10 Treatment Kecantikan yang Sedang Viral, dari DNA Salmon hingga XERF untuk Kulit Lebih Kencang

Ket. Treatment kecantikan.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tren kecantikan terus berkembang dengan menghadirkan berbagai treatment yang menawarkan solusi untuk masalah kulit, mulai dari wajah kusam, pori-pori besar, bekas jerawat, hingga kulit kendur akibat penuaan. Tak hanya skincare, perawatan di klinik kecantikan juga semakin diminati karena menawarkan prosedur yang lebih spesifik sesuai kebutuhan kulit.

Sejumlah treatment seperti skin booster DNA salmon, PDRN, exosome therapy, hingga XERF dan Endolift menjadi topik yang menarik perhatian dalam dunia estetika. Masing-masing memiliki mekanisme kerja, manfaat yang diharapkan, serta risiko yang perlu dipahami sebelum seseorang memutuskan untuk mencobanya.

Lantas, apa saja treatment kecantikan yang menarik untuk dikenal lebih jauh? Berikut ulasannya.

1. Skin Booster DNA Salmon, Perawatan untuk Kulit Lebih Lembap

20261026092357_dda386af-16cc-4d7f-b3ef-2b7283c58b93.jpg

Dok. Gemini

Skin booster DNA salmon menjadi salah satu perawatan yang banyak dibicarakan karena dikaitkan dengan upaya memperbaiki hidrasi dan kualitas kulit. Perawatan ini umumnya menggunakan bahan berbasis polynucleotide atau PDRN, yang dapat berasal dari sumber ikan tertentu, bergantung pada produk yang digunakan.

Berbeda dengan filler yang berfokus pada penambahan volume, skin booster ditujukan untuk memperbaiki kualitas kulit. Hasil yang diharapkan antara lain kulit terasa lebih lembap dan tampak lebih halus.

Pada prosedur injeksi, pasien mungkin mengalami kemerahan, pembengkakan kecil, memar, atau benjolan sementara di area suntikan. Risiko infeksi dan reaksi terhadap bahan juga perlu diperhatikan.

Sebelum menjalani perawatan, penting untuk mengetahui kandungan produk, status izin edar, serta memastikan prosedur dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten.

2. PDRN Treatment, Tren Perawatan untuk Kualitas Kulit

20261026092619_FotoJet---2026-10-26T092611.883.jpg

Dok. Istimewa

PDRN atau polydeoxyribonucleotide merupakan bahan yang digunakan dalam sejumlah produk dan prosedur perawatan kulit. Bahan ini menarik perhatian karena potensinya dalam mendukung proses perbaikan jaringan.

Dalam dunia estetika, PDRN sering dikaitkan dengan perawatan untuk membantu memperbaiki tekstur dan kondisi kulit. Meski demikian, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung formulasi, metode pemberian, dan kondisi kulit.

Penting juga untuk membedakan produk skincare yang digunakan di permukaan kulit dengan prosedur injeksi. Keduanya tidak otomatis memberikan hasil yang sama karena cara penghantaran bahan dan bukti efektivitasnya berbeda.

Sebelum mencoba PDRN treatment, cari tahu apakah produk yang digunakan memang ditujukan untuk prosedur tersebut dan memiliki izin yang sesuai.

3. Exosome Therapy, Teknologi Regeneratif yang Jadi Sorotan

20261026092801_FotoJet---2026-10-26T092754.021.jpg

Dok. Istimewa

Exosome therapy turut menarik perhatian dalam industri kecantikan karena dikaitkan dengan komunikasi antarsel dan penelitian mengenai regenerasi jaringan.

Dalam perawatan estetika, exosome dipasarkan atau diteliti untuk berbagai tujuan, termasuk mendukung perbaikan kondisi kulit. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas dan keamanan exosome untuk berbagai indikasi estetika masih berkembang.

Tidak semua produk exosome memiliki komposisi, kualitas, maupun dasar penelitian yang sama. Karena itu, klaim bahwa perawatan ini dapat mengatasi berbagai masalah kulit sekaligus perlu disikapi secara kritis.

Sebelum mempertimbangkannya, konsumen perlu menanyakan sumber bahan, metode pemberian, bukti klinis, dan status regulasi produk yang digunakan. Hindari memilih prosedur hanya karena menjanjikan hasil yang terlihat cepat.

4. XERF Treatment, Alternatif untuk Kulit yang Mulai Kendur

20261026093047_WhatsApp-Image-2026-10-26-at-09.30.33.jpeg

Dok. Istimewa

Bagi orang yang mulai merasa kulit wajah kehilangan kekencangannya, teknologi radiofrequency menjadi salah satu pilihan perawatan yang menarik untuk dikenal. XERF merupakan salah satu teknologi estetika berbasis radiofrequency yang ditujukan untuk membantu mengencangkan kulit.

Teknologi ini menggunakan energi untuk menghasilkan panas pada jaringan sasaran. Tujuannya adalah memicu respons jaringan yang dapat mendukung pembentukan dan perubahan kolagen.

XERF kerap diperbincangkan sebagai alternatif perawatan nonbedah bagi mereka yang ingin memperbaiki kekencangan kulit tanpa menjalani operasi.

Namun, hasilnya tidak bisa disamakan dengan facelift. Tingkat kekencangan kulit, usia, kondisi jaringan, dan karakteristik pasien turut memengaruhi hasil akhir.

Efek samping seperti rasa tidak nyaman, kemerahan, pembengkakan, atau komplikasi akibat panas juga perlu dipertimbangkan. Konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum menjalani prosedur.

5. Endolift, Perawatan untuk Membantu Mempertegas Kontur Wajah

20261026093200_WhatsApp-Image-2026-10-26-at-09.31.41.jpeg

Dok. Istimewa

Endolift merupakan prosedur berbasis laser yang digunakan dalam perawatan estetika untuk membantu memperbaiki kekencangan kulit dan kontur wajah pada pasien tertentu.

Prosedur ini menggunakan serat optik mikro yang dimasukkan ke bawah kulit untuk menghantarkan energi laser ke jaringan sasaran. Tujuan perawatan dapat mencakup perbaikan kekencangan kulit dan perubahan kontur pada area tertentu.

Endolift menarik perhatian karena menawarkan pendekatan yang berbeda dari prosedur pengencangan kulit tanpa operasi maupun operasi facelift konvensional.

Meski begitu, prosedur ini tetap merupakan tindakan medis yang memiliki risiko. Pembengkakan, memar, rasa tidak nyaman, perubahan sensasi, hingga komplikasi akibat panas dapat terjadi.

Hasilnya juga tidak selalu sama pada setiap pasien. Konsultasi diperlukan untuk menentukan apakah kondisi kulit dan jaringan seseorang sesuai untuk prosedur ini.

6. HIFU, Treatment Pengencangan Kulit dengan Ultrasound

20261026093342_WhatsApp-Image-2026-10-26-at-09.32.52.jpeg

Dok. Istimewa

High-Intensity Focused Ultrasound atau HIFU merupakan teknologi yang menggunakan energi ultrasound terfokus untuk memanaskan jaringan pada kedalaman tertentu.

Dalam dunia estetika, HIFU digunakan untuk membantu memperbaiki kekencangan kulit pada area wajah dan leher. Perawatan ini kerap dipilih oleh orang yang ingin mencoba pendekatan nonbedah untuk mengatasi tanda-tanda kulit kendur.

Meski sering dipromosikan sebagai treatment pengencangan wajah, hasil HIFU tidak selalu langsung terlihat. Perubahan dapat berkembang secara bertahap dan dipengaruhi oleh kondisi kulit serta perangkat yang digunakan.

Efek samping yang mungkin muncul meliputi kemerahan, pembengkakan, nyeri, atau perubahan sensasi. Penggunaan perangkat yang tidak tepat juga dapat menimbulkan komplikasi.

Karena itu, pastikan prosedur dilakukan oleh tenaga terlatih yang memahami anatomi wajah dan penggunaan perangkat medis terkait.

7. RF Microneedling, Perawatan untuk Tekstur Kulit

20261026100931_FotoJet---2026-10-26T093445.589.jpg

Dok. Istimewa

RF microneedling menggabungkan jarum mikro dengan energi radiofrequency untuk memberikan stimulasi pada jaringan kulit. Perawatan ini digunakan untuk membantu memperbaiki tekstur kulit dan merangsang respons pembentukan kolagen.

Treatment tersebut dapat dipertimbangkan untuk sejumlah masalah kulit, termasuk bekas jerawat tertentu dan tekstur kulit yang tidak merata.

Namun, hasilnya bergantung pada jenis bekas jerawat, kedalaman kerusakan jaringan, pengaturan perangkat, dan karakteristik kulit pasien.

Prosedur ini juga memiliki risiko, seperti kemerahan, pembengkakan, perubahan pigmentasi, infeksi, hingga jaringan parut. Penggunaan energi yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Sebelum menjalani RF microneedling, diskusikan kondisi kulit dan riwayat perawatan dengan dokter agar metode yang dipilih sesuai dengan kebutuhan.

8. Collagen Biostimulator, Bukan Sekadar Menambah Volume

20261026101524_WhatsApp-Image-2026-10-26-at-10.14.49.jpeg

Dok. Istimewa

Collagen biostimulator merupakan kelompok bahan injeksi yang dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen. Beberapa produk digunakan untuk membantu memperbaiki volume dan kualitas jaringan secara bertahap.

Berbeda dengan filler berbasis asam hialuronat yang umumnya memberikan efek penambahan volume secara langsung, sejumlah collagen biostimulator bekerja melalui respons jaringan setelah bahan disuntikkan.

Hasil yang diharapkan dapat berupa perbaikan volume dan kekencangan secara bertahap. Namun, manfaat dan durasinya bergantung pada jenis produk, teknik penyuntikan, serta kondisi pasien.

Prosedur ini bukan tanpa risiko. Benjolan, peradangan, infeksi, dan komplikasi pembuluh darah dapat terjadi pada tindakan injeksi estetika.

Karena itu, pemilihan produk dan teknik penyuntikan perlu dilakukan oleh dokter yang kompeten. Konsumen juga sebaiknya memahami apakah hasil yang diharapkan sesuai dengan karakteristik produk yang digunakan.

9. Laser Treatment, Pilihan untuk Berbagai Masalah Kulit

20261026101606_Laser-myth-debunked.jpeg

Dok. Istimewa

Laser treatment sudah lama digunakan dalam dunia dermatologi dan estetika. Meski demikian, perkembangan teknologi membuat pilihan perangkat dan indikasinya semakin beragam.

Jenis laser tertentu dapat digunakan untuk membantu menangani masalah pigmentasi, warna kulit tidak merata, tekstur, atau bekas jerawat. Akan tetapi, tidak semua laser cocok untuk semua masalah kulit.

Pemilihan laser perlu mempertimbangkan warna kulit, jenis keluhan, kedalaman masalah, serta riwayat perawatan sebelumnya. Pada kulit yang rentan mengalami hiperpigmentasi, misalnya, pengaturan energi dan pemilihan perangkat perlu dilakukan secara hati-hati.

Efek samping dapat berupa kemerahan, rasa perih, pengelupasan, perubahan warna kulit, atau luka bakar jika prosedur tidak dilakukan dengan tepat.

Karena itu, konsultasi diperlukan agar jenis laser yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit.

10. PRP Treatment, Memanfaatkan Plasma Darah Sendiri

20261026101838_FotoJet---2026-10-26T101829.154.jpg

Dok. Istimewa

Platelet-Rich Plasma atau PRP merupakan prosedur yang menggunakan plasma darah dengan konsentrasi trombosit tertentu dari darah pasien sendiri.

Dalam bidang medis, PRP telah digunakan atau diteliti untuk sejumlah indikasi, termasuk beberapa masalah rambut dan perawatan tertentu pada kulit. Penggunaannya bergantung pada kondisi yang ditangani dan protokol prosedur.

Pada umumnya, prosedur melibatkan pengambilan darah, pemrosesan untuk memperoleh plasma yang diinginkan, lalu penggunaannya sesuai indikasi.

Meski menggunakan darah sendiri, PRP bukan berarti bebas risiko. Infeksi, memar, nyeri, dan reaksi pada area tindakan tetap dapat terjadi.

Selain itu, bukti efektivitas PRP berbeda-beda untuk setiap indikasi. Konsumen sebaiknya tidak langsung menganggapnya sebagai solusi untuk semua masalah kulit atau rambut.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN