Benarkah Perempuan Childfree Jadi Kurang Berharga Dibanding yang Punya Anak? Klaim Netizen Ini Bikin Geram
Selasa, 18 Agu 2026, 16:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Cuitan netizen di media sosial mendadak memancing perdebatan soal pilihan hidup perempuan. Dalam unggahan tersebut, nama aktris Hollywood Anne Hathaway dibandingkan dengan perempuan yang memilih childfree atau memutuskan untuk tidak memiliki anak.
Narasinya kurang lebih menyebut, jika perempuan seperti Anne Hathaway yang dianggap cantik, sukses, berbakat, memiliki karier gemilang dan kehidupan mapan masih memilih untuk hamil serta memiliki anak, mengapa perempuan lain yang dianggap âtidak selevelâ justru memilih childfree?
Pertanyaan tersebut sekilas mungkin terlihat seperti opini biasa. Namun, jika dicermati lebih jauh, ada persoalan besar di baliknya: apakah nilai seorang perempuan memang bisa diukur dari keputusan untuk memiliki anak?
Jawabannya tentu tidak sesederhana itu.
Anne Hathaway sendiri saat ini memang sedang menantikan kelahiran anak ketiganya. Aktris berusia 43 tahun tersebut sebelumnya telah memiliki dua anak bersama suaminya, Adam Shulman. Kabar kehamilan ketiganya diumumkan pada Juni 2026 dan belakangan ia juga beberapa kali tampil di depan publik dengan baby bump.
Namun, keputusan Hathaway untuk menjadi seorang ibu tidak otomatis menjadikan pilihan perempuan lain untuk tidak memiliki anak sebagai sesuatu yang lebih rendah.
Punya Anak Adalah Pilihan, Bukan Tolok Ukur Harga Diri
Masalah utama dari pernyataan tersebut adalah adanya anggapan perempuan seolah memiliki ânilaiâ yang bisa dihitung berdasarkan status sebagai ibu.
Padahal, menjadi ibu merupakan salah satu pilihan hidup. Sama seperti menikah, bekerja, berkarier, membangun bisnis, melanjutkan pendidikan, atau memilih hidup tanpa anak.
Sejumlah penelitian justru menunjukkan perempuan childfree masih menghadapi stigma karena norma sosial sering mengaitkan identitas perempuan dengan peran sebagai ibu. Studi mengenai perempuan childfree menemukan mereka kerap mendapatkan tekanan sosial, stereotip, hingga pertanyaan mengenai alasan tidak memiliki anak.
Dengan kata lain, masalahnya bukan sekadar âpunya anak atau tidakâ, melainkan bagaimana masyarakat sering membuat seolah-olah hanya ada satu jalur kehidupan yang dianggap benar bagi perempuan.
Perempuan yang ingin menjadi ibu dianggap menjalani kodratnya. Sementara perempuan yang tidak ingin memiliki anak terkadang dicap egois, tidak feminin, takut bertanggung jawab, bahkan dianggap belum âsempurnaâ.
Padahal, setiap keputusan tersebut memiliki konteks yang berbeda.
Jangan Bandingkan Hidup Perempuan dengan Anne Hathaway
Membandingkan perempuan biasa dengan Anne Hathaway juga sebenarnya tidak masuk akal.
Hathaway merupakan aktris dengan karier panjang dan kehidupan yang berada dalam kondisi sangat berbeda dari kebanyakan orang. Ia memiliki sumber daya, dukungan keluarga, akses terhadap layanan kesehatan, serta fleksibilitas tertentu yang tidak otomatis dimiliki perempuan lain.
Karena itu, keputusan Hathaway untuk memiliki anak tidak dapat dijadikan standar universal semua perempuan seharusnya melakukan hal yang sama.
Bahkan, memiliki anak bukan keputusan yang bisa ditentukan hanya berdasarkan usia, kecantikan, bentuk tubuh, pekerjaan, jumlah penghasilan, atau pencapaian karier.
Begitu pula sebaliknya.
Perempuan tidak harus menjadi cantik, kaya, sukses, atau berbakat terlebih dahulu untuk memiliki hak memilih childfree.
Childfree Bukan Berarti Perempuan Kurang Bernilai
Salah satu persoalan dalam perdebatan childfree adalah munculnya anggapan perempuan yang memilih tidak punya anak harus memiliki âalasan kuatâ agar keputusannya dapat diterima.
Padahal, seseorang tidak harus membuktikan dirinya pantas untuk mengambil keputusan mengenai reproduksinya sendiri.
Penelitian terbaru mengenai perempuan yang secara sadar memilih childfree juga menunjukkan mereka dapat membangun identitas dan kehidupan yang bermakna di luar peran sebagai ibu. Para partisipan menggambarkan childfree sebagai jalan hidup yang selaras dengan nilai, otonomi, dan kebebasan pribadi mereka.
Artinya, tidak memiliki anak bukan berarti tidak memiliki tujuan hidup.
Seseorang tetap dapat berkontribusi kepada keluarga, masyarakat, lingkungan, pekerjaan, komunitas, maupun orang-orang di sekitarnya dengan berbagai cara.
Yang Perlu Dikritik Justru Standar Ganda
Menariknya, ketika perempuan memilih memiliki anak, keputusan tersebut sering dianggap sebagai sesuatu yang wajar sehingga jarang dipertanyakan.
Namun ketika seorang perempuan mengatakan tidak ingin memiliki anak, pertanyaan langsung bermunculan.
âKenapa?â
âNanti menyesal.â
âSiapa yang akan merawatmu saat tua?â
âBelum ketemu pasangan yang tepat?â
Pertanyaan semacam ini mungkin terdengar biasa, tetapi penelitian menunjukkan perempuan childfree memang dapat mengalami stigma dan penilaian negatif karena dianggap menyimpang dari norma sosial tentang keibuan. Bahkan, sebuah studi eksperimental menemukan perempuan yang secara sadar memilih tidak memiliki anak dinilai lebih negatif dibandingkan ibu dalam kondisi tertentu.
Jadi, perdebatan mengenai childfree sebenarnya bukan soal siapa yang lebih baik.
Anne Hathaway Bahagia Jadi Ibu, Perempuan Lain Bisa Bahagia Tanpa Anak
Kisah Anne Hathaway justru bisa dilihat dari sudut yang lebih sehat.
Hathaway memilih menjadi ibu dan tetap menjalankan kariernya sebagai aktris. Pada 2026, ia bahkan sedang menjalani salah satu periode karier yang sangat sibuk sambil menantikan kelahiran anak ketiganya. Ia juga baru mendapat penghargaan Disney Legends dan masih terlibat dalam berbagai proyek film.
Pilihan tersebut patut dihormati.
Tetapi penghormatan yang sama juga seharusnya diberikan kepada perempuan yang memilih jalan berbeda.
Sebab, nilai perempuan tidak bertambah karena melahirkan dan tidak berkurang karena memilih childfree.
Perempuan bukan produk yang memiliki skor berdasarkan status pernikahan, jumlah anak, bentuk tubuh, kecantikan, pekerjaan, maupun penghasilan.
Pada akhirnya, memiliki anak maupun tidak memiliki anak sama-sama merupakan keputusan besar yang membutuhkan pertimbangan matang. Yang lebih penting bukan memaksa semua perempuan mengikuti pilihan yang sama, melainkan memastikan setiap orang mampu mengambil keputusan hidup secara sadar dan bertanggung jawab.
Jadi, apakah perempuan childfree memiliki nilai lebih buruk dibandingkan perempuan yang menjadi ibu?
Tidak.
Anne Hathaway memilih menjadi ibu karena itu merupakan bagian dari hidup yang ia jalani. Perempuan lain memilih childfree karena memiliki pertimbangan dan jalan hidupnya sendiri.
Yang membuat seorang perempuan berharga bukanlah apakah ia melahirkan seorang anak, melainkan siapa dirinya, bagaimana ia menjalani hidup, serta bagaimana ia memperlakukan dirinya sendiri dan orang lain.
- Childfree
- Anne Hathaway
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.