Kamari Dibela Netizen Usai Dimarahi Jennifer Coppen, Momen Iseng dengan Justin Hubner Tuai Perdebatan

Doc: Instagram/@jennifercoppenreal20

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Momen kebersamaan Jennifer Coppen, Justin Hubner, dan putrinya, Kamari, kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini, perhatian warganet tertuju pada reaksi Kamari yang menangis setelah melihat Jennifer dan Justin berpelukan.

Video singkat yang beredar di media sosial pun memicu beragam komentar, bahkan banyak netizen justru membela sang balita.

Dalam video tersebut, Jennifer dan Justin terlihat sengaja berpelukan untuk menggoda Kamari.

Aksi iseng itu rupanya membuat Kamari menunjukkan rasa cemburu dan tidak nyaman.

Bocah kecil tersebut langsung menangis, kemudian menghampiri Jennifer sambil memukul sang ibu sebagai bentuk pelampiasan emosinya.

Melihat respons putrinya, Jennifer segera memberikan teguran. Dengan nada tegas, ia mengingatkan bahwa memukul bukanlah cara yang benar untuk meluapkan rasa marah.

"Mayi mau mama pukul juga kayak gitu? Mayi kalau mau marah jangan pukul, enggak boleh pukul," ucap Jennifer kepada Kamari.

Mendengar teguran tersebut, Kamari tampak langsung memahami kesalahannya. Ia kemudian meminta maaf kepada Jennifer dan mencium sang ibu sebagai bentuk penyesalan.

Momen itu menunjukkan bahwa Kamari berusaha memperbaiki sikapnya setelah diberi pengertian.

Justin Hubner yang berada di lokasi juga ikut menenangkan situasi. Pesepak bola tersebut turut mengingatkan Kamari agar tidak memukul siapa pun ketika sedang kesal.

Suasana pun kembali mencair setelah Kamari berhasil ditenangkan oleh kedua orang dewasa di sekitarnya.

Meski demikian, cuplikan video tersebut justru memancing perdebatan di media sosial.

Alih-alih menyalahkan Kamari, banyak netizen menilai reaksi balita itu masih sangat wajar mengingat usianya yang masih kecil dan belum mampu mengendalikan emosi dengan baik.

Menurut sebagian warganet, Jennifer dan Justin juga memiliki andil dalam munculnya reaksi tersebut karena sengaja menggoda Kamari dengan berpelukan untuk memancing kecemburuan.

Mereka menilai anak seusia Kamari masih berada dalam fase belajar mengenali dan mengelola perasaan sehingga respons spontan seperti menangis atau marah merupakan hal yang lumrah.

Beberapa komentar juga menyebut bahwa teguran Jennifer sebenarnya sudah tepat karena mengajarkan bahwa memukul tidak dibenarkan.

Namun, mereka berharap orang tua maupun orang dewasa di sekitar anak juga lebih berhati-hati ketika membuat candaan yang berpotensi memancing emosi si kecil.

Di sisi lain, ada pula netizen yang mengapresiasi cara Jennifer menyelesaikan situasi.

Menurut mereka, Jennifer tidak membalas tindakan Kamari dengan kemarahan berlebihan, melainkan memberikan penjelasan bahwa tindakan memukul tidak boleh dilakukan. 

Setelah itu, Kamari pun diberi kesempatan untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahannya.

Perdebatan ini memperlihatkan beragam sudut pandang masyarakat dalam melihat pola pengasuhan anak.

Ada yang fokus pada pentingnya mengajarkan disiplin sejak dini, sementara yang lain menilai orang dewasa juga perlu mempertimbangkan kondisi emosional anak sebelum melontarkan candaan.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, momen tersebut menjadi pengingat bahwa proses belajar mengelola emosi merupakan bagian penting dalam tumbuh kembang setiap anak, termasuk Kamari yang masih berada di usia balita.*

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN