Curhatan Wardatina Mawa Usai Cerai dari Insanul Fahmi Bikin Nyesek, Singgung Wanita Pilihan Mantan

Ket. Wardatina Mawa.

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Selebgram Wardatina Mawa akhirnya bisa bernapas lega setelah Majelis Hakim Pengadilan Agama Lubuk Pakam mengabulkan gugatan cerainya terhadap Insanul Fahmi. Putusan tersebut sekaligus mengakhiri biduk rumah tangga yang telah mereka jalani selama tujuh tahun.

Tak lama setelah sidang putusan, Mawa membagikan curahan hati yang menyentuh melalui akun Threads pribadinya, @mawa39718. Dalam unggahan tersebut, ia mengenang perjalanan panjang pernikahannya yang kini resmi berakhir. Meski dipenuhi rasa sedih, Mawa mengaku mulai berusaha menerima kenyataan dan memilih melangkah ke depan.

"Kenangan tujuh tahun lalu harus berakhir hari ini. Terima kasih untuk tujuh tahun kebersamaannya," tulis Mawa.

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet. Banyak yang menilai pesan Mawa menggambarkan perjuangan seseorang yang berusaha bangkit setelah melewati pengalaman pahit dalam rumah tangga.

Doakan Mantan Bahagia dengan Wanita Pilihannya

Dalam curhat yang sama, Mawa menunjukkan sikap yang mengejutkan. Meski mengaku masih menyimpan luka akibat kandasnya pernikahan, ia tetap mendoakan agar Insanul Fahmi dapat menjalani kehidupan yang bahagia bersama perempuan pilihannya.

"Semoga kamu berbahagia dengan wanita pilihanmu. Terima kasih untuk luka yang kau tinggalkan, semoga aku bisa secepatnya sembuh dari luka ini," tulisnya.

Kalimat tersebut menjadi sorotan publik karena dianggap mencerminkan keikhlasan Mawa untuk menutup lembaran lama, meski proses yang dilalui tidak mudah.

Pernikahan Retak karena Kehadiran Orang Ketiga

Perceraian Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi sebelumnya memang menjadi perhatian publik. Keretakan rumah tangga mereka disebut dipicu kehadiran Inara Rusli.

Menurut informasi yang sempat mencuat, Insanul diketahui menikahi Inara secara agama tanpa sepengetahuan Mawa. Merasa dikhianati, Mawa kemudian melaporkan Insanul dan Inara ke pihak kepolisian dengan tuduhan perzinaan.

Kasus tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi salah satu alasan yang mempercepat proses perceraian pasangan tersebut.

Ingin Bangkit Demi Sang Putra

Kini setelah resmi menyandang status janda, Mawa mengaku ingin fokus membangun kembali kehidupannya. Ia menegaskan bahwa putra semata wayangnya menjadi alasan terbesar untuk tetap kuat menghadapi masa-masa sulit.

"Aku akan menata ulang kembali hidupku bersama putraku dan bangkit demi putraku. Insyaallah aku sudah ikhlas dengan semuanya," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menuai banyak dukungan dari para pengikutnya. Tidak sedikit yang mendoakan agar Mawa segera pulih secara emosional dan dapat menjalani kehidupan baru dengan lebih tenang.

Hak Asuh Anak Jatuh ke Tangan Mawa

Dalam putusan yang dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Agama Lubuk Pakam, tidak hanya gugatan cerai yang dikabulkan. Pengadilan juga memutuskan hak asuh anak diberikan kepada Wardatina Mawa.

Selain itu, Insanul Fahmi diwajibkan memenuhi sejumlah kewajiban finansial setelah perceraian. Ia harus memberikan nafkah anak sebesar Rp3 juta setiap bulan, membayar nafkah iddah senilai Rp30 juta, serta nafkah mut'ah sebesar Rp46,2 juta.

Meski demikian, pihak Mawa mengaku belum sepenuhnya puas terhadap besaran nafkah anak yang diputuskan hakim.

Kecewa Nafkah Anak Hanya Dikabulkan Rp3 Juta

Kuasa hukum Wardatina Mawa, Muhammad Idrus, mengungkapkan bahwa kliennya sebelumnya mengajukan tuntutan nafkah anak sebesar Rp30 juta per bulan. Namun, majelis hakim hanya mengabulkan sebesar Rp3 juta atau sekitar 10 persen dari nilai yang dimohonkan.

"Ada putusan yang memang kurang memuaskan bagi kami, yakni masalah nafkah anak. Kami mengajukan Rp30 juta per bulan, tetapi majelis hakim hanya mengabulkan Rp3 juta. Itu di luar ekspektasi," kata Muhammad Idrus.

Meski merasa kecewa, pihak Mawa memastikan tetap menghormati keputusan pengadilan karena meyakini majelis hakim telah mempertimbangkan berbagai aspek hukum sebelum menjatuhkan putusan.

Air Mata Bahagia Menutup Perjuangan Panjang

Di balik rasa kecewa terhadap besaran nafkah anak, ada satu hal yang paling disyukuri Wardatina Mawa, yakni berakhirnya proses hukum yang telah dijalaninya selama beberapa bulan terakhir.

Kuasa hukumnya mengungkapkan Mawa sangat terharu ketika mendengar putusan cerai dan hak asuh anak dikabulkan. Bahkan, ia disebut tak mampu menahan air mata bahagia karena akhirnya bisa menutup babak yang penuh luka dalam hidupnya.

Kini, Wardatina Mawa memilih menatap masa depan bersama putranya. Dengan tekad untuk bangkit dan meninggalkan masa lalu, ia berharap dapat memulai kehidupan baru yang lebih baik, sembari perlahan menyembuhkan luka yang ditinggalkan dari pernikahan yang telah berakhir.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN