Pakai Niacinamide Malah Jerawatan? Ini 6 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Minggu, 09 Agu 2026, 18:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Niacinamide menjadi salah satu bahan aktif yang cukup populer dalam produk skincare karena dikenal memiliki beragam manfaat untuk kulit. Namun, sebagian orang justru mengalami jerawat, bruntusan, atau kemerahan setelah memasukkan kandungan tersebut ke dalam rutinitas perawatan wajah.

Kondisi tersebut tidak selalu berarti kulit tidak cocok dengan niacinamide secara permanen. Ada sejumlah faktor yang dapat memicu reaksi tersebut, mulai dari konsentrasi produk, kondisi skin barrier, kombinasi bahan aktif, hingga cara pemakaian yang terlalu sering.

Ket. Foto: Kenali penyebab pakai niacinamide malah jerawatan — Sumber: Istimewa

1. Kadar Niacinamide Terlalu Tinggi

Salah satu penyebab munculnya masalah kulit setelah menggunakan niacinamide adalah konsentrasi yang terlalu tinggi. Produk dengan kadar sekitar 10 persen atau lebih bisa terasa cukup kuat bagi sebagian orang, terutama mereka yang baru mulai menggunakan bahan aktif.

Kulit yang belum terbiasa dapat mengalami iritasi ringan berupa kemerahan, rasa perih, atau munculnya bruntusan yang kemudian berkembang menjadi jerawat. Bagi pemula, penggunaan konsentrasi lebih rendah sekitar 2–5 persen dapat menjadi pilihan untuk melihat toleransi kulit secara bertahap.

2. Skin Barrier Sedang Rusak

Kondisi skin barrier juga dapat menentukan bagaimana kulit merespons kandungan aktif. Ketika lapisan pelindung kulit sedang terganggu, bahan yang biasanya dianggap lembut pun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau peradangan.

Beberapa tanda skin barrier bermasalah antara lain kulit terasa perih saat menggunakan skincare, kemerahan, kering dan terasa tertarik, serta munculnya jerawat kecil yang meradang. Jika kondisi tersebut terjadi bersamaan setelah memakai niacinamide, kemungkinan masalahnya bukan semata-mata pada kandungan tersebut.

3. Salah Kombinasi Bahan Aktif

Menggunakan terlalu banyak bahan aktif dalam satu rutinitas juga dapat membuat kulit mengalami iritasi. Niacinamide yang digunakan bersamaan dengan AHA, BHA, retinol, atau benzoyl peroxide tanpa pengaturan pemakaian yang tepat dapat meningkatkan risiko kulit menjadi sensitif.

Kondisi tersebut sering terjadi akibat overlayering, yaitu penggunaan berbagai produk aktif secara berlapis dalam satu waktu. Untuk mengurangi risikonya, rutinitas skincare dapat disederhanakan dan penggunaan bahan aktif diberi jeda.

4. Purging Disangka Breakout

Jerawat yang muncul setelah menggunakan produk skincare terkadang dianggap sebagai breakout, padahal bisa saja merupakan purging. Purging biasanya muncul di area wajah yang memang sering mengalami jerawat akibat proses pergantian sel kulit yang berlangsung lebih cepat.

Namun, niacinamide sendiri tergolong jarang menyebabkan purging karena bukan bahan eksfoliasi. Jika niacinamide digunakan bersamaan dengan AHA atau retinol, reaksi purging justru lebih mungkin berkaitan dengan bahan aktif tersebut.

Jerawat yang muncul di area baru dan semakin parah selama penggunaan produk lebih patut dicurigai sebagai breakout atau iritasi. Sementara itu, purging biasanya muncul di area yang memang rentan berjerawat dan berangsur membaik dalam beberapa minggu.

5. Formula Produk Tidak Sesuai

Masalah kulit tidak selalu disebabkan oleh kandungan niacinamide itu sendiri. Formula keseluruhan produk juga perlu diperhatikan karena tekstur yang terlalu berat atau oklusif dapat berpotensi menyumbat pori, terutama pada kulit yang cenderung berminyak.

Sebaliknya, kulit kering dan sensitif mungkin membutuhkan produk dengan formula yang lebih lembut dan melembapkan. Karena kebutuhan setiap jenis kulit berbeda, produk yang cocok untuk satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

6. Terlalu Sering Digunakan

Frekuensi pemakaian yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit. Meskipun niacinamide termasuk bahan yang relatif ramah bagi banyak jenis kulit, penggunaan terlalu sering tetap dapat membuat kulit kewalahan.

Bagi pemula, penggunaan satu kali sehari dapat menjadi langkah awal untuk melihat respons kulit. Setelah kulit terbiasa, frekuensi pemakaian dapat disesuaikan berdasarkan toleransi dan kondisi kulit.

Cara Mengatasi Jerawat Setelah Pakai Niacinamide

Jika jerawat muncul setelah menggunakan niacinamide, tidak perlu langsung mengganti seluruh rangkaian skincare. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu kulit kembali tenang.

1. Hentikan sementara: Jika jerawat muncul cukup banyak atau mengalami peradangan, hentikan penggunaan niacinamide selama beberapa hari dan amati perubahan kondisi kulit.

2. Perbaiki skin barrier: Gunakan pelembap dengan kandungan seperti ceramide atau panthenol dan hindari sementara bahan aktif yang berpotensi menyebabkan iritasi.

3. Pilih kadar lebih rendah: Setelah kondisi kulit membaik, penggunaan niacinamide dapat dicoba kembali dengan konsentrasi yang lebih rendah untuk mengetahui tingkat toleransinya.

4. Kurangi bahan aktif: Sederhanakan rutinitas dengan menggunakan pembersih wajah yang lembut, pelembap, dan sunscreen sebelum kembali memasukkan bahan aktif lainnya.

5. Amati pola jerawat: Perhatikan lokasi, durasi, dan tingkat keparahan jerawat untuk membedakan kemungkinan purging dengan breakout akibat iritasi.

Apakah Niacinamide Aman untuk Kulit Berjerawat?

Secara umum, niacinamide dikenal sebagai salah satu bahan skincare yang dapat digunakan untuk membantu merawat kulit berminyak dan berjerawat. Kandungan ini juga sering digunakan untuk membantu mengontrol minyak, mengurangi tampilan kemerahan, serta mendukung perawatan skin barrier.

Namun, respons setiap orang terhadap skincare tetap dapat berbeda. Jerawat setelah menggunakan niacinamide bisa saja berkaitan dengan kadar yang terlalu tinggi, formula produk, kombinasi bahan aktif, kondisi skin barrier, atau frekuensi pemakaian.

Dengan memilih konsentrasi yang sesuai dan menerapkan rutinitas skincare secara bertahap, niacinamide tetap dapat menjadi salah satu bahan yang bermanfaat dalam perawatan kulit. Jika reaksi kulit terus memburuk atau menimbulkan peradangan yang signifikan, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan perawatan yang tepat.

  • Jerawat
  • Kulit Berjerawat

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.