan karyawan mengindikasikan bahwa persoalan pembayaran belum selesai.

Mereka mengaku belum menerima gaji yang dituntut, meskipun sebelumnya telah menempuh upaya penyelesaian sengketa. Ada pula kekhawatiran bahwa perjanjian yang diminta untuk ditandatangani tidak memberikan jaminan pembayaran yang jelas.

Jika pengakuan tersebut akurat, kondisi ini memperlihatkan betapa rumitnya posisi pekerja ketika hak finansial mereka belum terpenuhi, sementara proses penyelesaiannya justru menimbulkan persoalan baru.

Meski demikian, klaim bahwa seluruh korban belum menerima pembayaran perlu dikonfirmasi secara terpisah. Status setiap pekerja, nilai tunggakan, serta perkembangan proses hukum bisa saja berbeda.

Kasus Orang Tua Aijing A2O LITE Kembali Jadi Sorotan

Kasus ini kembali menarik perhatian karena Zhang Jing merupakan ibu dari Aijing, anggota grup A2O LITE. Nama sang idol pun berpotensi ikut terseret dalam perbincangan publik, meskipun persoalan yang dibahas berkaitan dengan dugaan hubungan kerja dan pembayaran gaji orang dewasa.

Penting untuk membedakan tanggung jawab masing-masing pihak. Tidak ada informasi dalam materi yang beredar tersebut yang membuktikan bahwa Aijing terlibat langsung dalam persoalan tunggakan gaji atau dugaan komunikasi dengan mantan karyawan.

Pada akhirnya, persoalan utama yang perlu dijawab adalah apakah hak para pekerja telah dipenuhi dan bagaimana status penyelesaian sengketanya. Jika memang terdapat putusan arbitrase yang belum dilaksanakan, dokumen resmi dan mekanisme penegakan hukum akan menjadi bagian penting untuk memperjelas duduk perkara.

Sementara itu, dugaan intimidasi, ancaman ganti rugi, dan perjanjian yang dipersoalkan perlu ditelusuri lebih lanjut. Publik masih menantikan penjelasan dari Zhang Jing maupun perwakilan hukumnya agar berbagai klaim yang beredar tidak berhenti sebagai tuduhan sepihak di media sosial.

  • a20 lite
  • Aijing A2O LITE

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.