Anak Bisa Menjauh! Ini 3 Kebiasaan Orang Tua Transaksional yang Perlu Diwaspadai
Jum'at, 17 Jul 2026, 09:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Sebagian orang tua masih menerapkan pola pikir transaksional dalam hubungan dengan anak. Mereka sering kali tidak menyadari bahwa cinta bersyarat dan tuntutan imbalan dapat berdampak pada kondisi emosional anak.
Bagi orang tua dengan pola pikir ini, memenuhi kebutuhan dasar seperti tempat tinggal dan makanan dianggap sudah cukup. Mereka mungkin tidak memahami konsep cinta tanpa syarat karena pola asuh tersebut juga pernah mereka alami saat kecil.
Namun, menghadapi orang tua yang selalu mengharapkan balasan dari anak dapat terasa menyakitkan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuat anak merasa tidak nyaman hingga memilih menjaga jarak.
Melansir YourTango, berikut kebiasaan orang tua transaksional yang dapat membuat anak menjauh.
1. Orang Tua Melakukan âBarterâ dengan Anak-anaknya
Orang tua transaksional sering menjadikan kasih sayang atau ketenangan sebagai sesuatu yang harus âdibayarâ oleh anak. Misalnya, mengatakan, âJika kamu mencuci piring selama seminggu, Ibu tidak akan marah kepadamu.â
Kalimat seperti ini menunjukkan adanya tuntutan balas budi. Padahal, orang tua seharusnya mampu memberikan kasih sayang dan mengelola emosinya sendiri tanpa membebani anak.
Anak membutuhkan sosok orang tua yang stabil dan memberikan rasa aman. Jika untuk mendapatkan ketenangan saja anak merasa harus memenuhi syarat tertentu, hubungan pun bisa perlahan menjadi renggang.
2. Orang Tua Merasa Berhak Atas Segala Hal yang Dimiliki Anak
Orang tua dengan pola transaksional sering merasa memiliki hak atas apa pun yang diberikan kepada anak. Mereka bisa berkata, âAku yang membelikan ini untukmu, jadi ini milikku, bukan kamu.â
Bahkan saat anak meraih pencapaian, mereka terkadang menganggap keberhasilan itu tidak lepas dari bantuan orang tua. Sikap tersebut dapat membuat anak merasa tidak dihargai atas usaha yang telah dilakukan.
Menurut psikoterapis Sean Grover, orang tua yang tidak memahami batasan dapat menyebabkan anak mengalami krisis kepercayaan hingga dewasa. Anak juga bisa merasa minder karena tidak diberi ruang untuk mengekspresikan kebutuhan dan perasaannya.
Penelitian dalam International Journal of Aging and Human Development juga menyebut trauma akibat pengkhianatan dari orang tua dapat membuat anak kesulitan mengatur emosi, mudah meledak, dan memiliki masalah komunikasi.
3. Bersikap Pasif-Agresif saat Merasa Tidak Mendapatkan Imbalan
Orang tua transaksional juga bisa menunjukkan sikap pasif-agresif ketika merasa tidak mendapatkan balasan sesuai harapan. Mereka kerap melontarkan sindiran atau menunjukkan diri sebagai pihak yang paling terluka.
Akibatnya, anak menjadi terbiasa waspada dan berusaha membaca suasana hati orang tua agar tidak memicu konflik.
Pola ini bukanlah cara pengasuhan yang sehat karena dapat membuat anak tumbuh dengan kecemasan. Sikap pasif-agresif juga dapat menjadi bentuk manipulasi psikologis yang merusak hubungan.
Beauties, mengenali pola orang tua transaksional penting agar hubungan keluarga dapat dibangun dengan lebih sehat. Kasih sayang seharusnya diberikan dengan rasa aman dan tulus, bukan berdasarkan imbalan.
- Kebiasaan Orang Tua Transaksional
- Orang Tua Transaksional
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
Berita Terkait:
-
Konon Dianggarkan Hingga Rp1,8 T Untuk KDMP, Ini Spek Kipas Angin IMATSU MDF Harganya Rp11 Juta per Unit
-
Lirik Lagu Astaga Bercanda Akbar Chalay Ft Mingse, Viral dengan Lirik Aduh Pusing Kepala Cinta Segitiga
-
Dibawah Kepemimpinan Duo Srikandi, Kementerian Pariwisata Kembali Raih Opini WTP untuk Ke 11 Kalinya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.