Kuku Palsu Bisa Picu Infeksi Jamur Kuku, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Ket. Kuku Palsu Bisa Picu Infeksi Jamur Kuku, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Doc: unsplash.com/Yazid N
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Menghias kuku menggunakan kuteks maupun kuku palsu kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak perempuan.
Beragam pilihan desain kuku palsu yang menarik serta kemudahan dalam pemasangan dan pelepasannya membuat aksesori ini semakin diminati untuk menunjang penampilan.
Meski demikian, penggunaan kuku palsu perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur kuku, terutama apabila pemasangannya tidak tepat dan kebersihan kuku kurang terjaga.
Infeksi ini tidak hanya memengaruhi penampilan kuku, tetapi juga berpotensi menimbulkan rasa sakit apabila kondisinya semakin parah. Oleh karena itu, penting untuk mengenali pengertian, penyebab, tanda-tanda, serta cara mencegah infeksi jamur kuku.
Apa Itu Jamur Kuku?
Rekomendasi juga buat kamu:
Jamur kuku atau onychomycosis merupakan infeksi jamur yang menyerang kuku tangan maupun kaki. Kondisi ini tergolong umum terjadi dan dapat diobati dengan penanganan yang sesuai.
Pada umumnya, infeksi jamur kuku tidak menimbulkan bahaya serius. Namun, perubahan warna dan bentuk kuku akibat infeksi dapat mengganggu penampilan serta membuat penderitanya merasa kurang percaya diri.
Dalam kondisi yang lebih parah, infeksi jamur kuku dapat menyebabkan rasa sakit, penebalan kuku, hingga perubahan pada jaringan kulit di sekitarnya.
Apabila gejala tersebut muncul atau kondisi kuku semakin memburuk, diperlukan penanganan yang tepat dengan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan profesional.
Penyebab Terjadinya Jamur Kuku
Infeksi jamur kuku dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi fisik, kebersihan, hingga penggunaan kuku palsu. Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur kuku.
- Penggunaan kuku palsu. Mengutip Healthline, kuku palsu yang tidak terpasang dengan sempurna dapat menyisakan celah yang memerangkap kelembapan. Kondisi lembap tersebut dapat mendukung pertumbuhan jamur sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada kuku.
- Faktor usia. Orang yang berusia di atas 60 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi jamur kuku dibandingkan individu yang berusia lebih muda.
- Berbagi perlengkapan perawatan kuku. Penggunaan bersama barang-barang seperti pemotong kuku dan perlengkapan yang berkaitan dengan aplikasi kuteks dapat meningkatkan risiko penularan apabila alat tersebut telah terkontaminasi jamur. Karena itu, kebersihan peralatan perawatan kuku perlu selalu diperhatikan.
Tanda-Tanda Infeksi pada Kuku
Selain mengetahui penyebabnya, mengenali tanda-tanda infeksi jamur kuku juga penting dilakukan. Infeksi ini umumnya berkembang secara perlahan sehingga perubahan pada kuku terkadang tidak langsung disadari.
Mengacu pada informasi dari Everyday Health, beberapa tanda yang dapat menunjukkan adanya infeksi jamur kuku meliputi:
- Perubahan warna kuku. Kuku dapat berubah menjadi kekuningan atau kecokelatan. Pada beberapa kasus, muncul pula guratan atau bercak berwarna putih pada permukaan kuku.
- Perubahan bentuk dan tekstur kuku. Kuku dapat mengalami penebalan, sementara permukaannya berubah dan bentuknya tidak lagi seperti semula.
- Kuku terangkat dari dasar kuku. Infeksi dapat menyebabkan kuku sedikit terangkat dan mulai terpisah dari kulit di bawahnya.
Apabila perubahan tersebut muncul dan tidak kunjung membaik, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu memastikan penyebabnya serta menentukan penanganan yang sesuai.
Cara Pencegahan Jamur Kuku
Risiko infeksi jamur kuku dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan serta memperhatikan kebiasaan dalam merawat kuku. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat diterapkan.
- Gunakan pemotong kuku pribadi. Hindari berbagi pemotong kuku dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan jamur melalui peralatan yang terkontaminasi.
- Bersihkan perlengkapan perawatan kuku secara rutin. Pastikan alat yang digunakan untuk merawat kuku selalu dalam kondisi bersih agar risiko kontaminasi dapat diminimalkan.
- Pilih sepatu dengan ukuran yang sesuai. Hindari penggunaan sepatu yang terlalu sempit karena dapat menimbulkan tekanan pada kuku dan membuat kaki kurang nyaman.
- Berikan jeda dari penggunaan kuku palsu dan kuteks. Sesekali hentikan pemakaian produk tersebut agar kondisi kuku dapat diperiksa secara langsung dan kebersihannya tetap terjaga. Jeda ini juga membantu pengguna mengetahui lebih awal apabila terdapat perubahan warna atau bentuk kuku.
Penggunaan kuteks dan kuku palsu tetap dapat menjadi pilihan untuk mempercantik penampilan. Namun, kebersihan kuku dan perlengkapan perawatannya perlu menjadi perhatian agar risiko infeksi dapat ditekan.
Dengan memahami penyebab, mengenali gejala sejak dini, serta menerapkan langkah pencegahan yang tepat, kesehatan kuku dapat lebih terjaga. Apabila muncul perubahan pada kuku yang mencurigakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Kuku Palsu Bisa Picu Infeksi Jamur Kuku, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!