Tasyi Athasyia Jadi Korban Dugaan Pengkhianatan Karyawan, Barang Branded Dijual

Ket. Tasyi Athasyia Jadi Korban Dugaan Pengkhianatan Karyawan, Barang Branded Dijual

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Influencer Tasyi Athasyia mengungkap pengalaman tak menyenangkan setelah mengetahui sejumlah barang branded miliknya diduga dicuri dan dijual oleh karyawannya sendiri. Kasus tersebut akhirnya terbongkar secara tidak sengaja melalui sebuah notifikasi email.

Tasyi menceritakan kronologi kejadian tersebut melalui unggahan di Instagram. Ia mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa barang-barang miliknya ternyata telah dijual oleh karyawan yang selama ini bekerja dengannya.

Kecurigaan mulai muncul ketika Tasyi menyadari beberapa barang miliknya hilang. Saat itu, ia baru selesai merenovasi walk-in closet dan hendak merapikan koleksi tasnya. Namun, ia menemukan sekitar lima tas miliknya sudah tidak ada.

Meski demikian, Tasyi mengaku saat itu memilih untuk tidak mencari tahu lebih jauh mengenai keberadaan tas-tas tersebut. Ia hanya mencari barang-barang itu di sekitar rumah. Setelah tidak menemukannya, Tasyi memilih untuk mengikhlaskannya.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak barang miliknya yang diketahui hilang. Kendati demikian, Tasyi tetap tidak menaruh curiga kepada karyawan-karyawannya.

Terbongkar Lewat Notifikasi Email

Kasus tersebut akhirnya terbongkar secara tidak sengaja melalui sebuah notifikasi email. Tasyi mengatakan seluruh timnya menggunakan iMac yang sama untuk login email.

Suatu malam, salah satu anggota tim Tasyi tiba-tiba menerima notifikasi email milik karyawan yang diduga sebagai pelaku di ponselnya. Notifikasi tersebut menunjukkan adanya transaksi penjualan sebuah barang.

Saat diperiksa, barang yang tertera dalam transaksi tersebut ternyata merupakan sepatu milik Tasyi. Anggota timnya kemudian menelusuri email tersebut dan menemukan sejumlah bukti transaksi lainnya.

Dari penelusuran tersebut, diketahui adanya penjualan berbagai barang branded milik Tasyi yang sebelumnya dinyatakan hilang.

“Notifikasi kalau barang ini sudah terjual, dan pas dia lihat itu adalah sepatu aku, langsung sama dia di-check dan ketika dia scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang-barang aku yang selama ini hilang,” tulis Tasyi.

Dari penelusuran sementara, setidaknya ada 12 barang milik Tasyi yang diketahui telah dijual. Hampir seluruh barang tersebut disebut dijual melalui sumber yang sama.

Tasyi menyebut barang-barang tersebut dikirim oleh karyawan yang diduga sebagai pelaku menggunakan layanan ekspedisi ke salah satu toko jual beli barang branded yang cukup dikenal di media sosial.

Ia juga mengungkapkan bahwa toko tersebut dapat menerima barang tanpa proses tatap muka. Kondisi tersebut diduga memudahkan pelaku mengirimkan barang-barang milik Tasyi untuk dijual.

“Pas ditanya berapa banyak, dia jawab ga inget karena banyak,” kata Tasyi.

Setelah mengetahui adanya dugaan pencurian dan penjualan barang-barang miliknya, Tasyi akhirnya memutuskan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

Pengalaman tersebut kembali membuat Tasyi harus menghadapi persoalan mengenai kepercayaan terhadap orang yang bekerja dengannya.

Menurut Tasyi, hal yang paling menyakitkan bukan hanya kehilangan barang-barang miliknya, tetapi juga rusaknya kepercayaan yang selama ini telah dibangun bersama karyawan tersebut.

“Yang bikin sakit adalah, rusaknya kepercayaan yang sudah dibangun, semua hari-hari penuh tawa dan kebahagiaan. Hancur seketika,” tulisnya.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN