Mark Lee Eks NCT Dihujani Kritik, Kaos yang Dipakainya Ternyata Simbol Rasisme

Ket. Mark Lee

Doc: Soompi

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Mark Lee, mantan anggota NCT, menuai kritik tajam di media sosial setelah terlihat mengenakan kaus yang memuat simbol bendera Confederate. Simbol tersebut dikenal luas sebagai representasi sejarah kelam perbudakan dan supremasi kulit putih di Amerika Serikat.

Kemunculan simbol itu dalam sebuah foto publik membuat banyak penggemar dan warganet bereaksi keras, menilai penggunaan simbol tersebut tidak sensitif terhadap isu sejarah dan kemanusiaan.

Sejarah Bendera Confederate yang Kontroversial

Berdasarkan berbagai catatan sejarah, bendera Confederate pertama kali digunakan pada masa Perang Saudara Amerika Serikat pada 1861 oleh negara bagian yang memisahkan diri. Kelompok tersebut saat itu mempertahankan sistem perbudakan.

Seiring waktu, simbol ini kemudian semakin lekat dengan gerakan rasis dan penolakan terhadap kesetaraan ras, terutama pada era perjuangan hak-hak sipil di Amerika pada 1950 hingga 1960-an.

Kritik Mengalir dari Penggemar

Penggunaan simbol tersebut oleh figur publik seperti Mark Lee langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar. Banyak yang menilai bahwa hal tersebut menunjukkan kurangnya kehati-hatian terhadap simbol yang memiliki makna historis sensitif.

Sebagian besar kritik juga datang dari warganet yang menilai bahwa figur publik seharusnya lebih selektif dalam memilih pakaian, terutama yang berpotensi menimbulkan kontroversi global.

Agensi Sampaikan Permintaan Maaf

Menanggapi kontroversi yang muncul, pihak agensi Upper Room akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat penggunaan kaus tersebut.

Agensi juga menegaskan bahwa mereka tidak mendukung segala bentuk rasisme, diskriminasi, maupun kebencian, serta akan lebih berhati-hati dalam pengawasan konten dan penampilan artis ke depannya.

Janji Evaluasi ke Depan

Selain meminta maaf, pihak agensi menyatakan akan melakukan evaluasi lebih ketat terhadap pakaian dan atribut yang digunakan Mark Lee dalam setiap aktivitas publik.

Mereka menegaskan komitmen untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, serta menjaga sensitivitas terhadap isu-isu sosial yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat global.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN