16 Makanan Putih untuk Kesehatan Usus: Ada Kefir, Bawang Putih hingga Yoghurt

Ket. Kefir, bawang putih, dan yogurt.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jangan buru-buru menganggap makanan berwarna putih kurang bergizi! Sejumlah bahan pangan berwarna putih justru bisa menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan pencernaan. Mulai dari bawang putih, kembang kol, pisang, hingga yoghurt plain, bahan-bahan ini memiliki kandungan nutrisi yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus.

Dalam dunia nutrisi, kesehatan usus menjadi salah satu hal yang semakin banyak diperhatikan. Pasalnya, sistem pencernaan tidak hanya berfungsi memproses makanan, tetapi juga berperan dalam penyerapan zat gizi dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan. Salah satu cara untuk merawatnya adalah dengan mengonsumsi makanan beragam yang mengandung serat dan prebiotik.

Prebiotik merupakan komponen makanan yang dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme baik di usus. Sementara itu, serat membantu mendukung keteraturan buang air besar dan kesehatan saluran pencernaan. Kabar baiknya, beberapa bahan makanan sehari-hari dapat menjadi sumber kedua komponen tersebut.

16 Makanan Putih yang Bisa Jadi Sahabat Usus

Berikut daftar makanan berwarna putih yang dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

1. Bawang putih

20261022164908_FotoJet---2026-10-22T164859.720.jpg

Dok. Istimewa

Bawang putih tidak hanya dikenal sebagai bumbu dapur, tetapi juga mengandung senyawa prebiotik, termasuk fruktan. Kandungan ini dapat dimanfaatkan oleh bakteri tertentu di usus. Meski begitu, sebagian orang dengan pencernaan sensitif mungkin perlu membatasi konsumsinya.

2. Bawang Bombay

20261022170523_FotoJet---2026-10-22T170508.592.jpg

Dok. Istimewa

Bawang bombay mengandung serat prebiotik, termasuk inulin dan fruktooligosakarida. Bahan ini bisa membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.

3. Daun Bawang

20261022170418_FotoJet---2026-10-22T170408.618.jpg

Dok. Istimewa

Daun bawang juga mengandung serat yang berpotensi memberikan manfaat prebiotik. Tambahkan ke dalam sup, tumisan, atau hidangan sehari-hari untuk menambah cita rasa sekaligus variasi nutrisi.

4. Jamur Kancing

20261022170327_FotoJet---2026-10-22T170318.751.jpg

Dok. Istimewa

Jamur kancing menyediakan serat dan sejumlah zat gizi. Kandungan seratnya dapat mendukung pola makan yang baik bagi pencernaan, meskipun jenis dan jumlahnya berbeda dari satu bahan pangan ke bahan lainnya.

5. Kembang Kol

20261022170233_FotoJet---2026-10-22T170225.132.jpg

Dok. Istimewa

Kembang kol mengandung serat yang membantu menjaga fungsi saluran pencernaan. Sayuran ini juga mudah diolah menjadi sup, tumisan, atau hidangan panggang.

6. Lobak Putih

20261022165058_FotoJet---2026-10-22T165049.810.jpg

Dok. Istimewa

Lobak putih mengandung air dan serat yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian. Sayuran ini cocok dimakan dalam sup maupun sebagai pelengkap hidangan.

7. Bengkuang

20261022165935_istockphoto-916326164-612x612.jpg

Dok. Istimewa

Bengkuang memiliki kandungan air yang tinggi dan menyediakan serat. Teksturnya yang renyah membuatnya cocok dijadikan camilan atau campuran salad.

8. Pisang

20261022165906_Kenali-Ciri-Buah-Pisang-Matang.jpg

Dok. Istimewa

Pisang, terutama yang belum terlalu matang, mengandung pati resisten yang dapat difermentasi oleh bakteri usus. Buah ini juga praktis dikonsumsi sebagai camilan atau pelengkap sarapan.

9. Oatmeal

20261022165833_cf9ba294-c89e-4b05-bceb-f2b74bec6a33_169.jpeg

Dok. Istimewa

Oatmeal kaya akan beta-glukan, yaitu jenis serat larut yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan membantu menjaga kadar kolesterol. Sajikan dengan buah atau yoghurt untuk menu sarapan yang lebih beragam.

10. Kacang Putih

20261022165757_FotoJet---2026-10-22T165751.367.jpg

Dok. Istimewa

Kacang putih mengandung serat dan protein nabati. Konsumsi kacang-kacangan secara bertahap dapat membantu meningkatkan asupan serat, terutama bagi orang yang sebelumnya jarang mengonsumsinya.

11. Tempe

20261022165549_shutterstock_2479251909-1-scaled.jpg

Dok. Istimewa

Tempe merupakan makanan fermentasi berbahan dasar kedelai yang menyediakan protein nabati dan sejumlah serat. Tempe bisa menjadi pilihan lauk bergizi untuk melengkapi menu harian.

12. Yogurt Plain

20261022165520_Makanan-Sehat-4.jpg

Dok. Istimewa

Yogurt plain yang mengandung kultur hidup dapat membantu menambah asupan mikroorganisme tertentu. Pilih produk tanpa tambahan gula berlebihan dan periksa label untuk mengetahui apakah produk tersebut mengandung kultur hidup.

13. Kefir

20261022165426_WhatsApp-Image-2026-10-22-at-16.54.14.jpeg

Dok. Istimewa

Kefir merupakan minuman fermentasi yang dapat mengandung beragam mikroorganisme. Kandungan dan jenis mikroorganismenya bergantung pada proses pembuatan serta produk yang dipilih.

14. Tahu

20261022165238_WhatsApp-Image-2026-10-22-at-11.45.58.jpeg

Dok. Istimewa

Tahu dikenal sebagai sumber protein nabati. Kandungan seratnya relatif rendah, sehingga manfaatnya untuk pencernaan lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan sebagai sumber utama prebiotik.

15. Akar Teratai

20261022165206_FotoJet---2026-10-22T165159.077.jpg

Dok. Istimewa

Akar teratai dapat dikonsumsi sebagai sayuran dan mengandung serat. Bahan ini bisa diolah menjadi sup atau tumisan untuk menambah variasi makanan sehari-hari.

16. Lobak

20261022170127_WhatsApp-Image-2026-10-22-at-17.01.09.jpeg

Dok. Istimewa

Selain lobak putih, lobak jenis lain juga dapat melengkapi asupan sayuran. Kandungan serat dan airnya mendukung pola makan yang baik untuk kesehatan pencernaan.

Perlu diingat, makanan yang mengandung prebiotik juga tidak otomatis menyembuhkan gangguan pencernaan. Orang dengan kondisi tertentu, seperti sindrom iritasi usus, mungkin perlu menyesuaikan pilihan makanan berdasarkan toleransi tubuh dan saran tenaga kesehatan.

Jadi, tak perlu terpaku pada makanan berwarna putih saja. Padukan bahan-bahan tersebut dengan sayuran berwarna lain, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan sumber protein yang beragam. Dengan pola makan seimbang dan konsisten, kesehatan usus dapat didukung tanpa harus mengikuti tren diet yang terlalu membatasi pilihan makanan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN