Kronologi Lengkap Pancatera Banjir Hujatan usai Hadir di Istana Merdeka, Marissa Anita Akhirnya Minta Maaf!

Ket. Kronologi Lengkap Pancatera Banjir Hujatan usai Hadir di Istana Merdeka, Marissa Anita Akhirnya Minta Maaf!

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Pancatera tengah menjadi sorotan setelah tiga host podcast In Her View hadir dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Mereka langsung banjir hujatan di media sosial.

Ya, kehadiran mereka yang semula menjadi bagian dari momen perayaan kemerdekaan justru berujung kritik hingga membuat Pancatera akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pendengarnya. Kenapa begitu?

Berikut ini kronologi lengkap Pancatera banjir hujatan netizen gegara hadir di Istana Merdeka saat perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-81, 17 Agustus 2026. Simak berita selengkapnya hanya di artikel ini.

Kronologi Lengkap Pancatera Dihujat Netizen gegara Hadir di Istana Merdeka

Polemik bermula ketika para host podcast In Her View by Pancatera, Marissa Anita, Caroline Soerachmat, dan Karina Fariza Basrewan Hasan, membagikan momen kehadiran mereka di Istana Merdeka melalui media sosial.

Dalam sejumlah unggahan, mereka juga terlihat berfoto bersama Presiden Prabowo Subianto dan Didit Hediprasetyo.

Momen tersebut kemudian ramai diperbincangkan. Sebagian audiens mempertanyakan keputusan para host untuk hadir di acara kenegaraan, terutama karena In Her View selama ini dikenal sebagai ruang diskusi yang membawa berbagai perspektif mengenai kehidupan perempuan dan isu sosial.

Pertanyaan mengenai independensi pun ikut muncul. Sebagian penonton menilai kehadiran di Istana dan unggahan foto bersama Presiden Prabowo dapat menimbulkan persepsi berbeda mengenai posisi In Her View, terlebih program tersebut memiliki komunitas pendengar yang cukup dekat dengan nilai-nilai yang selama ini mereka bicarakan.

Kritik tersebut kemudian berkembang di media sosial. Bukan hanya mempertanyakan kehadiran mereka di Istana, sebagian audiens juga menyoroti apakah langkah tersebut sejalan dengan citra independen yang selama ini dibangun Pancatera dan In Her View.

Padahal, kehadiran para host tersebut berlangsung dalam rangka perayaan HUT ke-81 RI. Pada 17 Agustus 2026, Presiden Prabowo memang memimpin upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka sebagai bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.

Alih-alih mengabaikan kritik, Pancatera kemudian memberikan respons pada Selasa (18/8/2026). Marissa Anita tampil menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf mewakili Pancatera.

Marissa secara terbuka mengakui bahwa kehadiran dan unggahan foto para host In Her View di Istana Merdeka telah menimbulkan kekecewaan serta pertanyaan dari komunitas mereka yang dikenal sebagai ViewHers maupun masyarakat luas.

"Kepada ViewHers yang kami cintai dan hormati, kami minta maaf atas tindakan kami yang keliru," ujar Marissa Anita, dikutip Rabu (19/8/2026).

Pancatera juga menyatakan menerima kritik yang disampaikan publik. Mereka menganggap masukan tersebut sebagai koreksi sekaligus pengingat mengenai tanggung jawab dalam menggunakan ruang publik yang mereka miliki.

Meski meminta maaf, Pancatera merasa perlu meluruskan satu hal yang menjadi perhatian dalam polemik tersebut. Mereka menegaskan bahwa In Her View tetap merupakan platform yang independen.

Pancatera menyatakan tidak berafiliasi dengan pemerintah maupun lembaga politik mana pun. Mereka juga berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menjalankan platform tersebut ke depannya.

Dengan demikian, polemik ini bukan bermula karena Pancatera dinilai melakukan pelanggaran saat menghadiri acara di Istana. Persoalan berkembang karena sebagian audiens mempertanyakan makna kehadiran tersebut terhadap posisi dan independensi In Her View.

Pancatera sendiri kemudian memilih untuk mengakui adanya kekeliruan dalam tindakan mereka dan meminta maaf kepada komunitas yang merasa kecewa.

Bagi Pancatera, kritik tersebut menjadi pengingat agar mereka lebih berhati-hati dalam menggunakan ruang publik.

Sementara bagi publik, kontroversi ini memperlihatkan bagaimana sebuah unggahan sederhana, terlebih ketika melibatkan figur politik dan dilakukan oleh platform yang membawa positioning tertentu, dapat memunculkan tafsir yang lebih luas.

In Her View sendiri merupakan program yang berada di bawah Pancatera. Marissa Anita mencatat program tersebut sebagai bagian dari kiprahnya di Pancatera sejak 2025.

Dalam profil profesionalnya, Marissa menyebut In Her View sebagai podcast yang digawangi lima perempuan Jakarta untuk membicarakan berbagai hal yang dianggap penting bagi mereka dan laki-laki.

Kini, setelah permintaan maaf disampaikan, perhatian publik tertuju pada bagaimana Pancatera dan In Her View menjaga kepercayaan komunitasnya.

Sebab, bagi sebuah platform yang dibangun dari percakapan dan perspektif, persoalan independensi bukan hanya soal apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana publik membaca setiap tindakan para pengelolanya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN