AILA, Girl Group K-pop yang Pecahkan Rekor Paling Menyedihkan: Bubar Satu Jam Setelah Debut

Ket. Girl Grup AILA

Doc: Kpop Fandom

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Industri K-pop dikenal sebagai dunia hiburan yang penuh gemerlap, tetapi di balik kesuksesan para idola ternama, ada banyak kisah pahit yang jarang diketahui publik.

Salah satu cerita paling mengejutkan datang dari grup idola wanita AILA, yang memegang rekor sebagai salah satu grup K-pop dengan masa aktif paling singkat. Mereka dikabarkan dibubarkan hanya sekitar satu jam setelah menjalani debut resmi pada tahun 2013.

AILA terdiri dari empat anggota, yakni Rahee, Siyeon, Yena, dan Kelly. Sebelum resmi memasuki industri musik Korea Selatan, keempatnya menghabiskan waktu sekitar satu tahun sebagai grup cover.

Mereka tampil di berbagai kesempatan untuk mengasah kemampuan bernyanyi dan menari sambil menunggu kesempatan debut yang telah lama diimpikan.

Harapan itu akhirnya terwujud ketika AILA diperkenalkan sebagai grup baru di bawah naungan Hyunda Company. Mereka meluncurkan lagu debut berjudul Pretty Pretty Pretty Girl dan tampil di salah satu acara musik sebagai penampilan perdana mereka.

Namun, momen yang seharusnya menjadi awal perjalanan karier justru berubah menjadi akhir yang sangat cepat.

Menurut laporan yang diungkap dalam program True Story MBC, CEO agensi disebut tidak puas dengan penampilan debut AILA. Setelah menyaksikan penampilan tersebut, ia dikabarkan langsung mengambil keputusan untuk membubarkan grup.

Keputusan itu disebut diambil hanya sekitar satu jam setelah debut resmi berlangsung, menjadikannya salah satu peristiwa paling mengejutkan dalam sejarah industri K-pop.

Berakhirnya aktivitas grup ternyata bukan satu-satunya cobaan yang dialami para anggota. Dalam berbagai pengakuan setelah kasus tersebut mencuat, mereka mengungkapkan kondisi hidup yang jauh dari layak selama berada di bawah agensi.

Asrama yang mereka tempati disebut sering mengalami pemadaman listrik dan kebocoran air. Bahkan, makanan yang disediakan pun tidak selalu layak dikonsumsi. Para anggota mengaku pernah diberikan beras yang sudah berjamur sebagai bahan makanan sehari-hari.

Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya, para anggota akhirnya meminta agar kontrak mereka diakhiri. Namun, alih-alih mengabulkan permintaan tersebut, pihak agensi justru menggugat mereka ke pengadilan.

Sengketa hukum itu kemudian berakhir dengan kemenangan di pihak para anggota. Pengadilan memutuskan mereka berhak mengakhiri kontrak sekaligus menerima pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka lakukan selama berada di bawah manajemen agensi.

Meski perjalanan AILA berlangsung sangat singkat, kisah mereka masih sering dibahas hingga kini sebagai salah satu contoh kerasnya persaingan dan tekanan di industri hiburan Korea Selatan.

Peristiwa tersebut juga memicu diskusi mengenai pentingnya perlindungan hak-hak trainee dan idola muda agar mendapatkan lingkungan kerja yang aman, manusiawi, dan adil.

Kisah AILA menjadi pengingat bahwa di balik panggung yang gemerlap, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi oleh banyak calon bintang K-pop.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN