Masih Muda Bukan Berarti Aman, Ini 4 Gangguan Mental yang Sering Menyerang Gen Z

Ket. Gangguan kesehatan mental yang paling sering dialami anak muda.

Doc: magnific.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Masa remaja hingga awal usia dewasa merupakan periode yang penuh perubahan. Di fase ini, seseorang mulai menghadapi berbagai tantangan baru, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, hingga tekanan dari media sosial yang tak jarang memicu stres dan overthinking.

Jika tidak dikelola dengan baik, berbagai tekanan tersebut dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Karena itu, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan baik.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sekitar 1 dari 7 remaja berusia 10 hingga 19 tahun di dunia mengalami gangguan kesehatan mental. Sayangnya, masih banyak orang yang belum menyadari gejala awalnya atau enggan mencari bantuan karena takut mendapat stigma dari lingkungan sekitar.

Padahal, mengenali tanda-tanda gangguan mental sejak dini dapat membantu seseorang memperoleh penanganan yang tepat sebelum kondisinya semakin memburuk.

Berikut empat gangguan kesehatan mental yang paling sering dialami anak muda.

1. Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

Merasa cemas saat menghadapi ujian, wawancara kerja, atau situasi penting merupakan hal yang wajar. Namun, jika rasa cemas muncul terus-menerus tanpa alasan yang jelas hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut bisa mengarah pada anxiety disorder.

Gangguan ini dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi, mudah panik, gelisah, sulit tidur, hingga terus-menerus merasa khawatir. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas.

2. Depresi

Depresi bukan sekadar merasa sedih atau kecewa sesaat. Gangguan ini ditandai dengan perasaan sedih yang berlangsung dalam waktu lama, kehilangan semangat menjalani aktivitas, hingga tidak lagi menikmati hal-hal yang sebelumnya disukai.

Selain berdampak pada prestasi belajar maupun pekerjaan, depresi juga dapat membuat penderitanya menarik diri dari lingkungan sosial. Pada kondisi yang lebih berat, depresi bahkan dapat meningkatkan risiko munculnya keinginan untuk menyakiti diri sendiri sehingga membutuhkan penanganan profesional.

3. Gangguan Perilaku

Gangguan perilaku juga cukup banyak ditemukan pada remaja dan dewasa muda. Salah satu yang paling dikenal adalah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang membuat seseorang sulit memusatkan perhatian, cenderung impulsif, atau sangat aktif.

Selain ADHD, terdapat pula conduct disorder, yaitu gangguan yang ditandai dengan perilaku agresif, sering melanggar aturan, atau kesulitan mengendalikan emosi. Kondisi ini dapat memengaruhi hubungan sosial maupun proses belajar seseorang.

4. Gangguan Makan (Eating Disorder)

Keinginan memiliki tubuh ideal terkadang membuat seseorang menerapkan pola makan yang tidak sehat. Jika dilakukan secara ekstrem dan terus-menerus, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi eating disorder, seperti anoreksia maupun bulimia.

Penderita gangguan makan biasanya sangat terobsesi dengan berat badan atau bentuk tubuh hingga rela melakukan berbagai cara untuk menurunkan berat badan. Padahal, kebiasaan tersebut dapat membahayakan kesehatan fisik sekaligus memengaruhi kondisi mental.

Penting Mengenali Gejala Sejak Dini

Gangguan kesehatan mental dapat dialami siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan berbagai perubahan emosi atau perilaku yang dirasakan dalam waktu lama.

Jika keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Penanganan yang dilakukan sejak dini dapat membantu proses pemulihan sekaligus mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Menjaga kesehatan mental juga bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti beristirahat yang cukup, menjaga pola hidup sehat, membatasi penggunaan media sosial, serta tidak ragu mencari dukungan dari keluarga atau orang-orang terdekat ketika menghadapi tekanan hidup.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN