Jangan Mudah Percaya! Ini 5 Klaim Sunscreen yang Ternyata Menyesatkan Menurut Ahli

Ket. 5 Klaim Sunscreen yang Ternyata Menyesatkan.

Doc: magnific.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penggunaan sunscreen kini sudah menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit. Selain membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV), tabir surya juga berperan dalam mengurangi risiko penuaan dini akibat sinar matahari.

Meningkatnya kesadaran masyarakat membuat berbagai merek berlomba menghadirkan sunscreen dengan beragam keunggulan. Sayangnya, tidak sedikit produk yang dipasarkan menggunakan klaim berlebihan atau bahkan menyesatkan demi menarik perhatian konsumen.

Agar tidak mudah tergiur oleh promosi, penting untuk memahami mana klaim yang memang didukung fakta dan mana yang hanya strategi pemasaran. Berikut beberapa klaim sunscreen yang sebaiknya disikapi secara kritis.

5 Klaim Sunscreen yang Perlu Diwaspadai

1. Waterproof atau Tahan Air Sepenuhnya

Salah satu klaim yang paling sering ditemui adalah sunscreen yang disebut "waterproof". Faktanya, tidak ada tabir surya yang benar-benar tahan air sepenuhnya.

Istilah yang diakui secara ilmiah adalah water-resistant, yaitu mampu bertahan selama periode tertentu, biasanya 40 atau 80 menit ketika terkena air atau keringat. Setelah berenang, berkeringat, atau mengeringkan tubuh menggunakan handuk, sunscreen tetap perlu diaplikasikan kembali agar perlindungannya tetap optimal.

2. Melindungi 100 Persen dari Sinar UV

Sebagian iklan memberi kesan bahwa sunscreen mampu menghalau seluruh sinar matahari. Padahal, tidak ada produk yang dapat memblokir radiasi UV hingga 100 persen.

Meski memiliki SPF tinggi, sebagian kecil sinar UV tetap dapat menembus kulit. Karena itu, penggunaan sunscreen tetap perlu disertai perlindungan lain seperti mengenakan topi, pakaian tertutup, atau menghindari paparan matahari berlebihan.

3. Sweat-Proof atau Tahan Keringat

Klaim lain yang sering ditemukan adalah sunscreen yang disebut tahan terhadap keringat.

Padahal, keringat merupakan proses alami tubuh yang justru dapat mengurangi lapisan sunscreen secara perlahan. Semakin banyak berkeringat, semakin besar kemungkinan perlindungan tabir surya berkurang sehingga perlu dilakukan reapply sesuai anjuran.

4. Perlindungan Seharian Penuh

Mengoleskan sunscreen sekali di pagi hari tidak berarti kulit akan terlindungi sepanjang hari.

Bahan aktif pelindung UV akan terus berkurang efektivitasnya akibat paparan sinar matahari, minyak, serta keringat. Oleh sebab itu, para ahli menyarankan penggunaan ulang setiap dua jam, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

5. Bisa Mencegah atau Mengobati Penyakit Kulit

Klaim seperti mampu mencegah kanker kulit, mengobati jerawat, atau menyembuhkan gangguan kulit tertentu juga patut diwaspadai.

Di Indonesia, sunscreen termasuk dalam kategori kosmetik sehingga fungsinya adalah membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV, bukan sebagai obat. Klaim yang mengarah pada fungsi medis tidak seharusnya digunakan dalam promosi produk kosmetik.

Tips Memilih Sunscreen yang Tepat Menurut BPOM

Agar tidak salah membeli produk, BPOM mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli. Legalitas produk juga dapat dicek melalui situs resmi BPOM atau aplikasi BPOM Mobile.

Selain itu, pilih sunscreen sesuai jenis kulit. Kulit berminyak umumnya lebih cocok menggunakan formula berbasis gel atau water-based, sedangkan kulit kering dapat memilih sunscreen berbentuk krim yang memberikan kelembapan lebih.

Cara penyimpanan juga memengaruhi kualitas sunscreen. Hindari meletakkannya di tempat yang panas atau terkena sinar matahari langsung karena dapat merusak kandungan bahan aktifnya.

Untuk hasil maksimal, aplikasikan sunscreen sekitar 15 hingga 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan. Gunakan dalam jumlah yang cukup dan ulangi pemakaian sesuai petunjuk, terutama setelah berenang, berkeringat, atau mencuci wajah.

Terakhir, selalu bersikap kritis terhadap iklan yang menawarkan manfaat berlebihan. Jika muncul iritasi atau reaksi alergi setelah menggunakan sunscreen, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis kulit.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN