JAKARTA, KUCANTIK.COM - Membersihkan telinga mungkin sudah menjadi rutinitas bagi banyak orang. Begitu melihat kotoran telinga menumpuk, tangan biasanya langsung mencari cotton bud untuk mengeluarkannya. Padahal, kebiasaan yang dianggap sepele ini ternyata justru dapat menimbulkan masalah jika dilakukan terlalu sering atau dengan cara yang salah.
Dokter spesialis THT mengingatkan kotoran telinga atau earwax sebenarnya bukan sesuatu yang harus selalu dibersihkan. Justru, zat tersebut memiliki fungsi penting untuk melindungi saluran telinga dari berbagai gangguan.
Dr. Erich P. Voigt, profesor Otolaringologi di NYU Grossman School of Medicine, menjelaskan bahwa bagian dalam telinga pada dasarnya tidak membutuhkan pembersihan rutin. Kotoran telinga merupakan salah satu bagian dari sistem perlindungan alami tubuh.
Earwax memiliki sifat tahan air dan mengandung zat antimikroba yang dapat membantu melindungi saluran telinga dari infeksi. Selain itu, keberadaannya juga membantu menjaga kulit di dalam saluran telinga tetap lembap sehingga tidak mudah kering dan terasa gatal.
Jadi, semakin sering membersihkan telinga belum tentu semakin sehat. Bahkan, kebiasaan tersebut dapat membuat masalah baru jika dilakukan secara berlebihan.
Telinga Ternyata Bisa Membersihkan Dirinya Sendiri
Mungkin terdengar aneh, tetapi telinga memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan kotorannya sendiri.
Dr. Voigt menjelaskan bahwa earwax terbentuk dari campuran sel kulit mati dan minyak alami yang diproduksi di dalam saluran telinga. Sel kulit secara perlahan bergerak dari area dekat gendang telinga menuju bagian luar. Dalam proses tersebut, sel kulit bercampur dengan minyak hingga membentuk kotoran telinga.
Mekanisme ini kemudian dibantu oleh aktivitas sehari-hari. Gerakan rahang ketika berbicara dan mengunyah ikut membantu mendorong kotoran secara perlahan menuju bagian luar telinga.
Dr. Bradley B. Block, dokter spesialis THT, juga menjelaskan bahwa tubuh memang memiliki sistem untuk memproduksi sekaligus mengeluarkan kotoran telinga. Artinya, pada kebanyakan orang, telinga sebenarnya tidak membutuhkan “bantuan” cotton bud untuk mengeluarkan kotoran.
Justru, terlalu sering memasukkan benda ke dalam telinga dapat mengganggu proses alami tersebut.
Cotton Bud Malah Bisa Mendorong Kotoran Makin Dalam
Inilah salah satu alasan dokter meminta masyarakat berhati-hati menggunakan cotton bud. Alih-alih mengeluarkan kotoran, ujung cotton bud justru dapat mendorong earwax semakin jauh ke dalam saluran telinga. Jika kotoran terus terdorong ke bagian dalam, lama-kelamaan dapat menumpuk dan menyebabkan penyumbatan. Kondisi tersebut berpotensi membuat pendengaran terasa berkurang atau telinga seperti penuh.
Risikonya juga tidak berhenti di sana. Penggunaan cotton bud terlalu dalam dapat menggores kulit saluran telinga, menyebabkan luka atau perdarahan, bahkan berisiko mencederai gendang telinga. Kebiasaan tersebut juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi pada telinga bagian luar.
Yang lebih mengejutkan, membersihkan seluruh earwax juga bukan langkah yang dianjurkan. Hilangnya lapisan pelindung tersebut dapat membuat kulit saluran telinga menjadi kering dan gatal.
Ketika telinga terasa gatal, seseorang mungkin kembali menggunakan cotton bud untuk menggaruknya. Akhirnya terbentuk siklus: telinga dibersihkan, menjadi kering, terasa gatal, lalu kembali dibersihkan.
Lalu, Bagaimana Cara Membersihkan Telinga yang Benar?
Jika ingin menjaga telinga tetap bersih, tidak perlu memasukkan cotton bud ke dalam saluran telinga. Dr. Michael Lustig, dokter spesialis THT, menyarankan agar masyarakat membiarkan mekanisme alami telinga bekerja. Bagian luar telinga dapat dibersihkan menggunakan kain lembut yang sedikit dibasahi air.
Kotoran yang sudah terlihat di bagian luar atau dekat pintu masuk telinga juga dapat diusap secara perlahan. Tidak perlu memasukkan kain, jari, maupun benda lain jauh ke dalam lubang telinga.
Aktivitas sehari-hari seperti mandi dan keramas juga umumnya sudah membantu menjaga kebersihan bagian luar telinga. Setelah mandi, cukup bersihkan area luar menggunakan kain lembut atau jari yang sudah diberi sabun.
Tidak Semua Orang Bisa Membiarkan Earwax Begitu Saja
Meski telinga memiliki sistem pembersihan alami, bukan berarti penumpukan kotoran tidak mungkin terjadi. Sebagian orang dapat menghasilkan earwax dalam jumlah lebih banyak atau memiliki tekstur kotoran yang lebih padat. Akibatnya, kotoran dapat menumpuk dan menyumbat saluran telinga.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain pendengaran berkurang, telinga terasa penuh atau tersumbat, hingga suara sendiri terdengar menggema. Jika mengalami kondisi tersebut, sebaiknya jangan mencoba mengorek atau mengeluarkan sumbatan sendiri. Penggunaan cotton bud justru dapat membuat kotoran semakin masuk ke dalam.
Dokter THT dapat memeriksa kondisi telinga dan membersihkan sumbatan menggunakan alat khusus. Pemeriksaan juga penting untuk memastikan keluhan bukan disebabkan oleh masalah telinga lainnya.
Jadi, jika selama ini Cantiks menganggap telinga harus selalu bersih sampai tidak ada sedikit pun kotoran, anggapan tersebut sebaiknya diubah. Earwax bukan sekadar kotoran yang harus dibuang, tetapi bagian dari sistem perlindungan alami telinga.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Sering Bersihkan Telinga Pakai Cotton Bud? Dokter Ungkap Bahayanya .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!