- Home
-
- Entertainment
-
- Apa Itu Fanomenon? Festi...
Apa Itu Fanomenon? Festival KPop Garapan Big 4 yang Digadang Jadi Coachella Versi Korea
Selasa, 28 Jul 2026, 16:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Festival musik Coachella selama ini dikenal sebagai salah satu panggung impian bagi para musisi dunia. Kini, Korea Selatan bersiap menghadirkan festival dengan konsep serupa yang dikhususkan untuk industri KPop.
Festival tersebut diberi nama Fanomenon, sebuah proyek yang digagas bersama oleh empat agensi hiburan terbesar Korea Selatan, yakni HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment. Proyek ini juga mendapat dukungan dari pemerintah Korea Selatan.
Menariknya, Fanomenon tidak hanya akan menjadi panggung bagi idol dari empat agensi besar tersebut. Pendiri JYP Entertainment, J.Y. Park, mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah menghubungi sejumlah artis internasional untuk ikut tampil dalam festival ini.
Lantas, apa sebenarnya Fanomenon dan mengapa festival tersebut disebut sebagai âCoachella versi KPopâ?
1. Fanomenon akan digelar selama 11 hari
Fanomenon merupakan proyek festival budaya pop yang namanya berasal dari gabungan kata fan dan phenomenon. Festival ini pertama kali diusulkan oleh pendiri JYP Entertainment, J.Y. Park, ketika Komite Presiden untuk Pertukaran Budaya Populer Korea dibentuk pada 2025.
Tujuan utama dari penyelenggaraan Fanomenon adalah menciptakan festival KPop berskala global yang mampu mempertahankan popularitas Hallyu dalam jangka panjang.
Edisi perdana Fanomenon akan berlangsung pada 2â12 Desember 2027 di Seoul Arena, Korea Selatan. Selama 11 hari penyelenggaraan, festival ini akan menghadirkan berbagai acara, mulai dari konser, ajang penghargaan, hingga pameran industri KPop.
Sebagian rangkaian acara juga akan digelar secara bersamaan di KINTEX, Gyeonggi. Pihak penyelenggara memperkirakan festival ini akan dihadiri sekitar 520 ribu orang, termasuk sekitar 200 ribu wisatawan mancanegara.
Perkiraan tersebut sebagian diperoleh berdasarkan angka kehadiran dan dampak ekonomi dari penampilan comeback BTS di Gwanghwamun pada 21 Maret, yang berhasil menarik sekitar 104.000 pengunjung ke kawasan tersebut.
2. Fanomenon merupakan acara yang digagas oleh Big 4
Salah satu hal yang membuat Fanomenon berbeda adalah keterlibatan empat agensi terbesar Korea Selatan, yaitu HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment.
Keempat perusahaan tersebut bahkan tengah membentuk perusahaan khusus yang akan bertanggung jawab dalam menjalankan proyek festival tersebut.
"Empat lembaga utama telah meluncurkan usaha patungan untuk bekerja sama sebagai satu tim. Dengan kerja sama pemerintah dan semua pihak bekerja menuju tujuan bersama untuk kepentingan publik, proyek ini telah mendapatkan momentum yang kuat," ungkap J.Y. Park mengutip Korea JoongAng Daily pada Senin (27/7/2026).
Meski diprakarsai oleh Big 4, J.Y. Park menegaskan bahwa Fanomenon tidak dibuat hanya untuk menampilkan artis dari empat agensi besar tersebut.
Menurutnya, festival ini justru ingin menjadi wadah bagi seluruh industri KPop, termasuk artis dari agensi kecil, agar memiliki kesempatan tampil di hadapan penonton internasional.
Tidak hanya itu, J.Y. Park juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menghubungi sejumlah musisi dunia untuk ikut tampil dalam festival tersebut. Terkait daftar pengisi acara atau lineup, pendiri JYP Entertainment itu mengatakan bahwa proses penentuan artis bukanlah hal yang mudah.
"Menetapkan itu bukanlah hal mudah. Kami harus menyesuaikan jadwal banyak artis, situasi agensi masing-masing, dan kalender negara. Jadi, menetapkan tanggal adalah prioritas utama," ujar J.Y. Park.
3. Fanomenon disebut-sebut sebagai Coachella versi KPop
Setelah penyelenggaraan perdana pada Desember 2027, Fanomenon direncanakan berkembang menjadi festival musik berskala internasional dengan konsep yang lebih menyerupai Coachella.
Tim penyelenggara telah menjadwalkan edisi luar negeri pertama Fanomenon berlangsung di Los Angeles pada Mei 2028. Setelah itu, festival ini direncanakan hadir di berbagai kota besar dunia sebagai festival KPop tahunan.
Selain konsep panggung musik, Fanomenon juga menghadirkan konsep penghargaan yang berbeda. Penghargaan utama dalam festival ini nantinya tidak diberikan kepada artis, melainkan kepada fandom yang dinilai paling berdedikasi.
Trofi penghargaan tersebut nantinya akan diterima oleh artis sebagai perwakilan dari para penggemarnya.
Dengan dukungan dari Big 4, pemerintah Korea Selatan, serta rencana ekspansi ke Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya, Fanomenon diproyeksikan menjadi era baru bagi industri KPop di panggung global.
Festival ini diharapkan mampu memperkuat pengaruh Hallyu sekaligus menjadi wadah pertemuan antara artis, penggemar, dan industri musik dunia.
- Fanomenon
- Coachella Versi Korea
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
Berita Terkait:
-
Nathalie Holscher Resmi Menikah Lagi, Sule Bersyukur Adzam Dekat dengan Aripat!
-
Nagita Slavina Tampil Elegan dengan Hermes Kelly Pochette Limited Edition, Harganya Setara 77 Kali UMR Jakarta 2026
-
Nathalie Holscher Akhirnya Buka Suara, Minta Netizen Berhenti Hujat Ustaz Syam Usai Ceramah di Pernikahannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.