Batik Goes to Campus, UI Ajak Generasi Muda jadikan Batik sebagai Bagian dari Gaya Hidup
DEPOK, KUCANTIK.COM - Upaya menjaga kedekatan generasi muda dengan warisan budaya lokalmenjadi kian penting seiring dengan makin derasnya arus tren global dan budaya digital. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok menggelar Pagelaran Batik Depok 2026 bertajuk “Batik Goes to Campus: Identitas Kita, Gaya Kita” sebagai upaya mendorong Batik Depok tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (14/10) di Auditorium Gedung IV FIB UI ini digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional sekaligus Dies Natalis ke-86 FIB UI. Agenda ini mempertemukan akademisi, pemerintah daerah, perajin batik, pelaku UMKM, dan mahasiswa dalamsatu ruang dialog dan kolaborasi. Melalui talkshow, pameran, hingga lokakarya membatik, FIB UI dan Pemerintah Kota Depok berupaya menumbuhkan rasa memiliki terhadap Batik Depok sebagai representasi kekayaan budaya lokal yang terus berkembang di tengah masyarakat urban.
Dekan FIB UI, Dr. Untung Yuwono, S.S., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggungjawab untuk turut merawat dan melestarikan warisan budaya bangsa. Menurutnya, peran kampus begitu krusial dalam mempertemukan tradisi dengan generasi muda melalui berbagai bentuk edukasidan pemaknaan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Batik Depok bukan hanya produk kerajinan, melainkan manifestasi identitas lokal masyarakaturban yang terus berkembang. Melalui sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah, kampus menjadi ruang strategis untuk mengenalkan serta memberikan pemaknaan baru bagi generasi muda agar bangga mengenakan kekayaan budayanya,” papar Dr. Untung.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Ir. Widyati Riyandani, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok untuk terus mendampingi para perajin dalam meningkatkan kualitas produk, inovasi desain, hingga perluasan akses pasar agar Batik Depok semakin dikenal dan memiliki daya saing yang kuat.
Sebagai bagian utama kegiatan, diadakan gelar wicara (talkshow) interaktif yang dimoderatori oleh Dr. Leila Mona Ganiem, M.Si., dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI). Sesi ini menghadirkan Hj. Siti Barkah Hasanah, M.Ag. atauyang akrab disapa Cing Ikah selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, serta Dr. Ade Solihat, S.S., M.A., dosen FIB UI sekaligus periset Batik Depok.
Cing Ikah menceritakan perjalanan Batik Depok yang mulai dirintis sejak 2007 dan berkembang menjadi salah satu identitas budaya Kota Depok. Berbagai motif yang lahir dari Batik Depok mengangkat sejarah, ikon lokal, serta kekayaan hayati yang menjadi ciri khas kota tersebut. Ia mendorong mahasiswa dan kreator muda untuk terlibat dalam eksplorasi desain dan fesyenkontemporer agar Batik Depok semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.
Sementara itu, Dr. Ade Solihat menyoroti pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat narasi budaya melalui riset. Menurutnya, penelitian akademik memiliki peran strategis untuk mendokumentasikan perkembangan Batik Depok sekaligus memberikan landasan ilmiah bagi upayape lestariannya. Ia memandang Batik Depok sebagai tradisi urban yang terus hidup, berkembang, dan diciptakan kembali oleh masyarakat sesuai dengan konteks zamannya.
Selain talkshow, Pagelaran Batik Depok 2026 juga menghadirkan Galeri Batik Depok dan bazar UMKM yang menampilkan berbagai karya batik khas daerah serta produk ekonomi kreatif. Pengunjung juga berkesempatan mengikuti lokakarya membatik yang memungkinkan peserta mencoba secara langsung proses mencanting motif khas Depok. Pengalaman tersebut membuat peserta tidak hanya mengenal Batik Depok secara teoritis, tetapi juga memahami proses kreatif di balik pembuatannya.
Kolaborasi UI dan Pemerintah Kota Depok menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra strategis dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatifberbasis kearifan lokal. Melalui riset, edukasi, dan ruang kolaborasi dengan masyarakat, UI berupaya memastikan Batik Depok tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga terus relevan dan hidup di tengah generasi muda.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Batik Goes to Campus, UI Ajak Generasi Muda jadikan Batik sebagai Bagian dari Gaya Hidup .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!