Jerome Polin Kritisi Keras Pemerintahan: Dari Berita Buruk hingga Polemik Komisaris

Ket. Jerome Polin kembali kritisi pemerintah

Doc: Instagram/@jeromepolin

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jerome Polin kembali menyuarakan keresahannya terhadap kondisi yang belakangan ramai menjadi perbincangan publik.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, kreator konten sekaligus YouTuber tersebut mengaku merasa lelah karena hampir setiap hari disuguhi berbagai kabar yang dinilainya bernada negatif.

Unggahan itu langsung menarik perhatian warganet karena berisi pertanyaan-pertanyaan yang mewakili kegelisahan banyak orang.

20260701115329_HMEkEPcW0AAQUQw.jpg

(Jerome Polin kembali kritisi pemerintah, dok: Threads @jeromepolin)

Jerome mengaku bingung dengan posisi masyarakat ketika berbagai bentuk aspirasi yang telah dilakukan seolah tidak membuahkan hasil.

Dalam unggahannya, Jerome menulis, "Jujur at this point aku bingung, kita sebagai rakyat tuh bisa apa sih? speak up di sosmed udah, ga didenger. Dilawan pake buzzer lagi. Demo udah, ga ada perubahan. Dilawan pake demo bayaran. Ada cara apalagi?? Segakbisa ngapa-ngapain itu kah?"

Ia juga mempertanyakan apakah masih ada harapan untuk membawa perubahan di tengah situasi yang menurutnya semakin membuat masyarakat kehilangan optimisme.

"Asli bingung dan bertanya2, apa masih ada harapan?" tulis Jerome dalam lanjutan unggahan tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, Jerome juga menyinggung kondisi yang menurutnya ironis ketika orang-orang yang dianggap memberikan kontribusi justru menghadapi persoalan hukum.

Menurutnya, keadaan tersebut membuat masyarakat semakin bertanya-tanya mengenai langkah yang bisa dilakukan.

"Yang berkontribusi malah dikriminalisasi. Terus harus apa? Bisa apa?" tulisnya.

Pada bagian akhir unggahan, Jerome turut menyoroti persoalan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak masyarakat.

Ia membandingkan ketatnya persyaratan untuk mendapatkan pekerjaan dengan fenomena penunjukan pejabat atau komisaris yang menjadi sorotan publik.

"Rakyat susah cari kerja, kualifikasi harus S1 minimal. Eh ada yang ga lulus S1 jadi komisaris, segampang itu?" tulis Jerome.

Pernyataan tersebut kemudian memicu beragam respons dari pengguna media sosial. Sebagian besar mengaku memahami kegelisahan yang disampaikan Jerome dan menilai apa yang ia tuliskan merupakan refleksi atas keresahan masyarakat yang belakangan sering muncul di ruang publik.

Tak sedikit pula yang membanjiri kolom komentar dengan pengalaman serupa terkait sulitnya mencari pekerjaan maupun harapan agar aspirasi publik lebih didengar.

Di sisi lain, ada pula warganet yang mengajak masyarakat untuk tetap menjaga optimisme dan terus menyampaikan pendapat secara santun sesuai jalur yang tersedia. Menurut mereka, perubahan membutuhkan proses panjang dan keterlibatan banyak pihak.

Jerome sendiri dikenal sebagai figur publik yang sesekali membahas isu sosial selain konten pendidikan dan matematika yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Ketika menyampaikan pandangan pribadi, ia kerap menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami para pengikutnya.

Hingga kini, unggahan tersebut terus menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial.

Banyak pengguna internet membagikan ulang isi pesannya dan menjadikannya bahan diskusi mengenai kondisi sosial, kesempatan kerja, serta harapan masyarakat terhadap berbagai kebijakan di masa mendatang.

Terlepas dari beragam tanggapan yang muncul, unggahan Jerome berhasil memancing diskusi luas tentang pentingnya ruang dialog antara masyarakat dan para pemangku kepentingan.*

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN