Jejak Karier Janice Tjen, Petenis Putri Indonesia yang Cetak Sejarah di Wimbledon 2026 Setelah Penantian 20 Tahun
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia tenis Indonesia kembali mencuri perhatian internasional berkat penampilan gemilang Janice Tjen di ajang Wimbledon 2026. Petenis asal Jakarta tersebut sukses mengukir sejarah sebagai petenis tunggal putri Indonesia pertama yang tampil di turnamen Grand Slam bergengsi tersebut setelah penantian panjang selama dua dekade.
Sebelum Janice, Angelique Widjaja menjadi petenis putri Indonesia terakhir yang berlaga di Wimbledon pada 2004. Keberhasilan Janice menembus turnamen tenis paling prestisius di dunia pun menjadi bukti tenis Indonesia mulai bangkit dan kembali mampu bersaing di level elite dunia.
Tak hanya mencatatkan sejarah, Janice juga menunjukkan performa impresif yang membuat namanya semakin diperhitungkan di kancah tenis internasional.
Profil Janice Tjen
Janice Tjen lahir di Jakarta pada 6 Mei 2002. Memasuki 2026, ia berusia 24 tahun dan menyandang status sebagai petenis putri nomor satu Indonesia.
Selain berkarier sebagai atlet profesional, Janice juga dikenal memiliki prestasi akademik. Ia merupakan lulusan Pepperdine University, Amerika Serikat, dengan gelar Sarjana Sosiologi.
Dengan tinggi badan sekitar 170 sentimeter dan berat sekitar 60 kilogram, Janice mengandalkan permainan agresif dari garis belakang (baseline). Forehand yang kuat, servis yang konsisten, serta mental bertanding yang matang menjadi senjata utamanya saat menghadapi lawan-lawan dunia.
Berdasarkan pembaruan peringkat WTA tahun 2026, Janice menempati posisi 42 dunia untuk nomor tunggal putri dan 44 dunia untuk nomor ganda.
Mengawali Karier Sejak Usia Dini
Bakat Janice di dunia tenis sudah terlihat sejak masih kecil. Dukungan keluarga dan latihan yang konsisten membuat kemampuannya berkembang pesat hingga akhirnya memutuskan menjadi petenis profesional pada 2018.
Sejak memasuki level profesional, Janice aktif mengikuti berbagai turnamen internasional, mulai dari ajang International Tennis Federation (ITF) hingga kompetisi WTA.
Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil ketika ia berhasil mengoleksi lebih dari 13 gelar tunggal ITF, sebuah pencapaian yang menjadi modal penting untuk menembus level kompetisi yang lebih tinggi.
Namanya semakin dikenal setelah sukses melaju hingga final WTA 250 São Paulo Open 2025. Meski harus puas sebagai runner-up usai dikalahkan petenis Prancis, Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah, hasil tersebut menjadi titik balik yang mengangkat kepercayaan dirinya.
Masih pada tahun yang sama, Janice akhirnya meraih gelar WTA pertamanya dengan menjuarai nomor tunggal WTA 250 Chennai Open 2025.
Tak berhenti di situ, ia juga sukses menjadi juara nomor ganda putri bersama seniornya, Aldila Sutjiadi, di turnamen yang sama. Prestasi tersebut semakin menegaskan kualitas Janice sebagai salah satu petenis muda paling menjanjikan di Asia.
Peringkat Dunia Terus Melonjak
Memasuki musim 2026, performa Janice semakin konsisten. Ia berhasil mencatatkan peringkat terbaik sepanjang kariernya dengan menembus posisi 36 dunia di nomor tunggal dan 41 dunia di nomor ganda pada Februari 2026.
Pencapaian tersebut menjadikannya petenis tunggal putri Indonesia pertama pada abad ke-21 yang mampu menembus jajaran Top 40 dunia, sebuah prestasi yang sangat langka bagi tenis Indonesia.
Walaupun kini berada di posisi 42 dunia, Janice tetap menjadi petenis putri Indonesia dengan peringkat tertinggi dan menjadi andalan Merah Putih di berbagai ajang internasional.
Deretan Prestasi Membanggakan
Selama berkarier sebagai atlet profesional, Janice telah mengoleksi berbagai prestasi bergengsi, di antaranya:
1. Juara tunggal ITF sebanyak 13 kali.
2. Runner-up WTA 250 São Paulo Open 2025.
3. Juara tunggal WTA 250 Chennai Open 2025.
4. Juara ganda WTA Chennai Open 2025 bersama Aldila Sutjiadi.
5. Peraih dua medali emas SEA Games 2025 di nomor beregu dan ganda putri.
6. Peraih medali perunggu tunggal putri SEA Games 2025.
7. Juara ganda Hobart International 2026 bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter.
8. Juara ganda Guangzhou Open 2026 bersama Katarzyna Piter.
9. Menembus Top 40 WTA, rekor baru bagi petenis putri Indonesia di abad ke-21.
10. Lolos ke babak kedua Australian Open 2026 dan Wimbledon 2026.
Mencetak Sejarah di Wimbledon 2026
Sorotan terbesar dalam perjalanan karier Janice datang di Wimbledon 2026. Ia berhasil mencatat kemenangan penting atas petenis Kanada, Leylah Fernandez, sekaligus memastikan langkahnya ke babak kedua.
Hasil tersebut membuat Janice menjadi petenis putri Indonesia pertama dalam 20 tahun yang mampu melangkah sejauh itu di Wimbledon.
Perjalanannya kemudian terhenti setelah menghadapi wakil Australia, Daria Kasatkina, yang tampil lebih dominan.
Tak hanya tampil di nomor tunggal, Janice juga berkompetisi di nomor ganda putri bersama Aldila Sutjiadi. Pasangan Indonesia itu berhasil mencapai babak kedua sebelum akhirnya dikalahkan duet Elena Gabriela Ruse (Rumania) dan Marta Kostyuk (Ukraina).
Harapan Baru Tenis Indonesia
Keberhasilan Janice Tjen di Wimbledon 2026 menjadi lebih dari sekadar pencapaian pribadi. Prestasi tersebut membawa harapan baru bagi kebangkitan tenis Indonesia di level dunia setelah bertahun-tahun minim prestasi di ajang Grand Slam.
Di usia yang masih sangat muda, Janice masih memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan peringkat dunia dan menambah koleksi gelarnya. Dengan kerja keras, konsistensi, dan pengalaman yang terus bertambah, ia berpotensi menjadi salah satu petenis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia sekaligus menginspirasi lahirnya generasi baru atlet tenis Tanah Air.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Jejak Karier Janice Tjen, Petenis Putri Indonesia yang Cetak Sejarah di Wimbledon 2026 Setelah Penantian 20 Tahun .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!