Bukan Bikin Anak Menurut, 3 Kalimat Ini Justru Bisa Bikin Anak Makin Menjauh dari Orang Tua
Ket. Bukan Bikin Anak Menurut, 3 Kalimat Ini Justru Bisa Bikin Anak Makin Menjauh dari Orang Tua
Doc: magnific.com/peoplecreations
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Orang tua tentu memahami bahwa membesarkan seorang anak tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya sang buah hati bisa diajak bekerja sama dan menurut dengan mudah, tetapi ada juga hari-hari ketika anak memberontak dan enggan mengikuti perkataan orang tua.
Alih-alih langsung memarahi anak, orang tua sebaiknya mencari 'celah' agar anak yang sedang tantrum atau marah bisa diajak berkomunikasi dan mau mendengarkan saran orang tua.
Melansir dari laman CNBC Make It, orang tua sebaiknya tidak menggunakan kata-kata tertentu saat anak tidak mau mendengarkan. Pasalnya, beberapa kalimat dari orang tua justru bisa membuat anak berada dalam mode 'survival', alih-alih menyadari kesalahannya.
Nah, menurut ahli, berikut beberapa kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan orang tua kepada anak.
1. 'Berhenti menangis, kamu akan baik-baik saja'
Para orang tua sebaiknya tidak mengatakan, "Berhenti menangis, kamu akan baik-baik saja" saat buah hati sedang menangis, merajuk, atau tantrum.
Sebaliknya, orang tua bisa mengatakan, "Ibu/Ayah paham kamu lagi kesal. Coba ceritakan apa yang terjadi".
Kalimat ini dinilai lebih efektif karena ketika orang tua mengabaikan emosi anak, hal tersebut bisa membuat anak berpikir bahwa perasaan mereka salah atau terlalu berat untuk ditangani.
Selain itu, pengabaian emosi juga dapat membuat ikatan batin orang tua dan anak menjadi renggang. Anak yang merasa tidak 'terhubung' dengan orang tuanya cenderung lebih sulit diajak bekerja sama.
Sebaliknya, ketika anak merasa didengarkan, mereka akan lebih mudah tenang dan membangun rasa percaya kepada orang tuanya.
Rekomendasi juga buat kamu:
2. 'Ayo cepat!'
Orang tua mungkin tanpa sadar kerap meminta anak melakukan sesuatu dengan terburu-buru, misalnya saat sarapan, ketika anak sedang memakai sepatu bertali, atau saat bersiap pergi.
Namun, menurut Linda Acredolo, PhD, salah satu penulis buku Baby Minds, mendesak anak untuk segera menyelesaikan sesuatu justru bisa menimbulkan stres tambahan, seperti dikutip dari laman Parents.
Alih-alih berkata, "Ayo cepat!" kepada anak, orang tua bisa mengatakan, "Ayo kita bergegas". Kalimat ini menyampaikan pesan bahwa orang tua dan anak berada di pihak yang sama dan sama-sama berusaha mencapai tujuan.
Selain itu, orang tua juga bisa menanyakan apakah ada hal yang membuat anak kesulitan untuk 'bergegas', sekaligus menawarkan bantuan jika memang dibutuhkan.
3. 'Berapa kali Ibu/Ayah harus memberitahu kamu?'
Alih-alih memojokkan buah hati, orang tua bisa mengatakan, "Ibu/Ayah sudah menanyakan hal ini beberapa kali. Coba bantu Ibu/Ayah memahami apa yang membuat hal ini terasa sulit bagimu.”
Kalimat tersebut dinilai lebih efektif karena pertanyaan yang dilontarkan saat orang tua sedang frustrasi sering kali mengasumsikan bahwa anak sengaja bersikap sulit.
Padahal, apa yang terlihat sebagai sikap membangkang sebenarnya bisa saja merupakan bentuk kebingungan, hilangnya koneksi dengan orang tua, atau adanya keterampilan tertentu yang belum berkembang secara optimal.
Mengubah cara pandang seperti ini dapat mendorong orang tua untuk mencari solusi, alih-alih saling menyalahkan. Dengan begitu, orang tua juga bisa lebih mudah memahami dan menyasar akar permasalahan yang sedang dihadapi anak.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Bukan Bikin Anak Menurut, 3 Kalimat Ini Justru Bisa Bikin Anak Makin Menjauh dari Orang Tua .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!