Vaksin Shingrix Disebut Bisa Turunkan Risiko Demensia pada Lansia, Ini Temuan Studinya
Ket. Vaksin Shingrix yang selama ini digunakan untuk mencegah herpes zoster ternyata dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah pada orang dewasa lanjut usia.
Doc: Unsplash
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Vaksin Shingrix yang selama ini digunakan untuk mencegah herpes zoster ternyata dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah pada orang dewasa lanjut usia. Temuan tersebut berasal dari studi berskala besar di Amerika Serikat yang mengamati lebih dari 500 ribu lansia selama beberapa tahun.
Penelitian tersebut dipimpin Kaley Hayes, asisten profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Brown, bersama sejumlah peneliti dari Brown University, University of Delaware, Providence Veterans Affairs Medical Center, serta sejumlah institusi lainnya. Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.
Studi Melibatkan Lebih dari 500 Ribu Lansia
Para peneliti menganalisis data Medicare dan rekam medis elektronik dari lebih dari 5.500 fasilitas perawatan lanjut usia di Amerika Serikat selama periode 2017 hingga 2022. Penelitian tersebut melibatkan 509.926 orang berusia minimal 66 tahun yang sebelumnya tidak memiliki diagnosis demensia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.843 orang mendapatkan setidaknya satu dosis Shingrix setelah masuk ke fasilitas perawatan lanjut usia. Sementara itu, sebagian besar peserta lainnya tidak menerima vaksin herpes zoster tersebut selama periode penelitian.
Empat tahun setelah penelitian dimulai, diagnosis demensia tercatat pada 18,8 persen peserta yang mendapatkan vaksin Shingrix. Angka tersebut lebih tinggi pada kelompok yang tidak memperoleh vaksin, yakni mencapai 24,6 persen.
Setelah memperhitungkan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi hasil, peneliti memperkirakan vaksinasi Shingrix berkaitan dengan penurunan risiko demensia sekitar 24 persen. Jika hubungan tersebut nantinya terbukti benar-benar disebabkan oleh vaksinasi, perbedaan tersebut diperkirakan berpotensi mencegah sekitar satu dari 17 kasus demensia.
Apa Hubungan Herpes Zoster dengan Demensia?
Herpes zoster merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster, yaitu virus yang juga menyebabkan cacar air. Setelah seseorang mengalami cacar air, virus tersebut dapat tetap berada di dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif selama bertahun-tahun.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam mengendalikan virus dapat menurun. Kondisi tersebut memungkinkan virus kembali aktif dan menyebabkan herpes zoster yang biasanya ditandai ruam serta rasa nyeri, bahkan pada sebagian orang dapat menimbulkan nyeri saraf berkepanjangan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Shingrix sendiri merupakan vaksin herpes zoster generasi terbaru yang mulai diperkenalkan di Amerika Serikat pada 2017. Vaksin tersebut kemudian menggantikan vaksin herpes zoster generasi sebelumnya yang lebih dahulu digunakan.
Para peneliti tertarik menguji kemungkinan adanya manfaat vaksinasi herpes zoster di luar perlindungan terhadap penyakit tersebut. Ketertarikan itu juga didorong sejumlah penelitian sebelumnya yang menemukan adanya hubungan antara vaksin herpes zoster generasi lama dan risiko demensia yang lebih rendah.
Hasil Penelitian Belum Membuktikan Shingrix Mencegah Demensia
Untuk mendapatkan hasil yang lebih kuat, tim peneliti menggunakan metode statistik yang dirancang untuk meniru sejumlah karakteristik uji klinis acak. Pendekatan tersebut digunakan agar perbandingan antara kelompok yang mendapatkan vaksin dan kelompok yang tidak divaksinasi dapat dilakukan dengan lebih baik.
Meski demikian, penelitian ini tetap memiliki keterbatasan karena bukan merupakan uji klinis acak. Orang yang mendapatkan vaksin dapat memiliki kondisi berbeda dibandingkan mereka yang tidak divaksinasi, termasuk dari sisi kesehatan secara umum, akses terhadap layanan medis, kepatuhan terhadap anjuran dokter, hingga dukungan keluarga.
Dalam penelitian tersebut, peserta yang menerima vaksin juga diketahui cenderung berusia sedikit lebih muda dan memiliki kondisi kesehatan yang relatif lebih baik. Walaupun perbedaan tersebut sudah diperhitungkan dalam analisis, peneliti tidak dapat memastikan seluruh faktor yang mungkin memengaruhi risiko demensia telah terakomodasi.
Karena itu, hasil penelitian tidak dapat diartikan bahwa Shingrix secara langsung mencegah demensia. Temuan yang diperoleh sejauh ini baru menunjukkan adanya hubungan antara vaksinasi herpes zoster dan risiko demensia yang lebih rendah pada kelompok lansia yang diteliti.
Peneliti Masih Mencari Penjelasan
Mekanisme yang mungkin menjelaskan hubungan tersebut juga belum diketahui secara pasti. Salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan adalah pencegahan herpes zoster dapat mengurangi peradangan dan gangguan pada sistem saraf yang mungkin berhubungan dengan kesehatan otak dalam jangka panjang.
Selain itu, vaksinasi dapat memberikan pengaruh yang lebih luas terhadap sistem kekebalan tubuh. Namun, kedua kemungkinan tersebut masih berupa hipotesis dan membutuhkan penelitian tambahan untuk memastikan mekanisme yang sebenarnya.
Temuan ini dinilai menarik karena demensia menjadi salah satu persoalan kesehatan yang berdampak besar terhadap lansia, keluarga, serta sistem perawatan kesehatan. Jika suatu saat hubungan tersebut terbukti melalui penelitian yang lebih kuat, manfaat pencegahan demensia berpotensi menjadi tambahan penting dari vaksin yang memang sudah digunakan untuk mencegah herpes zoster.
Meski demikian, Shingrix saat ini tetap ditujukan untuk mencegah herpes zoster, bukan sebagai obat atau vaksin untuk demensia. Pasien juga sebaiknya tidak menganggap vaksin tersebut sebagai perlindungan terhadap penurunan fungsi kognitif sebelum tersedia bukti klinis yang lebih kuat.
Penelitian tersebut turut mengungkap adanya pendanaan dari GlaxoSmithKline atau GSK, perusahaan yang memproduksi Shingrix. Peneliti menyatakan perusahaan tidak mengendalikan metode penelitian, analisis data, maupun keputusan publikasi, tetapi keterkaitan pendanaan tersebut tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan ketika menilai hasil penelitian.
Secara keseluruhan, studi ini memberikan temuan yang menjanjikan mengenai kemungkinan hubungan vaksin herpes zoster dengan kesehatan otak pada usia lanjut. Namun, diperlukan penelitian klinis yang dirancang lebih ketat untuk memastikan apakah Shingrix memang memiliki efek langsung dalam menurunkan risiko demensia.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Vaksin Shingrix Disebut Bisa Turunkan Risiko Demensia pada Lansia, Ini Temuan Studinya .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!