5 Kandungan Sabun dan Sampo yang Sering Dianggap Berbahaya, Cek Labelnya Sekarang
Selasa, 11 Agu 2026, 20:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Sabun dan sampo menjadi produk yang hampir setiap hari digunakan. Namun, pernahkah Cantiks benar-benar membaca label kandungan sebelum memasukkannya ke keranjang belanja?
Selama ini, banyak informasi di media sosial yang menyebut sejumlah bahan dalam produk perawatan tubuh sebagai kandungan yang wajib dihindari. Mulai dari paraben, phthalates, triclosan, formaldehyde releaser, hingga SLS. Nama-nama tersebut bahkan sering dianggap sebagai âred flagâ ketika ditemukan pada kemasan sabun atau sampo.
Padahal, keamanan sebuah bahan tidak bisa hanya ditentukan dari namanya. Konsentrasi, jenis produk, cara penggunaan, serta aturan keamanan yang berlaku juga perlu dipertimbangkan.
Meski demikian, bagi pemilik kulit sensitif atau orang yang ingin lebih selektif memilih produk, mengenali nama bahan pada label tetap menjadi langkah yang berguna.
Lantas, apa saja kandungan yang sering menjadi perhatian?
1. Paraben
Paraben merupakan kelompok bahan pengawet yang digunakan untuk membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam produk kosmetik dan perawatan tubuh.
Beberapa nama yang dapat ditemukan pada label antara lain methylparaben, ethylparaben, propylparaben, dan butylparaben.
Paraben memang sering menjadi bahan perdebatan karena beberapa jenisnya memiliki aktivitas mirip estrogen dalam penelitian tertentu. Namun, bukan berarti semua produk yang mengandung paraben otomatis berbahaya.
Penggunaan bahan pengawet dalam kosmetik memiliki batas konsentrasi tertentu dan diatur oleh regulator. Karena itu, konsumen sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa keberadaan paraben berarti produk pasti menyebabkan kanker atau gangguan reproduksi.
Jika ingin menghindarinya, Cantiks bisa mencari produk dengan klaim paraben-free dan tetap memastikan bahan pengganti pengawetnya aman.
2. Phthalates
Phthalates merupakan kelompok bahan kimia yang digunakan dalam berbagai produk dan memiliki sejumlah fungsi, salah satunya sebagai pelarut atau membantu mempertahankan aroma pada formulasi tertentu.
Beberapa nama yang mungkin Cantiks temukan adalah diethyl phthalate (DEP), dibutyl phthalate (DBP), dan diethylhexyl phthalate (DEHP).
Namun, ada satu informasi yang perlu diluruskan: tidak benar bahwa setiap produk dengan tulisan âfragranceâ atau âparfumâ pasti mengandung phthalates.
Komposisi fragrance dapat terdiri dari berbagai bahan dan tidak otomatis berarti mengandung phthalates. Jika Cantiks ingin mengurangi paparan, memilih produk dengan label phthalate-free dapat menjadi salah satu pilihan.
3. Triclosan
Triclosan merupakan bahan antimikroba yang dahulu cukup banyak digunakan dalam produk tertentu, termasuk beberapa produk kebersihan.
Penggunaan triclosan menjadi perhatian karena adanya kekhawatiran mengenai dampak lingkungan, resistensi antimikroba, serta efek biologis dari paparan tertentu.
Namun, klaim bahwa triclosan secara otomatis menyebabkan berbagai penyakit serius pada setiap orang juga tidak tepat.
Jika Cantiks menemukan triclosan pada produk yang digunakan sehari-hari dan merasa tidak membutuhkannya, Cantiks dapat mempertimbangkan alternatif yang lebih sederhana.
Untuk penggunaan sabun sehari-hari, membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir secara benar tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan.
4. Formaldehyde dan Formaldehyde Releaser
Nama formaldehyde memang terdengar mengkhawatirkan. Zat ini diketahui dapat menyebabkan iritasi dan diklasifikasikan sebagai karsinogen pada manusia berdasarkan paparan tertentu.
Dalam produk kosmetik, ada pula bahan pengawet yang dapat melepaskan formaldehyde dalam jumlah kecil selama penggunaan. Kelompok tersebut dikenal sebagai formaldehyde releasers.
Beberapa nama yang perlu dikenali antara lain DMDM hydantoin, diazolidinyl urea, imidazolidinyl urea, dan quaternium-15.
Namun, bahan-bahan tersebut tidak sama dengan menuangkan formalin ke dalam sampo atau sabun. Fungsi dan penggunaannya berbeda, sehingga tidak tepat menyamakan semuanya sebagai âformalinâ.
Bagi orang dengan kulit sensitif, bahan pengawet tertentu tetap dapat menjadi pemicu iritasi atau dermatitis kontak. Karena itu, membaca label dapat membantu ketika Cantiks sudah mengetahui bahan apa yang membuat kulitmu bermasalah.
5. SLS atau Sodium Lauryl Sulfate
SLS merupakan surfaktan yang banyak digunakan untuk membantu membersihkan minyak dan kotoran sekaligus menghasilkan busa pada berbagai produk, termasuk sabun dan sampo.
Bahan ini bukan otomatis berbahaya. Namun, pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif atau kondisi kulit tertentu, penggunaan surfaktan yang kuat dapat menyebabkan kulit terasa kering, tertarik, atau mengalami iritasi.
Jika setelah menggunakan produk tertentu kulit terasa perih, kering berlebihan, atau kemerahan, Cantiks bisa mencoba produk dengan formulasi yang lebih lembut dan bebas SLS.
Jadi, Haruskah Semua Kandungan Ini Dihindari?
Jawabannya tidak sesederhana âada bahan ini berarti berbahayaâ.
Keamanan kosmetik dipengaruhi oleh konsentrasi bahan, formulasi keseluruhan, frekuensi pemakaian, area tubuh yang terkena produk, serta standar regulasi yang berlaku.
Daripada hanya mengikuti daftar âbahan berbahayaâ yang beredar di media sosial, lebih baik kenali kebutuhan kulitmu. Jika kulit mudah mengalami iritasi, pilih produk dengan formula sederhana, minim pewangi, dan hindari bahan yang memang terbukti memicu reaksi pada dirimu.
Cantiks juga dapat memilih produk dengan label paraben-free, phthalate-free, triclosan-free, formaldehyde/formaldehyde-releaser-free, atau SLS-free jika memang ingin membatasi paparan terhadap bahan-bahan tersebut.
Yang paling penting, jangan mudah panik hanya karena menemukan nama kimia yang sulit dibaca pada kemasan. Tidak semua nama kimia berarti berbahaya, dan tidak semua bahan yang terdengar âalamiâ otomatis aman.
Jadi, mulai sekarang jangan hanya tergoda wangi, busa melimpah, atau kemasan yang cantik. Luangkan beberapa detik untuk membaca label dan pilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
- Kandungan Sabun
- Kandungan Sampo
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.