9 Kontroversi Piala Dunia 2026 yang Bikin Dunia Sepak Bola Memanas, Tuai Kritikan

Ket. Piala Dunia 2026.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada seharusnya menjadi pesta sepak bola terbesar di dunia. Namun, di balik gemerlap persiapan turnamen, berbagai kontroversi justru ikut mencuat dan menjadi bahan perdebatan global.

Sejumlah kebijakan tuan rumah hingga keputusan FIFA dinilai menimbulkan ketidakadilan, diskriminasi, bahkan kerugian bagi tim dan suporter dari berbagai negara. Tak heran jika ajang ini bukan hanya dibicarakan karena sepak bola, tetapi juga karena sederet polemik yang menyertainya.

Berikut KUCANTIK.COM rangkuman 9 kontroversi Piala Dunia 2026 yang paling ramai diperbincangkan publik.

1. Aturan Visa AS yang Dinilai Mempersempit Akses Suporter

Kebijakan imigrasi Amerika Serikat menjadi sorotan utama. Banyak suporter dari negara peserta mengalami kesulitan mendapatkan visa, termasuk dari Haiti, Iran, Senegal, dan Pantai Gading. Tingginya tingkat penolakan visa membuat banyak fans tidak yakin bisa menyaksikan langsung pertandingan tim favorit mereka.

2. Iran Disebut Paling Dirugikan

Tim Iran disebut sebagai salah satu pihak yang paling terdampak. Masalah visa membuat mereka harus bermarkas di Meksiko, sehingga perjalanan menuju stadion di AS menjadi jauh lebih melelahkan dan tidak efisien dibanding tim lain.

3. Wasit Afrika Ditolak Masuk AS

Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang sebelumnya ditunjuk FIFA, gagal bertugas karena ditolak masuk ke Amerika Serikat. Keputusan ini memicu kritik karena dianggap menghambat representasi wasit Afrika di turnamen dunia.

4. Dugaan Perlakuan Diskriminatif pada Tim Tertentu

Tim seperti Uzbekistan dan Senegal dilaporkan mendapat pemeriksaan keamanan super ketat di bandara hingga stadion. Hal ini menimbulkan tudingan adanya perlakuan tidak setara dibanding negara lain yang mendapat sambutan lebih ringan.

5. Polemik Penjualan Tiket FIFA

Sistem penjualan tiket juga menuai kritik karena dianggap tidak transparan. Harga yang berubah-ubah dan kategori kursi premium baru membuat banyak penggemar merasa dirugikan, bahkan ada dugaan manipulasi harga.

6. Aturan Hydration Break Picu Pro-Kontra

FIFA menerapkan jeda minum di setiap babak demi alasan cuaca panas. Namun, banyak pelatih menilai aturan ini justru mengganggu ritme permainan dan memberi keuntungan taktis tertentu.

7. Hydration Break Jadi Celah Iklan TV

Stasiun televisi memanfaatkan jeda ini untuk menayangkan iklan, yang kemudian menuai kritik dari penonton. Banyak yang merasa pengalaman menonton jadi terpotong oleh jeda komersial yang terlalu agresif.

8. Gestur Wasit Shaun Evans Diperdebatkan

Wasit Shaun Evans sempat dituduh melakukan gestur yang dikaitkan dengan simbol ekstrem. Meski FIFA menyatakan tidak ada pelanggaran, kontroversi ini tetap ramai diperbincangkan di media sosial.

9. Banyak Kartu Merah di Awal Turnamen

Laga pembuka yang berlangsung panas menghasilkan banyak kartu merah, termasuk tiga kartu dalam satu pertandingan. Jumlah ini dianggap tidak biasa dan langsung memicu perdebatan soal ketegasan wasit.

Deretan kontroversi ini membuat Piala Dunia 2026 bukan hanya soal perebutan gelar juara, tetapi juga sorotan terhadap kebijakan, keadilan, dan manajemen turnamen itu sendiri.

Alih-alih hanya menjadi ajang olahraga, Piala Dunia kali ini justru berubah menjadi panggung besar yang penuh perdebatan global.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN