- Home
-
- Entertainment
-
- Stop the Wedding Ala Tas...
Stop the Wedding Ala Tasya Farasya, Jangan Nikahi Cowok Anak Mama Hobi Gaslighting!
Senin, 26 Okt 2026, 15:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Tasya Farasya kembali menjadi sorotan setelah mengunggah sejumlah pernyataan tajam tentang kehidupan rumah tangga dan hubungan asmara. Kali ini, beauty influencer tersebut menyuarakan pesan tegas kepada perempuan agar tidak sembarangan memilih pasangan, terutama pria yang dinilai belum dewasa dan tidak memahami tanggung jawab sebagai suami maupun ayah.
Melalui unggahan bertajuk Stop the Marriage, Tasya menyoroti sejumlah perilaku laki-laki yang menurutnya patut menjadi peringatan sebelum seseorang memutuskan menikah. Pesan tersebut langsung menarik perhatian warganet karena dianggap berkaitan dengan pengalaman pribadinya setelah berpisah dari Ahmad Assegaf, mantan suaminya.
Dalam unggahannya, Tasya secara blak-blakan mengingatkan perempuan untuk tidak menikahi pria yang gemar melakukan gaslighting, tidak memiliki pendirian, hingga lebih mementingkan kehidupan di luar rumah daripada keluarga sendiri.
Tasya Farasya Serukan Stop Nikahi Pria Hobi Gaslighting

Dok. Istimewa
Tasya membuka pesannya dengan seruan Stop the Marriage atau ajakan untuk menghentikan pernikahan dengan laki-laki yang memiliki perilaku tertentu. Salah satu yang disorot adalah pria yang gemar melakukan gaslighting, yakni perilaku manipulatif yang dapat membuat seseorang meragukan ingatan, perasaan, atau penilaiannya sendiri.
Tak hanya itu, Tasya juga menyinggung sosok pria yang disebutnya sebagai anak mama, terutama jika ketergantungan kepada orang tua membuatnya tidak mampu mengambil keputusan secara mandiri.
Ia turut menyoroti laki-laki yang lebih memilih menghabiskan waktu untuk nongkrong dibandingkan pulang menemui istri dan anaknya. Bahkan, kebiasaan pulang pagi seolah tidak memiliki keluarga juga masuk dalam daftar perilaku yang disinggungnya.
Menurut pesan yang disampaikan Tasya, persoalan dalam rumah tangga bukan semata-mata tentang status pernikahan. Seorang laki-laki juga harus memahami tanggung jawab yang menyertainya ketika memilih menjadi suami sekaligus ayah.
Tasya pun menyampaikan pesan bahwa perempuan sebaiknya tidak menikahi laki-laki yang masih harus terus-menerus diajari bagaimana menjadi pribadi dewasa dan bertanggung jawab.
Pernyataan tersebut menuai perhatian karena disampaikan dengan nada tegas. Meski demikian, unggahan itu tidak secara otomatis membuktikan bahwa setiap perilaku yang disebutkan Tasya merupakan tuduhan spesifik terhadap mantan suaminya.
Pernyataan Tasya Soal Anak-Anak Ikut Jadi Sorotan

Dok. Istimewa
Sorotan semakin besar ketika Tasya mengunggah pernyataan lain yang ditujukan kepada pihak yang ia sebut sebagai âkicau maniaâ.
Dalam unggahan tersebut, Tasya menuliskan bahwa dirinya tidak menjadikan pihak tertentu dan keluarganya sebagai narapidana karena memikirkan anak-anaknya. Pernyataan itu memicu beragam reaksi karena dinilai mengandung kemarahan dan menyiratkan adanya persoalan yang belum selesai.
Namun, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai konteks lengkapnya, isi unggahan tersebut belum cukup untuk memastikan persoalan apa yang sebenarnya dimaksud Tasya. Karena itu, pernyataannya perlu dipahami sebagai ungkapan yang ia sampaikan melalui media sosial, bukan sebagai bukti bahwa telah terjadi tindak pidana tertentu.
Terlepas dari berbagai spekulasi yang muncul, unggahan tersebut memperlihatkan bahwa isu rumah tangga dan dampaknya terhadap anak-anak masih menjadi topik sensitif yang mendapat perhatian publik.
Tasya Bantah Disebut Terlalu Bucin kepada Mantan Suami

Dok. Istimewa
Tak berhenti sampai di situ, Tasya juga menanggapi anggapan warganet yang menyebut dirinya terlalu bucin atau mencintai mantan suaminya secara berlebihan.
Ia mempertanyakan bagaimana orang lain bisa menilai perjalanan cintanya hanya berdasarkan potongan cerita dari podcast yang menurutnya dibuat untuk hiburan. Tasya menegaskan bahwa hubungannya dengan Ahmad berlangsung selama 14 tahun.
Dalam unggahannya, ia juga menyatakan bahwa dirinya kerap menjadi pihak yang memutuskan hubungan, sementara Ahmad disebut tidak ingin melepaskannya. Tasya kemudian menyindir anggapan bahwa orang yang lebih mencintai pasangan pasti menjadi pihak yang kalah dalam hubungan.
Ia menegaskan bahwa mencintai seseorang dengan tulus bukanlah sebuah kesalahan. Tasya bahkan menyampaikan bahwa tindakan seperti pencurian dan korupsi tidak seharusnya dibenarkan atau dialihkan kesalahannya kepada orang yang pernah mencintai pelakunya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan keberatannya terhadap komentar yang seolah menyalahkan seseorang karena terlalu menyayangi pasangan.
Warganet Ingatkan, Tulus Mencintai Bukan Berarti Kalah
Unggahan Tasya turut memunculkan diskusi tentang cara masyarakat memandang seseorang yang memberikan cinta, perhatian, dan usaha besar dalam hubungan.
Sejumlah komentar menilai bahwa seseorang tidak seharusnya disalahkan hanya karena berusaha mempertahankan hubungan atau bersikap royal kepada pasangan. Jika hubungan berakhir karena pengkhianatan, tindakan tersebut tetap menjadi tanggung jawab pihak yang melakukannya.
Ada pula warganet yang menyoroti anggapan orang yang tidak terlalu mencintai pasangan justru dianggap lebih unggul. Menurut pandangan tersebut, hubungan bukanlah perlombaan untuk menentukan siapa yang paling sedikit berkorban atau siapa yang paling cepat melepaskan.
Perdebatan ini kemudian berkembang menjadi pengingat bahwa ketulusan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk merendahkan seseorang. Mencintai pasangan dengan sungguh-sungguh merupakan hal yang wajar, selama hubungan tersebut tetap dibangun atas dasar rasa hormat, kejujuran, dan tanggung jawab bersama.
- Ahmad Assegaf
- gaslighting
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.